Cybersh Note

Fans Translasi Novel-Novel Asia

07 February, 2016

Overlord - Vol 4 - Prolog

Volume 4 : Lizardmen Heroes

Prolog

"Selamat datang kembali, Ainz-sama."

Kembali ke kamarnya sendiri setelah setengah bulan, kalimat Albedo berikutnya menguras seluruh kekuatan dari dalam tubuh Ainz.

"Apakah anda ingin makan? Ataukah ingin mandi? Ataukah anda menginginkan...saya?"

Untuk sesaat, Ainz mengira dia bisa melihat banyak bentuk hati yang berterbangan di belakang tubuh Albedo.

"...Apa yang kamu lakukan."

"Saya sedang menjadi pengantin baru, Ainz-sama. Saya dengar tidak ada cara yang lebih baik selain menyambut seorang suami yang kembali setelah keluar untuk bekerja dengan binatang piaraan keluarga seperti ini. Bagaimana?"

Dia akhirnya mengerti mengapa tak ada orang yang menyambutnya kembali di permukaan kali ini. Pria yang tak pernah kencan sebelumnya ini, jangankan menikah, membalas dengan kalem "Aku tidak tahu". tapi langsung menelan kalimat itu. Harga dirinya sebagai seorang pria tidak membiarkannya menunjukkan kelemahan. Disamping itu, bagaimana seseorang bisa menjawab sebuah pertanyaan seperti 'Bagaimana'?

Meskipun dia tidak memiliki kepercayaan diri...mengapa tidak membalas dengan sikap yang telah dia ketahui untuk respon jaminan sempurna.

"Itu sangat menarik, Albedo."

"Indah sekali!" senyum Albedo menunjukkan betapa gembiranya dia.

Diserang oleh senyuman Albedo yang menggoda, Ainz duduk pelan-pelan dan mempersiapkan penanganan terhadap masalahnya.

Dia merasa seakan ada ular yang pelan-pelan merangkak di punggungnya.

Itu mungkin dikarenakan hasrat binatang yang terbersit di mata emas Albedo, begitulah yang dirasakan Ainz. Jika Ainz ingin menjawab sambil bergurau "Aku menginginkanmu", Albedo akan segera menggunakannya sebagai dalih untuk menempel seperti binatang buas pemangsa daging. Entah bagaimana, kalimat (Reverse Rape) "Pemerkosaan Terbalik" muncul di otaknya.

Nafsu Sexual Ainz resmi tidak ada, tapi sejumlah kecil yang tersisa masih bisa diketahui dari aroma yang dikeluarkan Albedo. Hasratnya untuk tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dikarenakan rasa penasaran dan mengira tidak ada bahaya yang akan terjadi.

Hentikan, dasar bodoh.

Itu bukan karena pengendalian diri yang kuat sehingga Ainz mengabaikan perasaan Albedo, itu lebih karena dia pasrah dan mengatakan pada dirinya bahwa itu tidak bisa dilakukan oleh seorang kerangka manusia.

Sebelum datang ke dunia ini, dia bercanda dengan mengubah pengaturan Albedo menjadi "sangat jatuh cinta" kepadanya. Karena itu, dia merasa seakan mengambil keuntungan dari perasaan Albedo seperti itu dengan demikian dia tidak mampu mengambil satu langkah maju sekalipun untuk menerima perasaan Albedo.

Tapi aku tidak bisa melakukan apapun terhadap sesuatu yang hilang dariku... hubungan persaudaraan murni tidak akan mengalami kemajuan yang lancar...Itulah kenapa aku takut untuk mengambil langkah selanjutnya.

Ini adalah pemikiran Ainz, yang tak pernah mengalami hubungan dengan anggota dari lawan jenis sebelumnya.

Disamping itu, dari sudut pandang tertentu, NPC yang dibuat oleh teman-temannya sudah seperti anak-anaknya. Menodai hal penting seperti itu akan membuatnya merasa sangat canggung.

Aku bodoh sekali. Ini bukanlah yang harus aku pikirkan.

"Ah!"

Karena Albedo tiba-tiba mengeluarkan suaranya, cahaya di mata Ainz menjadi lebih cerah.

"A.. Ada apa!? Albedo apa yang terjadi?"

"Maafkan saya. Seorang istri pengantin baru harus memakai pakaian tempur terakhir (Telanjang hanya dengan Celemek saja) untuk menyambut suaminya."

Menyelesaikan kalimatnya, wajah merah Albedo melihat ke bawah pada roknya, berkata:

"Dengan izin anda, saya akan langsung ganti."

