Cybersh Note

Fans Translasi Novel-Novel Asia

28 February, 2016

Overlord - Vol 5 - Chapter 2 Part 3

Blue Rose - Petualang Adamantium

Part 3


Overlord Light Novel Bahasa IndonesiaBulan Api Bawah (Bulan ke 9), Hari ke 6, 6:15

Sembilan pria dan wanita duduk mengelilingi meja bundar.

Meskipun pemimpin yang memerintahkan setiap seksi dari Eight Finger berkumpul di satu tempat, tak ada dari mereka yang berusaha saling bertatap mata. Mereka hanya melihat dokumen-dokumen di depan mereka atau bicara dengan bawahan mereka sendiri.

Itu seperti perkumpulan dari organisasi-organisasi yang sama sekali terpisah. Meskipun situasinya tidak begitu buruk untuk menyebutnya dengan ledakan, kehati-hatian dan kewaspadaan yang mereka miliki satu sama lain terlihat jelas sekali, seperti diantara musuh. Namun, dari tiap-tiap sudut pandang hormat mereka, ini adalah respon yang jelas. Meskipun jika mereka satu kelompok dan bekerja sama, dalam kenyataannya, mereka akan sering mencuri aset dari satu sama lain dan jarang menggabungkan kekuatan.

Sebagai contoh, perdagangan obat-obatan mengatur dan mengoperasikan semuanya dari produksi obat-obatan hingga saat obat-obatan tersebut menyentuh pasar. Sesuatu yang kelompok penyelundup tidak ambil bagian di dalamnya. Kelompok-kelompok itu tidak secara terbuka saling ikuat campur satu dengan yang lainnya, tapi sangat umum untuk melihat mereka mencoba saling mensabotase sementara yang lain memutar punggung mereka.


Tindakan seperti itu memegang keuntungan yang sama sekali nol bagi organisasi secara keseluruhan. Ini adalah salah satu jurang yang dalam dari macam-macam kelompok kriminal yang saling bertautan untuk membentuk kelompok yang lebih besar.

Orang-orang ini mendatangi pertemuan divisi yang rutin dari Eight Finger meskipun memiliki hubungan yang seburuk itu karena mereka memiliki alasan yang bagus untuk melakukannya.

Alasannya adalah: siapapun yang tidak datang akan termasuk sebagai kemungkinan pengkhianat dan ditargetkan untuk dimusnahkan. Itulah kenapa meskipun mereka tidak memiliki urusan di dalam Kingdom berusaha keras untuk mendatangi pertemuan tersebut.

Meskipun mereka yang biasanya mengurung diri di dalam keamanan melangkahkan kakinya ke bawah sorotan cahaya. Tak perlu ditanyakan lagi, ketakutan mereka akan percobaan pembunuhan berarti bahwa mereka membawa bodyguard bersamanya. Ini adalah dua orang yang paling ahli yang boleh mereka bawa ke dalam pertemuan, dipilih dengan hati-hati dari kelompok mereka sendiri.

-Semuanya kecuali satu orang.

"Semuanya hadir. Mari kita mulai pertemuan rutin kita."

Kursi-kursi berderit keras saat suara pria itu menyebabkan semuanya berdiri tegak.

Yang membuka mulutnya adalah pembicara dalam pertemuan ini dan juga pemimpin dari Eight Finger. Dihiasi dengan tanda dari Dewa Air, pria yang kelihatannya berusia lima puluh tahunan itu tersenyum lembut, tipe yang kelihatannya tidak layak berada di dunia bawah tanah.

"Ada beberapa topik untuk didiskusikan, tapi pertama yang perlu ditata- Hilma."

"Ya~?"

Yang merespon adalah seorang wanita dalam balutan putih.

Kulitnya sangat pucat dan pakaiannya juga putih. Sebuah tato ular yang merangkak turun di lengan kanannya, mulai dari tulang belikatnya hingga sampai pada lengan yang memegang pipa yang mengeluarkan aroma ungu yang beracun. Memakai maskara dan lipstik ungu, pakaian tipis yang menggantung longgar di sekeliling tubuhnya memberikan aura kemerosotan dari prostitusi kelas tinggi.

Dia menguap dengan sengaja.

"Bisakah kamu memulainya sedikit awal?"

"...Aku dengar fasilitas pengolahan obat-obatan milikmu diserang."

"Yep, itu benar, sebuah desa yang digunakan sebagai tempat produksi. Membuatku kehilangan uang yang sangat banyak pula. Aku mungkin harus memangkas distribusi."

"Apakah kamu mampu mencari informasi dari orang yang bertanggung jawab?"

"Tidak, operasinya sempurna sekali... Yah, bukannya aku tak punya petunjuk apapun."

"Warna mereka?"

Semuanya tahu apa yang dia maksud dengan pertanyaan itu.

"Tidak tahu, hanya mulai menjadi terang; aku belum sejauh itu."

"Oh begitu. Seperti yang kalian semua dengar, ini adalah situasi sekarang. Angkat tangan kalian jika ada yang memiliki informasi apapun."

Tidak ada respon. Sangat tidak jelas apakah mereka tidak tahu, atau hanya tidak ingin menjawab.

"kalau begitu selanjutnya adalah-"

"-Hey."

Pria itu mengeluarkan suara rendah, memegang sejumlah kekuatan yang luar biasa.

