Overlord - Vol 5 - Chapter 2 Part 1

Blue Rose - Petualang Adamantium

Part 1


Overlord Light Novel Bahasa Indonesia
Bulan Api Bawah (Bulan ke 9), Hari ke 3, 8:02

Putih, Armor Full Plate dan sebuah pedang dikencangkan di pinggangnya. Equipment miliknya berada dalam kondisi sempurna, Climb melangkah ke dalam istana Valencia.

Istana Valencia dibagi luasnya menjadi tiga bangunan utama. Yang dituju oleh Climb adalah yang terluas dan tempat kediaman dari keluarga kerajaan.

Berbeda dari beberapa saat yang lalu, tempat ini didesain untuk membiarkan cahaya masuk sebanyak mungkin, membuatnya sangat terang sekali hampir membuat buta.

Dia berjalan di lorong yang luas yang sangat bersih bahkan tak ada sedikitpun jejak debu yang ditemukan, apalagi sampah. Armor Full Plate miliknya tidak membuat banyak suara, alasannya karena benda itu ditempa dengan mithril dan orichalcum dan diberi mantra magic.

Pengawal istana - para knight, yang juga memakai armor full plate, sedang berdiri tegak di lorong yang luas dan bersih.


Knight dari Empire maksudnya adalah orang-orang biasa yang merupakan bagian dari pasukan yang berjaga. Di lain pihak, Knight dari Kingdom adalah mereka yang diberikan titel bangsawan. Sebagai contoh, ada banyak kesempatan dimana anak ketiga dari keluarga bangsawan akan menjadi seorang knight, karena mereka tidak bisa mewarisi sebagai kepala rumah tangganya. Namun, karena Kingdom membayar para knight dengan gaji besar, mereka hanya menerima yang mahir dalam pedang. Tidak mungkin hanya dengan koneksi saja meskipun jika salah satunya adalah seorang bangsawan.

Yang paling cocok untuk menyebut mereka adalah sebagai para pengawal elit raja.

Kebetulan saja, 'Kapten Warrior' adalah titel gaya baru untuk Gazef karena ada banyak perlawanan terhadap pemberian gelar knight.

Climb menyapa dengan lirih knight-knight tersebut. Seperti yang diduga, hanya beberapa yang balas membalik sapaannya, tapi beberapa memang merespon dan bahkan membalasnya dengan tulus. Meskipun mereka adalah seorang bangsawan, orang-orang ini telah bersumpah untuk melayani sang raja dan membawa hati seorang warrior. Loyalitas mereka tidak terlupakan, mereka sangat hormat dengan yang memiliki skill.

Di lain pihak, diantara orang-orang yang dilewati Climb di lorong, ada juga mereka yang jelas-jelas membencinya dengan sekali tatap.

Mereka adalah para pelayan. Kebanyakan dari mereka menunjukkan wajah pahit kapanpun mereka melihat Climb.

Para pelayan yang bekerja di istana berbeda dari pelayan biasa dan mereka adalah putri-putri dari rumah para bangsawan yang datang untuk mendapatkan pengalaman. Pada satu sisi, para pelayan itu memiliki posisi yang lebih tinggi dari Climb. Terutama mereka yang bekerja sangat dekat dengan keluarga kerajaan, kebanyakan dari mereka adalah putri-putri dari para bangsawan kelas tinggi. Ketidaksenangan mereka pada kenyataan bahwa mereka harus menundukkan kepala mereka kepada seseorang yang lebih rendah dari rakyat biasa membuat marah.

Dalam istilah peringkat, memang benar Climb berada di bawah mereka. Mereka mungkin ingin menunjukkan rasa tidak suka mereka ketika Renner tidak ada di dekat situ. Setelah berpikir demikian, Climb tidak menunjukkan rasa marahnya terhadap sikap mereka.

Tapi apa yang gagal Climb sadari adalah pemikirannya memunculkan lingkaran tercela dimana para pelayan akan salah pengertian terhadap wajahnya yang tanpa ekspresi sebagai ketidakperduliannya, membuat mereka tambah marah. Di lain pihak, jika dia adalah tipe yang bisa melihat hal semacam itu maka mungkin yang lainnya akan bisa ditangani dengan lebih lancar.

Memang benar bagi Climb bahwa setiap hari saat dia berada di istana, sarafnya sedikit lelah.

Meskipun memang demikian, Renner dan Ranpossa III bukanlah satu-satunya orang yang hidup di istana ini.

Ugh?!

Tiba-tiba, Climb bergerak ke samping lorong, mengencangkan punggungnya dan berdiri siap dengan tangan di dadanya.

Dua orang sedang mendekati. Yang mengikuti dari belakang adalah seorang pria tinggi dan kurus dengan rambut pirang yang disisir di belakang kepala.

Marquis Raeven, salah satu dari enam keluarga bangsawan besar di Kingdom.

Masalahnya adalah yang pendek, pria gemuk yang berjalan di depannya. Namanya adalah Zanack Valurean Igana Ryle Vaiself, pangeran kedua dan pewaris tahta urutan kedua.

Zanack menghentikan kakinya, wajahnya yang gemuk berubah mengerut.

"Kenapa, Climb. Apakah kamu sedang menuju untuk menunjukkan mukamu kepada monster itu?"

Hanya ada satu orang yang disebut oleh pangeran Zanack sebagai monster. Meskipun dia tahu itu kurang ajar, Climb tidak membiarkan begitu saja.

"Yang mulia, saya sangat senang sekali dengan ucapan anda tapi Renner-sama bukanlah seorang monster. Beliau sangat baik dan cantik, bahkan ada beberapa orang yang menyebutnya sebagai harta kerajaan."