Sambil mencuri pandangan sekilas pada Ainz, Albedo menambahkan suara yang malu-malu namun masih bisa terdengar:
"...di depan Ainz-sama.."

"...Ah, ya...um, yang benar saja...ha~~, Albedo berhentilah bercanda, dan mari kita mulai rapat organisasi dan bertukar informasi."

"Siap, sesuai perintah anda."

Ainz memaksa diri untuk menempatkan usaha yang tak bisa dijelaskan dari Albedo --- yang menyesal --- karena alasan yang tidak diketahui di belakang otaknya dan duduk di kursinya. Ainz lalu melemparkan tiga tas kulit ke meja. Menuju Albedo, yang sudah berubah dari pengantin baru kembali menjadi sekretaris yang menakjubkan, Ainz berkata:

"Pertama, ambil mata uang yang diperoleh dari E-Rantel ini dan gunakan untuk berbagai macam percobaan."

Tiga tas itu semuanya berbeda ukuran, dengan yang paling besar cukup terlihat menggembung. Di dalamnya ada koin emas, perak dan tembaga yang diperoleh Ainz hasil dari pekerjaan sebagai petualang.

"Sesuai perintah anda, uang ini akan digunakan untuk sistem pertahanan Nazarick, begitu juga dengan percobaan untuk sistem summon bawahan."

"Pastikan sekali lagi apakah ini bisa atau tidak digunakan untuk memproduksi gulungan magic dan item lain."

Emas yang diperoleh dari game YGGDRASIL tidak bisa digunakan untuk membeli item, begitu juga digunakan untuk banyak hal lain: untuk menutupi biaya administrasi untuk sistem pertahanan markas dan biaya untuk memanggil pelayan secara otomatis dari level 30 atau yang lebih tinggi, sebagai media untuk meluncurkan mantra tertentu, untuk membayar biaya produksi dari item dan bahkan sebagai harga untuk membangkitkan NPC yang tewas.

Sudah dipastikan tidak ada masalah dengan koin emas YGGDRASIL di dunia ini. Namun, mereka masih harus mencari tahu jika mata uang dunia ini bisa juga digunakan untuk menutupi pengeluaran mereka, terutama jika memungkinkan untuk menggunakan koin perak dan tembaga -- karena koin emas adalah satu-satunya mata uang di YGGDRASIL.

Bukan berlebihan sama sekali untuk mengatakan bahwa percobaan ini bisa berakibat kepada nasib Nazarick. Jika mata uang yang diperoleh di dunia ini bisa digunakan dengan cara yang sama di YGGDRASIL, maka peraturan operasi di masa depan akan terpengaruh, terutama mengenai atribut penting pada koin-koin tersebut.

Tergantung situasinya, prioritas diberikan untuk memperoleh koin akan meningkat. Di lain pihak, jika mata uang dunia ini tidak bisa digunakan, maka uang di ruang harta akan menjadi garis hidup terakhir dan pengeluaran yang tidak perlu akan dibatasi.

"Sekarang tentang Clementine---"

Mengatakan nama dari mayat wanita yang hilang, Ainz membuat wajah seakan dia telah menggigit serangga.

Karena kesalahan Ainz, wanita yang telah mengetahui banyak informasi berharga mungkin sudah dibangkitkan. Sensasi menggelisahkan bahwa dia mungkin sudah menyebarkan informasi itu pelan-pelan terakumulasi.

Jumlah kemungkinan dari musuh memang banyak, namaun informasi mengenai mereka masih langka. Sebaliknya, informasi pihak ini sudah bocor.

Akan lebih baik jika target yang menerima informasi ini adalah anggota guild yang asli, tapi... mengharapkan keberuntungan seperti itu hanyalah harapan semata. Tindakan masa depan kita seharusnya diambil dengan lebih hati-hati. Tetap saja, apa yang seharusnya dilakukan dengan identitas Momon?

Momon mungkin akan menjadi tersangka, tapi sayang juga untuk langsung membuang identitas itu di tengah ketenarannya yang melambung. Fakta bahwa Ainz dan Momon adalah orang yang sama seharusnya belum terbongkar.

Tidak ada pilihan lain selain beradaptasi pada perkembangan masa depan.

Tidak bisa memikirkan jawabannya, Ainz meletakkan subyek itu ke pinggir dan menghindari pertanyaan sia-sia yang semakin menekan otaknya.

"Perintahkan Pandora's Actor untuk melemparkan salah satu pedang wanita itu ke dalam penghancur di ruangan harta untuk melihat apa yang akan terjadi."

"Penghancur?"

Pertanyaan Albedo mengingatkan Ainz kepada nama asli dari mesin itu.