Seluru mata di dalam ruangan itu berkumpul dalam satu titik. Di dalam tempat itu adalah seorang pria botak dengan separuh mukanya ditutupi oleh tato hewan buas. Semua hal tentangnya adalah besar; garis luar dari figur berotot miliknya jelas sekali meskipun menembus pakaiannya. Kilatan dingin dari matanya seperti milik seorang warrior.

Meskipun pemimpin kelompok yang lain membawa bodyguard bersama mereka, pria tersebut tidak ada satupun yang berdiri di belakangnya. Akan percuma untuk membawa orang-orang yang tidak berguna. Itu sangat jelas sekali.

Pria tersebut menatap Hilma, pemimpin dari perdagangan obat-obatan. Tidak, dia mungkin tidak bermaksud untuk menatapnya, tapi matanya yang seperti pisau membuatnya terlihat seperti itu.

Untuk sesaat, para bodyguard di belakang wanita itu menghirup nafas mreka. Mereka bisa merasakan perbedaan luar biasa dalam kekuatan diantara mereka.

Mereka tahu bahwa pria itu adalah seorang monster yang mampu membunuh setiap orang di ruangan ini.

"Bagaimana kalau mengambil layanan kami? Akan sulit bagimu untuk melindungi aset-aset milikmu dengan bawahan rendahan milikmu itu."

Zero. Dia adalah perwakilan dari divisi keamanan yang bahkan menerima jangkauan pekerjaan yang luas, dari hanya seorang tukang pukul hingga bodyguard untuk bangsawan. Apa yang membuatnya bahkan lebih terkenal adalah bahwa dia adalah anggota terkuat dari Eight Finger. Namun tawaran dari pria sekalibernya -

"Tidak."

-ditolak.

"Tidak apa. Aku tidak bisa mengeluarkan posisi kunci milikku."

Hanya itu akhirnya. Seakan jika dia kehilangan ketertarikan, Zero menutup matanya, membuatnya seakan berubah menjadi sebuah batu besar.

"Kalau begitu aku ingin mengambil tawaranmu."

Seorang pria kurus membuka mulutnya. Sikapnya yang lembut sangat berlawanan dengan kasarnya Zero.

"Zero, aku ingin mempekerjakan orang-orangmu."

"Apa ini, Cocco Doll, Apakah kamu bisa membayarnya?"

Sementara perdagangan obat-obatan Hilma sedang meningkat, perdagangan budak Cocco Doll sedang menurun. Dengan pasar budak yang dianggap melawan hukum oleh usaha dari Putri Emas, dia dan kelompoknya terpaksa untuk bersembunyi jauh di bawah tanah.

"Jangan khawatir tentang itu, Zero. Dan karena kita bicara tentang itu, aku ingin kamu meminjamkan orang yang terbaik dari yang terbaik, seseorang dari Six Arm."

"Oh?"

Zero membuka matanya, ketertarikannya terusik untuk pertama kalinya.

Dia bukan satu-satunya yang terkejut. Hampir semua yang hadir merasakan yang sama.

Nama 'Six Arm' asalnya dari saudara Dewa dari Dewa Pencuri, Seseorang yang dikatakan memiliki Six Arm (Enam Lengan). Mereka adalah enam anggota terkuat dari divisi keamanan.

Tak usah dikatakan, yang paling kuat diantara mereka adalah Zero, tapi lima sisanya tidak jatuh sangat jauh di belakang. Seseorang dengan kemampuan memotong ruang, seseorang yang mengendalikan ilusi, dan diantara mereka bahkan ada seorang Elder Lich, Seorang undead yang kuat.

Jika Gazef Stronoff atau petualang dengan peringkat adamantium adalah yang terkuat di permukaan, maka Six Arm adalah yang terkuat di bawah tanah. Mempekerjakan seseorang dengan kaliber seperti itu hanya berarti satu hal.

"Kamu pasti sangat terjepit. Baiklah, duduk saja dan tunggu. Bawahan terkuat milikku akan memastikan keamanan barang-barangmu."

"Maaf~. Aku menghadapi sedikit masalah dengan seorang gadis yang seharusnya dibuang. Persiapan sebanyak ini mungkin sedikit berlebihan tapi jika toko itu menjadi hancur maka bisa membuatku di tempat yang sulit. Mari kita bicarakan pembayarannya nanti saja, okay?"

"Baiklah."

"Kerena diskusinya sudah selesai, bisakah kamu langsung mulai? Sebenarnya ada sesuatu yang harus aku tangani sesegera mungkin."

"Baiklah. Aku akan meminjamkanmu orang-orang yang sedang kubawa."

"...Kalau begitu kita bergerak ke topik selanjutnya. Ada yang tahu dengan petualang peringkat adamantium yang baru 'Momon dari Tim Hitam', apakah ada yang memiliki pendapat?"

5 comments:

brian torao said...

sankyu overlord vol. 5 bab 2 bag. 3

Amy Tazzik said...

terima kasih sudah mentranslet novel ini ke dlm bahasa indonesia, saya menikmatinya

Aditya Nurman Febria said...

Bawah tanah = Dunia Bawah

Unknown said...

Mc. Kisamaaaaa........!!!!
Ag. Nani😲😲😲😲
Mc. Horaoraoraoraoraora

Unknown said...

Mantap min