Apa lagi sebutan bagi orang yang menyingkirkan perdagangan budak dan menawarkan banyak kebijaksanaan untuk menolong rakyat? Meskipun beberapa kebijakan itu yang bisa melihat cahaya (disetujui) sangat kecil karena pemeriksaan yang dilakukan oleh para bangsawan, Climb tahu betul bahwa seberapa besar kepedulian sang putri terhadap masyarakat.

Setiap kali sebuah kebijakan yang mana akan menolong rakyat biasa ditolak karena alasan bodoh seperti bangsawan yang mencoba menyelamatkan muka mereka, gadis yang berhati mulia itu akan menangis di depan Climb. Pria ini, Zanack, yang bahkan tidak mengangkat satu jaripun, tidak berhak untuk berkata apapun.

Dia sangat ingin sekali berteriak, dan mengarahkan tinjunya.

Meskipun mereka hanya separuh saudara- itu bukanlah kalimat yang harus dikatakan oleh seseorang yang memiliki darah yang sama. Namun, dia tidak bisa membiarkan kemarahannya muncul.

Renner telah berkata seperti ini:

Kakakku akan mencoba untuk memancing amarahmu agar dia bisa merasa puas. Dia kelihatannya sedang mencari alasan untuk memisahkan kita. Climb, jangan biarkan mereka melihatmu lemah.

Ekspresi sedih itu - tuannya yang tidak diterima oleh keluarganya sendiri, Climb teringat hari dimana dia bersumpah bahwa dia tidak akan pernah mengkhianatinya.

"Tapi aku tidak bermaksud secara khusus kepada Renner loh? Itu pasti yang sebenarnya kamu pikirkan... kalau begitu, mari kita hentikan hal-hal yang sudah jelas. Tapi harta...apa benar? Apakah dia benar-benar berpikir ide-ide yang ditawarkan akan berhasil? Kelihatannya bagiku sepertinya dia sudah tahu mereka tidak akan berhasil, tapi tetap saja melakukannya."

Tidak mungkin itu benar. Bagaimana bisa? Itu adalah kecemburuan yang buruk dari seorang pria yang hanya berpikir dalam kadar seperti itu.

"Saya pikir bukan itu masalahnya.."

"Fufufufu. Seperti yang kuduga, kelihatannya kamu tidak melihatnya sebagai seorang monster. Apakah karena kamu buta? Atau mungkin dia terlalu cerdas?.... Apakah aku harus curiga?"

"Tidak sama sekali. Saya sangat yakin bahwa Renner-sama adalah harta bagi kerajaan ini."

Karena Climb yang melihatnya paling dekat, dia yakin bahwa semua yang Renner lakukan adalah benar.

"Benarkah, benar-benar menarik. Kalau begitu bisakah kamu sampaikan sebuah pesan kepada monster itu dariku? ...Meskipun kakakmu hanya menganggapmu sebagai alat politik, jika kamu mau bekerja sama denganku, aku bisa menyingkirkanmu dari hak sebagai calon pewaris dan memberimu sebuah teritori."

Rasa tidak senang di dalam tubuh Climb semakin meningkat.

"...Guyonan seharusnya tidak terlalu berlebihan. Saya tidak mengira anda bisa berkata demikian. Saya akan pura-pura untuk tidak mendengarnya."

"Fufufufu. Sayang sekali. Ayo pergi, Marquis Raeven."

Pria yang melihat keduanya tanpa bersuara menganggukkan kepala.

Tidak banyak yang diketahui tentang Marquis Raeven. Meskipun dia telah menggambar garis yang jelas antara Climb dan dirinya, matanya sedikit berbeda dari bangsawan lainnya. Renner juga tidak memberikan perintah khusus tetang bagaimana menghadapi Raeven.

"Ah, aku hampir lupa. Marquis Raeven juga memiliki pendapat yang sama dan berpikir dia adalah seorang monster. Tidak, kamu bisa bilang bahwa kami benar-benar setuju dengan masalah ini."

"--Yang Mulia."

"Hanya satu kalimat lagi, Marquis Raeven. Dengar, Climb. Jika kamu adalah orang fanatik maka aku tidak akan repot-repot mengatakan apapun. Tapi... Aku memberimu sebuah peringatan karena bisa saja dia mengakalimu. Dia adalah seorang monster."

"Yang mulia, meskipun ini mungkin lancang bagi saya, biarkan saya bertanya. Bagaimana mana dari Renner-sama yang anda pikir kalau dia adalah seorang monster? Tidak ada orang lain yang lebih perduli terhadap kerajaan dan rakyatnya."

"...Hampir semua usahanya berakhir sia-sia. Tindakannya terlalu tidak berguna. Pada awalnya, aku kira mungkin itu karena persiapannya yang kurang. Lalu, ide yang muncul ketika mengobrol dengan Marquis disini. Bagaimana jika semuanya sudah diperhitungkan? Maka semuanya akan masuk akal. Jika itu benar... itu artinya gadis yang separuh hidupnya hanya ada di istana dan hampir tak punya memiliki hubungan dengan para bangsawan sedang mengendalikan mereka sesuka hati... Apa tidak kalau bukan monster?"

"Itu hanya salah paham. Renner-sama bukan orang semacam itu."

Climb sangat yakin.

Air mata itu bukanlah bualan. Gadis yang disebut Renner memang tidak eqois dan baik hati. Climb, yang diselamatkan hidupnya oleh Renner, sangat tahu akan hal ini.

Tapi kalimatnya tidak sampai kepada sang pangeran. Dia menunjukkan senyum pahit dan berjalan menjauhi Climb bersama Marquis Raeven yang mengikuti di belakangnya.