"Exchange Box. Seseorang dengan kemampuan Merchant bisa menerka nilai dari item yang lebih tinggi. Perintahkan Pandora's Actor untuk mengeluarkan Nearani-san untuk menggunakan kemampuan spesialnya."

Sambil melihat Albedo, yang mengisyaratkan pemahamannya dengan merendahkan kepala, Ainz meletakkan perkamen-perkamen di meja.

"Ada hal lain. Ini adalah peta dunia yang aku dapatkan dari E-Rantel."

"Apakah ini... adalah itu?"

Albedo dengan lembut mengerutkan alisnya, alasannya sederhana. Peta ini dibuat terlalu kasar.

"Aku mengerti rasa tidak puasmu. Hanya ini peta dari keadaan sekitar, ini hanya menunjukkan satu porsi dari dunia ini. Terlebih lagi ukurannya tidak konsistem dan banyak bangunan yang dibiarkan tanpa tanda."

Ada banyak contoh informasi yang Ainz peroleh dari presiden asosiasi magic di E-Rantel yang tidak ditunjukkan di peta, seperti lokasi dari suku Centaurus di padang rumput, saran manusia kalajengking di gurun, pegunungan negeri dwarf, dan lain sebagainya... kesimpulannya, peta ini hanya berguna untuk manusia.

Reliabilitas dari peta yang mencurigakan itu sangat rendah, tapi peta yang lebih baik akan menghabiskan uang dan waktu yang lebih banyak; dan tak ada yang lebih baik lagi.

Ini adalah kalimat dari presiden guild Magician, Theo Rakesheer, yang sangat dekat dengan Ainz, seharusnya itu benar.

Memperolah peta seperti itu sudah merupakan permintaan yang tidak beralasan, seperti yang terlihat dari sikapnya.

"Saya mengerti. Kalau begitu saya akan membuat tiruan dan membagikannya ke setiap Guardian Floor."

"Bagus sekali, sebelum itu biarkan aku menjelaskan."

Ainz menunjuk area tengah dimana detil menit tertulis di sekeliling area.

"Ini adalah E-Rantel, dan ini adalah Great Tomb of Nazarick."

Jari itu bergerak dari tengah menuju Timur Laut, di dekat hutan yang besar yang mengelilingi Nazarick. Ini bisa diketahui dari medannya.

"Disini di daerah pegunungan Azellerisia, perbatasan antara Kingdom Re-Estize dan Baharuth Empire. Mulai dari ujung selatan dan terus mengelilingi Pegunungan, area yang luas ini adalah hutan Tove. Dan diantara ujung paling selatan dari pegunungan dan hutan Tove adalah sebuah sungai yang mengalir ke danau yang berbentuk seperti sendok. Ainz menunjuk kepada bagian selatan dari danau itu."

"Ini adalah Great Wetlands, lokasi dari desa manusia kadal (Lizardmen)"

Memastikan anggukan Albedo, Ainz melanjutkan penjelasannya.

"Yang berikutnya adalah penjelasan dari Presiden Guild Magician tentang negara-negara sekitar. Di sebelah barad laut kerajaan adalah area dengan banyak sekali daerah pegunungan dimana ras demi human membentuk konfederasi Yagrande. Kita harus hati-hati terhadap lima atau mungkin tujung kepala naga yang bertindak sebagai perwakilan. Dan di sebelah barat daya adalah negara yang dikenal dengan Kerajaan suci (Holy Kingdom). Ini digambar dengan tidak karuan di peta, tapi batas negara itu dilindungi oleh sebuah dinding, sepuluh ribu mil Dinding besar. Melindungi dari alam liar, dimana banyak demi-hutam yang sering bertikai."

"Itu adalah tempat dimana Demiurge dikirimkan sebelumnya."

"Benar sekali . Di sisi lain dari alam liar itu adalah Slane Theocracy, kemungkinan musuh yang harus berhati-hati menghadapi mereka."

"Apakah garis ini adalah perbatasan?"

Albedo menggunakan tangan seputih marmer untuk menunjuk garis yang mengelilingi.

"Kelihatannya. Sejujurnya, perbatasan ini tidak bisa berkata banyak. Sangat kasar. Lihat ini, Sebelah Timur laut dari Empire berdiri banyak negara. Bersama mereka membentuk aliansi negara, mereka juga memasukkan kota-kota demi human. Barat daya dari Empire ada banyak Ngarai yang membentuk array raksasa Stela. Gua-gua yang tak terhitung jumlahnya menjadi rumah bagi sekelompok manusia yang merawat Wyvern. Suku mereka tinggal disini."