Climb bergumam di lorong yang kosong.

"Renner-sama adalah orang yang paling baik di dunia ini. Aku hidup adalah buktinya. Jika..."

Dia menelan kalimat terakhir itu. Meskipun begitu, kalimat itu berlanjut di hatinya.

Jika Renner-sama memimpin Kingdom, maka negara ini akan menjadi negara hebat yang dibangun oleh rakyatnya.

Tentu saja, mempertimbangkan garis pewaris takhta, itu adalah keinginan yang mustahil.

Bagaimanapun juga, Climb tidak bisa menyerah.


Bulan Api Bawah (Bulan ke 9), Hari ke 3, 8:11

Akhirnya, Climb tiba di depan ruangan di dalam istana yang sering dia kunjungi.

Setelah memeriksa sekitar beberapa kali, dia dengan berani memutar kenop pintu.

Tanpa mengetuk adalah hal yang konyol, tapi ini adalah yang diinginkan oleh tuannya. Dia tidak mau mendengarnya tak perduli berapa kalipun Climb menolak melakukannya.

Pada akhirnya, Climb lah yang mengalah. Mau bagaimana lagi jika airmata seorang gadis membuatnya kewalahan. Meskipun berkata demikian, dia akhirnya berhasil membuat beberapa syarat. Tak perduli apapun yang Renner katakan, dia tidak bisa masuk tanpa mengetuk pintu ketika ada sang raja.

Memang benar bahwa masuk tanpa mengetuk pintu adalah sumber dari stres yang luar biasa bagi Climb. Tak usah dikatakan lagi, setiap kali dia membuka pintu, Climb merasa bahwa hal seperti tidak mungkin diperbolehkan.

Saat dia akan membuka pintu lebar-lebar, tangannya berhenti saat suara diskusi yang semakin panas mengalir melalui celah kecil.

Dia mendengar dua suara, keduanya wanita.

Alasan dia berhenti karena salah satu suara terdengar sangat merasuk ke dalam diskusi sehingga tidak mengetaui kehadiran Climb, walaupun dia ada di luar ruangan. dia tidak ingin melemparkan air dingin kepada antusias mereka. Climb berdiri tegak dan memfokuskan telinganya ke arah suara di dalam ruangan. Meskipun dia merasa bersalah karena telah menguping, dia akan merasa lebih bersalah jika dia menyela pembicaraan yang sedang panas-panasnya itu.

"-dikatakan sebelumnya? Manusia hanya terfokus pada keuntungan yang ada di depan mereka."

"Mmmm..."

"..Renner, kamu berencana untuk memanen hasil pertanian yang berbeda dengan rotasi... meskipun aku tidak yakin bahwa itu akan meningkatkan hasilnya... berapa lama orang-orang harus menunggu agar bisa muncul hasilnya?"

"Menurut perhitunganku, setidaknya, memakan waktu sekitar enam tahun."

"lalu bagaimana dengan perkiraan kerugian atas enam tahun ketika kita memanen hasil tanam yang berbeda."

"Tergantung yang ditanam... tapi jika kita sekarang berjumlah seratus maka sekitar delapan puluh persennya. Jadi kita mungkin akan kehilangan dua puluh persen. Tapi setelah enam tahun kita akan mendapatkan peningkatan hasil panen sebesar tiga puluh persen terus menerus. Jika kita membudidayakan rumput dan menempatkannya di jalur lebih untuk meningkatkan hasil ternak maka kita akan bisa mengharapkan lebih lagi."

"..Jika hanya yang terakhir maka semuanya akan mau melakukannya. Tapi akankah orang-orang setuju dengan kerugian dua puluh persen terus menerus dalam enam tahun itu?"

"...Kingdom akan meminjamkan dua puluh persen tanpa bunga atau jaminan, membuat sebuah metode pembayaran ketika orang-orang itu mulai untung. Jika hasil pertanian tidak meningkat...jangan mengambilnya dan jika hasil pertanian meningkat, menurut rencana, orang-orang akan mampu membayar semuanya kembali hanya dalam empat tahun.

"Itu akan sulit."

"Mengapa?"

"Aku sudah bilang padamu. Orang-orang hanya perduli dengan keuntungan yang ada di depan mereka - ada yang lebih memilih stabilitas. Meskipun jika kamu menjaminnya ada tiga puluh persen peningkatan setelah enam tahun, tentu saja akan ada orang yang meragukannya."

"Aku...tidak mengerti. Hasil dari ladang yang aku coba memang menguntungkan..."

"Meskipun jika percobaannya berjalan baik itu masih belum absolut."

"..Memang aku belum mengujinya di bawah setiap kondisi yang memungkinkan, jadi aku rasa memang tidak. Menghitung untuk setiap fitur geologi dari tanah atau cuaca akan membutuhkan percobaan dalam skala besar."

"Maka itu akan sulit. Bahkan tidak tahu jika peningkatan tiga puluh persen di masa depan adalah maximalnya atau rata-ratanya akan membunuh argumenmu. Itu artinya kamu harus mampu menjanjikan keuntungan yang signifikan beserta keuntungan dalam jangka pendek."

"Bagaimana jika kita menyediakan dua puluh persen itu gratis selama enam tahun?"

"Fraksi bangsawan saingan akan gembira karena raja akan kehilangan kekuatan."

"Tapi jika kita bisa mengamankan barang sebanyak yang kita berikan setelah enam tahun, kekuatan negara akan melihat sebuah peningkatan..."

"Maka kekuatan bangsawan tandingan akan meningkat pula sementara kekuatan raja akan jatuh dua puluh persen. Para bangsawan di dalam fraksi raja tidak akan menyetujuinya."