Menyimpulkan kalimat Ainz, area ini mirip dengan Wulingyuan, tapi situasi sebenarnya tidak jelas.
TL Note : http://en.wikipedia.org/wiki/Wulingyuan

"Pengendara Wyvern?"

Di dalam YGGDRASIL, naga terbang bisa dipanggil oleh mereka yang memiliki job kavaleri yang telah sampai pada akhir level tiga puluh, dan ada bukti mirip di dunia pengendara monster ini.

"Seperti ini...biasanya mereka bisa dikatakan sangat kuat. Namun, bagi Nazarick mereka tidak berguna untuk diserang...dan di bawah ini, di timur danau raksasa - kita sampai pada ujung peta."

Ainz menunjuk meja yang muncul di ujung peta.

"Ada negara disini yang disebut dengan Dragon King Country."

"Dragon?"

"Benar. Itu adalah negara yang dibuat oleh naga yang kuat di masa lalu. Bangsawan Kerajaan negara ini juga mewarisi darah naga...entah itu benar atau tidak masih diragukan....begitulah akhir penjelasan peta ini."

Jika itu adalah dunia dimana Ainz ketika bernama Satoru Suzuki, lapisan lempengan emas mungkin adalah penipuan. Namun di dunia ini, kemungkinan itu adalah kenyataan lebih tinggi.

"Kalau begitu Ainz-sama, negara-negara yang harus kita waspadai adalah Slane Theocracy dan Konfederasi Yagrande?"

Ainz melipat tangannya dan mengeluarkan suara "Uhn".

Hingga pembicaraan tentang negara, dan karena saat ini tidak ada penglihatan yang bisa dilakukan karena kurangnya informasi, terhadap respon ini Albedo perlahan menundukkan kepalanya.

"Maafkan saya, negara ini sekarang juga harus menjadi faktor yang perlu diwaspadai."

"..Benar. Meskipun negara ini bukan ancaman, mungkin juga untuk mewaspadai keberadaan individu yang kuat."

Orang yang menggunakan item kelas dunia pada Shalltear, dan semacamnya.

Meskipun kalimat ini tidak terucapkan, kelihatannya telah terkirim kepada Albedo.

Ainz lalu dengan hormat menunjuk area selatan dan timur di luar peta.

"Menuju timur ada kota yang disebut (Sea City) kota laut, menuju selatan ada kota lain yang dibuat oleh seseorang dengan nama (Eight Desire King) delapan raja nafsu, itu adalah kota yang harus diwaspadai. Kota delapan raja nafsu... adalah kota yang melayang di atas gurun."

"Kota melayang?"

"Ini hanyalah sebutan, dan mungkin saja tidak akurat, tapi ada kota metropolis di bawah kota yang melayang itu. Seolah-oleh kota melayang itu bisa menghasilkan air dalam jumlah yang tak terbatas, kota metropolis seluruhnya dikelilingi oleh mantra magic, dengan seperti itu orang-orang tidak bisa membayangkan jika kota itu berada di gurun."

Mata Albedo berubah beku, dan beberapa kalimat dibisikkan.

"Apakah anda ingin beberapa pelayan untuk melakukan operasi reconnaissance?"

"Tidak perlu mengambil resiko seperti itu. Meskipun ada pengguna item kelas dunia yang tiba disini, sebelum memahami kekuatan tempur mereka, diperlukan juga untuk menghadapi mereka dengan senyuman...bagaimana kondisi Shalltear?"

"Mengenai kebangkitan, fisiknya tidak ada masalah, kecuali..."

"Kalimatmu ragu-ragu. Apakah ada sesuatu yang akan membuatku marah?"

"Ah! Maaf sekali untuk ini. Sebenarnya secara mental dia agak terganggu."

"...Apakah efek dominasi mental masih ada? Bahkan dengan kebangkitan setelah mati masih tidak bisa menyingkirkan efek dari item kelas dunia?"

"Tidak, bukan seperti itu.. karena menunjukkan sikap permusuhan dan melawan Ainz-sama, jauh di dalam lubuk hatinya dia menganggap ini sebagai dosa yang tak bisa dimaafkan."

Ainz bingung sebentar.

Itu seluruhnya adalah kesalah Ainz, Shalltear tidak melakukan kesalahan. Dia sudah bilang berkali-kali.

"Maafkan kelancangan saya karena keberatan terhadap keputusan Ainz-sama."

Ainz mengangguk kepada Albedo yang memiliki ekspresi tulus.

"Kurasa sebaiknya ada hukuman."

Api di lubang mata Ainz semakin gelap, dia membuka mulutnya, tapi langsung menutupnya kembali karena orang di depannya masih ada yang ingin diucapkan.