"kalau begitu kita tanya para pedagang dan..."

"Kamu membicarakan tentang Pedagang besar ya kan? Mereka memiliki konflik sendiri. Tanpa hati-hati meminjamkan kekuatan mereka kepada Fraksi raja bisa berakibat pada kemampuan mereka untuk melakukan bisnis dengan benar terhadap fraksi lain."

"Itu terlalu sulit... Lakyus."

"...Kamu tak bisa menyelesaikan pekerjaan jadi kebijakanmu akan berakhir dengan banyak titik celah. Yah... aku mengerti bahwa dua fraksi besar membuatnya sangat sulit... Bagaimana kalau mengurusi masalah-masalah di istana?"

"Kurasa kakakku takkan memperbolehkannya."

"Ah, si idi... orang-orang yang meninggalkan kehormatan mereka di kandungan ibu hanya untukmu."

"Kami bahkan tidak memiliki ibu yang sama."

"Wah, jadi dari sisi ayah kalau begitu. Lagipula, tidak kukira bahkan keluarga kerajaan tidak dekat, benar-benar melelahkan..."

Saat ruangan menjadi tenang, dia menyadari bahwa diskusinya sudah selesai.

"Ah, sekarang masuk sudah tidak apa. ya kan, Renner?"

"Apa?"

Suara itu membuat jantung Climb berdegup kencang di dadanya. Dia heran kalau dia sudah tahu Climb ada disini dan di waktu yang sama, merasa kelihatannya memang dinantikan. Climb pelan-pelan membuka pintu.

"-Permisi."

Pemandangan yang akrab masuk ke dalam mata Climb.

Mewah tetapi tidak terlalu mencolok- di dalam ruangan, dua orang gadis pirang duduk mengelilingi meja di ambang jendela.
Salah satunya jelas adalah tuan pemilik dari kamar ini, Renner.

Dan gadis yang ada di seberangnya adalah dia, dengan pupil mata hijau dan bibir berwarna pink yang menunjukkan sinar yang sehat. Kecantikan sedikit di bawah Renner tapi dipenuhi dengan daya tarik yang berbeda. Jika Renner adalah kilauan permata, maka dia adalah kilauan kehidupan.

Lakyus Albein Dale Aindra.

Meskipun kamu tidak akan mengira dari gaun warna pink cerahnya, dia adalah pemimpin salah satu dari dua petualang peringkat adamantium di dalam Kingdom, dan juga teman dekat Renner.

Pada usia sembilan belas tahun, apa yang membuatnya bisa memperoleh banyak prestasi yang dibutuhkan untuk naik hingga ke posisi yang sulit dengan bakat yang meluap-luap. Climb merasa jejak iri yang sangat kecil ada di hatinya.

"Aku harap anda sehat selalu, Renner-sama, Aindra-sama."

"Hello, Climb."

"Hello."

Saat Climb menyelesaikan sapaannya dan akan bergerak ke tempat yang ditentukan - ke sisi kanan Renner, sedikit di belakanganya - dia disela.

"Climb, bukan disana, sebelah sini."

Tempat yang ditunjuk Renner adalah kursi di sebelah kanannya.

Climb mengiranya aneh. Ada lima kursi yang terletak mengelilingi meja, sama seperti biasanya. Tapi ada tiga cangkir teh yang ada di meja.

Satu di depan Renner, Lakyus dan di samping Lakyus - sebuah kursi yang berbeda dari yang ditunjuk Renner. Dia melihat ke sekeliling dan tidak menemukan orang ketiga dimanapun.

Meskipun dia mengiranya aneh, dia mengarahkan matanya ke kursi.

kekurangajaran karena berbagi meja dengan tuannya, terlebih lagi keluarga kerajaan, urutan masuk ke ruangan tanpa mengetuk - atau dalam kalimat Renner, permintaan - hampir semua yang diperintakan Renner menjadi beban untuk hati nuraninya.

"Tapi..."

Climb mengalihkan matanya ke gadis lain, mencari bantuan. Permohonan tanpa kata-katanya ke rekan lain agar bisa membiarkan dia langsung ditolak.

"Aku tidak keberatan."

"I-Itu.. Aindra-sama..."

"Seperti yang sudah kubilang padamu, panggil aku Lakyus."

Lakyus sedikit mengintip ke arah Renner dan melanjutkan.

"Lagipula Climb itu spesial."

"...Marah."

Renner tersenyum saat dia bicara. Nada manis dari ucapan Lakyus kelihatannya diakhiri dengan tanda hati. Namun, sulit sekali menyebut ekspresinya tersenyum, sementara hanya bibirnya yang bergerak sementara matanya terlihat serius.

"Aindra-sama, anda seharusnya berhenti bercanda."

"Baiklah. baiklah. Climb benar-benar keras kepala. Bagaimana kalau kamu mencoba untuk belajar darinya?"

"Huh? bercanda?"

Melihat Renner yang terkejut, Lakyus behenti tiba-tiba dan menghela nafas panjang.

"Bukankah sudah jelas? Memang benar Climb spesial, tapi hanya karena dia adalah 'milikmu'."

Renner sedikit tersipu dan menutup kedua pipinya dengan tangannya. Climb yang canggung memalingkan muka darinya dan matanya langsung terbuka lebar.

"Apa?!"

Terkejut, Climb menurunkan tubuhnya, memegang pedang yang dikencangkan di pinggang dan bergerak melindungi Renner. Lagipula mengeluarkan helaan nafas lagi.

"Climb terkejut karena kamu seperti itu."

Suaranya yang tenang tidak ada peringatan apapun atau rasa cemas. Mengerti apa artinya, Climb merasakan tekanan meninggalkan bahunya.