"...[Wortel dan Batang] adalah idiom yang sangat terkenal. Jika Ainz ingin mengeluarkan hukuman, maka rasa bersalah di hati Shalltear akan hilang, dengan kata lain, tanpa hukuman, perasaan negatif di hatinya tidak akan hilang."

Jadi begitu, memang benar tidak ada hadiah tanpa adanya hukuman, kalian berdua ada untuk alasan ini.

Mengenai bagian itu, sampai dimana hukuman yang harus dilakukan dan sampai dimana maaf bisa diberikan, ini semua adalah keputusan Ainz. Jika biasanya, semuanya hanya akan dimaafkan oleh Ainz.

Di lain pihak, meskipun sedikit sulit kepada Shalltear, tapi ini adalah peluang bagus untuk mendidik.

"...Aku mengerti, mari kita berikan hukuman kepada Shalltear."

"Benar sekali, ini adalah yang terbaik, dan juga maafkan kelancangan saya."

"Apa yang kamu katakan. Dengan memberikan sudut pandang seperti itu adalah yang aku butuhkan. Ketika aku kehabisan ide, mengajukan ide seperti dirimu adalah apa yang seharusnya kamu lakuakn untuk tugas sebagai pengawas Guardian Floor Nazarick."

"Terima kasih banyak!"
Dengan pipi merah dan mata basah, kecantikan kelas dunia itu menundukkan kepala kepada Ainz. Merasa malu dengan kalimatnya yang menyentuh, Ainz melambaikan tangan membalasnya.

"Oleh karena itu, (kita) harus segera melakukan pekerjaannya. Masalah ini akan kuserahkan padamu."

"Ya! Serahkan saja pada saya! Dalam ketidakhadiran Ainz-sama, saya akan bertanggung jawab dan mengaturnya dengan benar."

Dalam kalimat itu, Ainz mendengar sedikit nada seorang istri yang bercampur tapi dia mengabaikannya, karena kalimat Albedo belum selesai.

"Namun, Ainz-sama juga harus hati-hati, Pengguna item kelas dunia yang mencuci otak Shalltear mungkin akan menyerang disini."

"kalau begitu!"

Kembali ke ruangan ini, Ainz mengeluarkan suara tidak senang untuk pertama kalinya..

"Jika mereka kemari, mengusir mereka dengan mudah tidak bisa dilakukan. Tenang saja, Albedo. Jika kita menemui penyerang yang tidak diketahui, aku akan menganggap mundur sebagai prioritas, bahkan aku akan mempersiapkan para pelayan sebagai perisai."

Ainz pelan-pelan melihat ke atap, membayangkan kehadiran alarm yang seharusnya ada disana.

Pengguna item kelas dunia yang memusuhi, para pemain yang mungkin saja ada atau tidak, dan sisa pemain dari masa lalu tentu saja tidak pasti akan muncul sebagai musuh. Namun persoalan terhadap keselamatan seharusnya tidak ditangani dengan ceroboh, oleh karena itu persiapan harus dibuat dengan menganggap skenario terburuk.

"Pertimbangan pertaa adalah sebelum identitas musuh yang sebenarnya diketahui, operasi harus dilakukan serahasia mungkin. Namun, juga dibutuhkan untuk menempatkan umpan untuk memancing mangsa... bagaimana skema seperti itu harus dilaksanakan?"

Albdo sedikit merendahkan pandangan matanya, tapi dari reaksi ini Ainz sudah mengantisipasi hasilnya.

"Laporan dari Cocytus masih belum diterima. Laporan Entoma masih dalam jangkauan yang diduga, dan pertarungan dimulai lebih dekat dari tujuan, jadi laporan disiapkan di awal."

"Jadi seperti itu...meskipun ini bukanlah hasil yang aku inginkan, hal terpenting adalah apa yang bisa kita dapatkan darinya."

"Saya lega anda berpikir seperti itu."

"Bagus. Meskipun aku berharap untuk menuju kesana dan menyaksikannya sendiri, pekerjaan petualangku sayangnya agak menumpuk dan aku tidak bisa pergi. Namun aku masih berharap untuk mengetahui kondisi pertarungan, oleh karena itu rekamlah video dari pertarungan antara lizardmen dan tentara dari Great Tomb of Nazarick."

4 comments:

brian torao said...

sankyu overlord epilog vol.4

Opay Kumoro said...

Mantab lur

Unknown said...

Waaaaaaaaaaasaasssssssssssssuuuuuuuuuu!!!😂😂😂😂

Unknown said...

Mantap kalih