"Mengerti, boss."

Gadis yang sedang duduk di dalam bayangan meloncatkeluar dalam satu nafas.

"Ah, Climb, kamu tidak mengenalnya. Ini adalah anggota tim kami-"

"-Tina-san."

Renner menyelesaikan kalimat Lakyus.

Sejauh yang Climb tahu, petualang dengan peringkat adamantium tim 'Blue Rose' terdiri dari lima wanita: sang pemimpin, magic caster berbasis faith Lakyus, warrior Gagaran, Magic Caster Evileye, dan Tia serta Tina yang terlatih dalam skill Thief mereka.

Climb sudah bertemu dengan Lakyus, Gagaran dan Evileye tapi tidak mengenal dua orang terakhir.

Orang ini adalah... oh begitu. Dia benar-benar seperti rumornya.

Dengan anggota badan yang langsing dan penampilan yang tertutup oleh baju-baju yang ketat di sekeliling tubuhnya, dia benar-benar terlihat seperti seseorang yang berlatih skill thief.

"...Maafkan kelancanganku. Senang bertemu denganmu, namaku Climb."

Climb membungkukkan kepalanya merendah kepada Tina.

"Hmm? Jangan khawatir tentang itu."

Dia menjawab permintaan maaf Climb dengan lambaian tangan dan, sama sekali terdiam, seperti binatang liar, mendekati meja dengan gerakan lembut. Dia duduk di kursi yang ada di samping Lakyus, jadi cangkir teh sebelumnya itu pasti miliknya.

Meskipun jumlah cangkir teh di meja jumlahnya tidak mungkin, Climb melihat sekeliling ruangan sekali lagi, berhati-hati memeriksa jika ada gadis lain yang tidak dia kenali.

Lakyus melihat apa yang Climb lakukan dan membuka mulutnya, seakan dia langsung mengerti.

"Tia tidak datang. Gagaran dan Evileye keduanya berkata mereka membenci hal-hal yang formal. Ini bahkan bukan hal yang format. Aku memakai gaun hanya jaga-jaga, tapi bukan berarti aku memaksa yang lainnya untuk memakai gaun juga."

Meskipun Lakyus berkata demikian, tipe pakaian miliknya adalah etiket yang benar ketika muncul di depan seorang putri, tapi Climb tidak ada niat untuk mengatakannya kepada orang yang merupakan teman Renner dan bangsawan yang terkemuka.

"Kelihatannya memang begitu. Tapi aku senang sekali bertemu dengan Tina-sama yang terkenal. Aku mengharapkan petunjuk dari anda."

"Mengapa kamu tidak melanjutkan bicaramu setelah kamu duduk, Climb?"

Renner menarik cangkir baru dan menuangkannya saat dia berbicara. Teh dari item magic 'Warm Bottle' mengeluarkan uap sepeti baru saja diseduh. Itu adalah salah satu dari benda milik Renner yang memiliki efek mempertahankan suhu dan kualitas dari minuman yang ada di dalamnya selama satu jam. Dia menggunakannya dengan bebas ketika menerima tamu penting tertentu dan jangan mengeluarkannya selain itu.

Tak mungkin lagi menolak, Climb menyerah dan duduk di kursinya, meminum satu seruput teh.

"Enak sekali, Renner-sama."

Renner tersenyum manis, tapi sejujurnya, Climb tidak tahu apakah itu enak atau tidak; hanya saja sesuatu yang diseduh oleh Renner hanya bisa disebut enak.

Itulah ketika, tiba-tiba, dia mendengar sebuah suara yang datar dan tanpa emosi.

"-Tia seharusnya mengumpulkan informasi hari ini. Tiga orang dari kami seharusnya mengunjungi istana hari ini, tapi boss jahat kami tiba-tiba memerintahkan sebuah pekerjaan. Semuanya adalah kesalahan dari bos jahat."

Tak perlu dikatakan lagi, itu adalah suara Tina. Climb mengalihkan matanya dari senyum mengerikan Lakyus dan bertanya.

"Ternyat begitu... jika ada kesempatan, lain kali, aku ingin bertemu dengannya setidaknya sekali."

"Climb, Tina-san dan Tia-san adalah kembar; bahkan ukuran rambut mereka mirip."

"Jadi jika kamu melihat salah satunya maka ada masalah."

Meskipun ada atau tidak ada masalah bukanlah hal yang penting, Climb menunjukkan dia mengerti.

Bagaimanapun, Climb merasa malu dengan tatapan tanpa ampun dari Tina. Saat dia akan mengabaikannya, terpikir dia melihat ada yang tidak dia miliki membuatnya bersiap dan bertanya.

"Apa itu?"

"Terlalu besar."

"..Apa?"

Climb tidak tahu apa yang dia katakan. Seakan banyak tanda tanya mengapung di atas kepala Climb, Lakyus menyela dengan meminta maaf.

"Bukan apa-apa. Dia hanya bicara sendiri. Jangan khawatir tentang itu, Climb. Tidak, memang benar, jangan khawatirkan itu. Aku serius."

"Ya..."

"...Apa yang dia bicarakan, Lakyus?"

Meskipun Climb memaksa dirinya setuju, Renner yang bingung menyela. Lakyus melihat Renner dengan ekspresi masam.

"Yang benar saja, kamu ini, kapanpun jika itu tentang Climb..."

"Ah, maksudku-"

"-Diamlah, Tina, Alasan mengapa aku tidak membawa Tia adalah karena dia bakal bicara hal-hal aneh kepada Renner. Bisakah kamu mengerti itu dan berhenti bicara?"

"Mengerti~ bos jahat."

"..Lakyus, apa yang akan dia katakan padaku?"

Wajah Lakyus berubah kaku terhadap interogasi Renner. Dia bahkan terlihat seperti menderita.

Saat Climb berpikir apakah harus ikut campur, Lakyus langsung mengalihkan matanya.

"Huh.. Climb, kamu menggunakan armor itu."

"ya, ini adalah armor yang menakjubkan. Terima kasih."

Meskipun dipaksa merubah topik, seakan tidak ingin membuat malu tamu, Climb merespon dan menggerakkan tangannya ke armor putih full plate yang dia terima dari Renner. Ditempat oleh mithrill dalam jumlah besar - dengan sedikit orichalcum - armor tersebut memiliki berbagai macam mantra magic padanya dan herannya terasa ringan, keras, dan mudah untuk digerakkan.

Mithrill yang digunakan untuk menempat armor yang bagus disediakan oleh anggota Blue Rose. Tak perduli seberapa banyak dia memberikan rasa terima kasih, itu tidak cukup.

Saat Climb akan membungkukkan kepala, Lakyus menghentikannya.

"Kamu tak perlu khawatir tentang itu. Kamu hanya memberimu sisa dari ketika kami membuat armor mithrill kami sendiri."

Meskipun hanya sisa, mithrill adalah material yang sangat mahal. Seseorang bisa membeli armor full plate mithrill hanya ketika dia sampai di peringkat orichalcum. Sebuah peringkat mithrill mampu membeli senjata mithrill. Hanya orang dengan peringkat adamantium yang bisa memberikannya cuma-cuma.

"Lagipula Aku hanya tak bisa berkata tidak untuk Renner."

"-Kamu tak menerima pembayaran dulu. Aku menyimpan uang sakuku..."

"...Bukankah aneh bagi seorang putri menyebutnya dengan uang saku?"

"Uang milikku dihitung terpisah. Aku ingin membuatkan armor untuk Climb dengan uangku sendiri."

"Tentu saja kamu akan melakukannya. Untuk Climb jadi aku yakin kamu ingin membayarnya~"

"...Jika kamu tahu maka jangan memberikannya dengan gratis. Dasar Lakyus bodoh."

"Bodoh? Mengapa kamu..."

Renner yang merajuk dan Lakyus yang meringis, keduanya beradu ejekan dengan main-main.

Melihat pemandangan seperti itu, Climb berkonsentrasi agar wajah tanpa ekspresinya tidak akan runtuh.

Meskipun kenyataannya dia mampu melihat pemandangan yang lembut dan baik itu adalah berkat tuannya yang telah menerimanya berada di bawah sayapnya. Namun, Climb tidak bisa menunjukkan perasaannya.

Meskipun perasaan berterima kasih memang tidak apa, dia tidak bisa menunjukkan apa yang ada jauh di dalamnya, perasaannya yang kuat terhadap Renner.

Cintanya.

Dia menggenggam perasaannya dan menekan kuat. Namun, dia mengatakan kalimat yang dia ulang berkali-kali sebelumnya.

"Terima kasih. Renner-sama."

Pesannya sangat jelas. Ada garis jelas yang digambar diantara mereka - posisi sebagai tuan dan bawahan - meskipun sangat sedikit, Climb melihatnya - karena dia telah mengawasinya sejak lama, jejak kesedihan yang teramat sangat sedikit pada senyum Renner.

"Tidak apa. Lagipula, kita sudah ngelantur. Mari kita kembali ke topik utama?"

"Ini tentang Eight Fingers. Aku menghentikan bagian dimana kami terpecah menjadi tiga desa mereka yang digunakan untuk menanam obat-obatan dan membakar ladangnya, ya kan?"

Mendengar nama itu, wajah tanpa ekspresi Climb sedikit mengerut.

'Eight Fingers', sebuah organisasi kriminal yang beroperasi dalam kegelapan di dalam Kingdom.

Tuannya yang terhormat bertindak untuk melakukan sesuatu kepada kelompok itu.

Sedangkan untuk ladang yang terbakar, seseorang bisa membayangkan skenario terburuk untuk penduduk desa yang menggantungkan hidup kepada menanam obat-obatan untuk hidup. Namun, kehidupan para penduduk desa itu adalah pengorbanan yang perlu untuk menyingkirkan obat-obatan yang telah menggerogoti Kingdom.

Jika Renner memiliki otoritas absolut, maka segala tindakan akan diambil. Tapi meskipun dia seorang putri, dia tidak memiliki pendukung. Pilihan satu-satunya adalah membuat keputusan dengan hati dingin untuk menyelamatkan siapapun yang harus dia selamatkan dan memotong yang lainnya.

Seharusnya dia mempetisikan kepada ayahnya, sang raja, maka mungkin baginya untuk menyerang dengan kekuatan militer atau politik, tidak diragukan lagi bahwa informasi itu akan bocor dan bukti-bukti akan dihapus.

Itulah kenapa Renner memilih secara pribadi untuk meminta kepada Lakyus dan kelompoknya.

Climb tahu betul bahwa ini adalah tindakan yang berbahaya. Biasanya, seorang petualang menerima permintaan melalui guild dan tidak mengakui permintaan pribadi. Melakukan hal itu akan melanggar peraturan.

Tentu saja, guild tidak bisa memberikan hukuman atau mengeluarkan para petualang peringkat tertinggi kelas adamantium. Bagaimana juga, reputasi mereka di dalam guild akan menderita dan akan ada konsekuensi negatif di masa depan. Alasan kenapa permintaannya diterima meskipun mengetahui semua hal ini adalah karena Blue Rose mencintai Kingdom dan menganggap Renner adalah teman mereka.

Climb merasa bersyukur terhadap kesediaan Lakyus, yang menerima pekerjaan tersebut meskipun ada resiko baginya.

Lakyus memutuskan bahwa sudah saatnya untuk membawa topik tertentu. Dia membuka tas yang Tina bawa dan menarik sebuah perkamen.

Itu adalah tulisan dari anggota Blue Rose, termasuk Lakyus, tidak bisa memecahkannya. Tapi jika itu adalah Renner, otak terbaik dari semua orang yang dikenal Lakyus, mungkin ada yang bisa dilakukan dengan itu.

"Kami menemukan ini ketika kami membakar obat-obatan di desa. Kelihatannya semacam perintah tertulis jadi kami bawa pulang... apakah kamu tahu apa ini?"

Perkamen yang terbuka mengandung simbol-simbol yang bukan bagian dari bahasa tertulis negara manapun.
Renner menatapnya dan langsung menjawab.

"...Itu adalah sandi substitusi."

Sandi substitusi adalah tipe kode dimana sebuah kata atau beberapa kata bersamaan ditukar dengan kata berbeda. Jika '1' mengindikasikan 'a' dan '2' adalah 'b', maka '11221' menjadi 'aabba'.

"Itu juga yang aku pikirkan. Kami mengamatinya dengna keras kepada diagram substitusi tapi sayangnya tidak menemukan satupun. Ada kemungkinan bahwa ini hanya diingat jadi kami menangkap seseorang yang kelihatannya adalah berperang sebagai pemimpin. Pilihan kami seharusnya adalah untuk menanyakan kepada tahanan itu dengan magic charm, tapi seperti yang kamu tahu, magic charm akan kehilangan keefektifannya ketika berkali-kali digunakan oleh orang yang sama dengan target yang sama. pertama harus diperhitungkan. Aku tidak ingin melanjutkannya tanpa berkonsultasi kepadamu dahulu."

"Ternyata begitu... alasan pesan ini ditinggalkan...sebuah jebakan...atau apakah ada alasan yang berbeda? Maka mereka tidak akan membuatnya terlalu sulit. Ya, aku kira aku bisa mengurai kode ini dengan mudah."

Mata Lakyus melebar mendengar kalimat Renner. Terlepas dari itu, mata Lakyus bertemu dengan Tina yang duduk di sampingnya.

Lakyus tidak bisa mempercayainya. Tapi di lain pihak, dia merasa itu bisa diduga.

"Mari kita lihat. Huruf pertama dari alfabet Kingdom entah klausul pria atau wanita; seharusnya satu suku kata jadi... tunggu sebentar."

Renner bergumam saat dia berdiri dengan perkamen di tangan dan kembali dengan sebuah pena dan kertas.

Dia mulai menulis.

"Kode ini menukarkan satu huruf per simbol jadi mudah sekali. Dan syukurlah dia menggunakan alfabet Kingdom. Jika menggunakan alfabet Empire atau jika kita harus menerjemahkan dahulu maka akan sangat tidak mungkin. Ini adalah.. pertama, jika kamu mengetahui hanya satu huruf maka kamu bisa memenuhi yang lainnya. Siapapun bisa melakukannya jika mereka mencoba."

"Tidak tidak, kamu hanya membuatnya terdengar mudah. Bukankah tidak mungkin tanpa mengetahui puluhan ribu kata?"

"Tapi ini adalah urutan dari kode. Petunjuknya tidak akan tersembunyi dibalik metafora dan peluang mereka menggunakan kalimat yang sulit sangat kecil. Pesan ini mungkin ditulis dengan jelas agar meskipun anak-anak bisa mengerti. Itulah kenapa skala merek sangat lebar."

Lakyus dalam hati berkeringat dingin.

Meskipun temannya menyebutnya sederhana, itu sama sekali bukanlah masalahnya.

Jika itu adalah dia maka semuanya mungkin... benar-benar, kemampuannya memang tidak masuk akal.

Setiap kali mereka bertemu, setiap kali mereka bicara, dia terkejut. Lakyus tidak tahu siapapun yang lebih tepat dengan istilah 'jenius'.

Berlawanan dengan Lakyus yang sedang gemetar di dalam, Renner dengan entengnya memegang kertas di tangannya.

"Aku sudah selesai. Memang tidak berurutan kok."

Berbagai macam lokasi di luar Kingdom tertulis di kertas. Tujuh darinya merupakan tanah Kingdom.

"Jangan-jangan itu adalah tempat dimana mereka menyimpan obat-obatannya? Markas yang penting mungkin?"

"Informasi sepenting itu tidak akan ditulis dan hanya akan diserahkan kepada fasilitas produksi. Bukankah ini hanya umpan?"

"Umpan? Maksudmu jebakan?"

"Mmm... Tidak, kurasa tidak. Meskipun Eight Fingers adalah sebuah organisasi. Bukan itu seperti delapan kelompok yang bekerja sama satu sama lain?"

Lakyus menganggukkan kepala.

"Kalau begitu ini mungkin adalah tujuh kelompok lain. Organisasi yang bertanggung jawab terhadap obat-obatan mengeluarkan informasi ini dengan sengaja agar mereka bisa memutarnya agar menguntungkan."

"Jadi mereka mempersiapkan informasi untuk semua organisasi selain milik mereka sendiri... Aku tahu jika mereka tidak dekat, tapi tidak kukira seburuk ini..."

Sebagai seorang petualang, pemikiran mengkhianati sekutunya sendiri membuatnya penuh dengan rasa jijik.

"Seperti yang kuduga, akan buruk jadinya jika kita tidak bergerak dengan cepat."

Kepada temannya yang menganggukkan kepalanya, Lakyus mengulang pertanyaannya.

"kalau begitu apa yang harus kita lakukan dengan rumah bordilnya? Itu adalah tempat yang sangat keji jadi seharusnya kamu bisa menemukan apapun disana."

Meskipun ketika dia mengatakannya sendiri, Lakyus merasa di dalam tubuhnya dipenuhi dengan kemarahan.

Sialan. Sampah yang hanya berpikir tentang nafsu mereka mati saja semua!

Mengingat informasi yang dia terima tentang rumah bordil, terlepas dari anak seorang bangsawan, sisi petualangnya yang telah bertahan terhadap segala macam kesulitan membuatnya marah. Tidak perlu lagi berpikir apa arti 'apapun' itu. Tidak diragukan lagi bahwa banyak orang - tak perduli jenis kelaminnya - terbunuh disana karena hiburan.

Di masa lalu ketika perdagangan budak masih ada, rumah bordil seperti itu banyak sekali di dalam dunia bawah tana, tapi berkat peran aktif dari teman-teman yang ada di depannya, perdagangan budak menjadi melanggar hukum dan hari-hari itu telah lama hilang. Rumah bordil ini mungkin adalah yang terakhir tersisa di ibukota, mungkin juga di Kingdom.

Itulah kenapa menghapusnya tidaklah mudah. Tidak diragukan lagi bahwa mereka akan menemui perlawanan yang kuat. Itu adalah surga bejat terakhir bagi mereka yang memiliki fetish sangat vulgar, mereka tidak bisa mengatakannya kepada orang lain tentang mereka.

"Katakan, Renner, karena kita tidak bisa mengandalkan pemerintah untuk menginvestigasi, bagaimana kalau kita mendobrak kesana dengan paksa dan meratakannya? Tidak ada masalah selama kita menemukan bukti, tidak? jika perdagangan budak menjalankan rumah bordil, menghancurkannya adalah hal yang besar. Dan tergantung dengan bukti yang kita temukan, kita bisa memberikan pukulan yang besar kepada para bangsawan yang terlibat."

"Kamu mungkin benar, Lakyus. Tapi jika kita melakukan itu, itu akan melukai keluargamu, nama Alvein. Itulah kenapa itu sulit. Akan sama dengan jika kita menggunakan anggota Blue Rose... meskipun berkata demikian, tidak mungkin bagi Climb untuk menyelesaikannya sendiri."

"Saya minta maaf karena kurangnya kemampuan saya."

Saat Climb menundukkan kepala, Renner mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Climb dengan senyum yang lembut.

"Maafkan aku, Climb. Bukan itu maksudku. Itu adalah rumah bordil dunia bawah tanah di Kingdom. Tidak mungkin siapapun bisa melakukannya sendiri. Dengar Climb, yang paling aku percayai. Aku tahu seberapa keras usahamu untukku, tapi jangan melakukan hal yang ceroboh. Ini adalah perintah dan bukan sebuah permintaan, mengerti? Jika ada sesuatu yang terjadi denganmu..."

Melihat dari samping, bahkan bagi Lakyus, yang berjenis kelamin yang sama, ada sesuatu di mata si cantik yang air matanya mengalir yang membuat hati tergerak. Kalau begitu bagaimana dengan Climb?

Meskipun Climb mati-matian mencoba untuk membuat wajahnya tetap seperti semula, pipih merah cerah itu sudah mengatakan semua yang perlu dikatakan.

Jika seorang bard memberinya sebuh judul, itu adalah Sang putri dan Knightnya. Di depan pemandangan yang emosional seperti itu, Lakyus merasakan sedikit terror. Meskipun itu tidak mungkin, jika tindakan Renner semuanya diperhitungkan, seberapa besar dia menjadi master dari penyusun siasat-.

Apa yang kupikirkan tentang temanku? Jelas sekali dia tidak memiliki kepribadian yang buruk hanya dengan melihat semua yang telah dia lakukan. Dia telah bekerja keras untuk menolong yang lainnya. Jika aku tak percaya kepada seseorang yang memperoleh gelar Putri Emas, maka siapa lagi yang bisa kupercayai?

Seakan mencoba untuk menyingkirkan pemikiran buruk ini, Lakyus menggelengkan kepalanya dan bicara.

"Setelah aku pikir-pikir, Tina dan teman-temannya berhasil menguak nama-nama dari banyak bangsawan yang terlibat dengan Cocodoll - pemimpin dari perdagangan budak. Tapi kami tidak tahu apakah informasi ini akurat atau tidak jadi bertindak terhadap hal itu berarti melompat kepada kesimpulan."

Saat Lakyus mengamati nama itu satu persatu, baik Renner dan Climb bereaksi terhadap satu nama tertentu.

"Putri bangsawan itu bekerja sebagai pelayanku."

"Apa? Aku ragu jika dia menanamkannya sebagai mata-mata untuk mengawasimu tapi... kurasa tidak ada jaminan jika dia hanya bekerja sebagai pelayan untuk urusan pengalaman pula."

"Benar. Aku seharusnya lebih berhati-hati dengan caraku menangani informasi. Kamu juga pikirkan dalam-dalam, Climb."

"Kalau begitu mari kita diskusikan bagaimana menghadapi lokasi dari sandi tersebut? Dan Renner, apakah kiranya aku bisa meminjam Climb? Aku ingin dia bilang kepada Gagaran dan lainnya untuk bersiap untuk langsung bergerak."

2 comments:

brian torao said...

sankyu overlord vol. 5 bab 2 bag. 1

Unknown said...

Mantap min

Powered by Blogger.