Cybersh Note

Fans Translasi Novel-Novel Asia

19 February, 2016

Overlord - Vol 4 - Chapter 5 Part 1

The Freezing God - Dewa Pembeku

Part 1


Markas utama Ainz adalah adalah benteng yang Aura sedang bangun - tempat yang dikunjungi oleh Cocytus kemarin. Suara samar-samar dari pengerjaan bangunan masih bisa terdengar di kejauhan.

Ketika mereka memasuki sebuah ruangan, Victim yang mengikuti di belakang tanpa bersuara sejak tadi berkata kepada Ainz.

"emoh gniog m'I ,syug uoy wercS.. (Kalau begitu, izinkan saya untuk berpisah disini."

"Terima kasih atas kerja kerasmu. Tolong lindungi lantai satu Nazarick hingga kami kembali."

"amabO sknahT... (Sesuai perintah anda)."

"[Portal]"

Victim pergi ke pintu kegelapan yang dibuka oleh Ainz - dengan tujuannya adalah lantai satu Great Tomb of Nazarick.

Setelah berpisah dengan Guardian yang mampu mengaktifkan skill untuk mencegah penggunaan jurus yang kuat dan mematikan, Ainz mengalihkan perhatiannya ke ruangan. Di waktu yang sama, dia bisa merasakan Aura yang sedang menundukkan wajahnya.


Dia pasti melakukan sebaik mungkin untuk memberikan Ainz sambutan yang megah. Bekas-bekas yang menunjukkan usaha yang patut dihargai di ruangan ini bisa terlihat dimanapun, tapi memang masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Nazarick. Aura mungkin merasa malu karena ini.

Tidak seburuk itu.

Bagi Ainz yang hanya seorang karyawan kantoran, dia tidak keberatan. Ruangannya di Nazarick juga tidak terlalu buruk, tapi yang mengganggunya adalah ruangan itu yang terlalu mewah. Kenyataannya, dia merasa santai dan nyaman disini.

Aku ingin ruangan dengan delapan tatami. Aku harus menemukan sudut untuk mempersiapkannya. Oh, aku harus memuji Aura dan menyampaikan rasa puasku terhadap kerja kerasnya.

Jika seseorang tidak berbicara tentang kepercayaan, rasa terima kasih dan perduli, mereka tidak akan sukses.

Ainz teringat sebuah kalimat yang dia lihat terbingkai di lemari pajangan CEO ketika mengunjungi perusahaan. Dia tidak tahu siapa yang menciptakannya, tapi itu adalah kalimat yang hebat. Rasanya seperti perkataan dari seorang bos yang ideal.

Kamu harus menunjukkan rasa terima kasihmu. Orang-orang tidak akan berusaha menjadi yang terbaik jika tidak ada hadiah.... Semacam itu?

"Maafkan aku Aura, karena bersikeras menggunakan tempat ini. Tidak usah menghiraukan detilnya, aku sangat memuji atas apa yang telah kamu selesaikan. Jika ini dibuat olehmu, maka ini sama bagusnya dengan Nazarick."

"...Ya."

Mata Aura sedikit melebar. Aku seharusnya lebih menghiburnya. Meskipun Ainz ingin melakukan itu, tak ada ucapan yang lebih baik yang muncul di otaknya, jadi dia menutupinya dengan mengamati sekeliling sekali lagi.

Aroma kayu segar masih berkumpul disini.

Biasanya, daripada tempat ini yang tidak memiliki pertahanan sama sekali, kembali ke Nazarick tidak diragukan lagi lebih aman. Tanpa magic pertahanan, ini seperti rumah kertas. Tapi disisi sebaliknya, Ainz memang menggunakan dirinya sebagai umpan untuk memancing keluar ikan yang lebih besar.

Ada jarak yang besar antara danah dengan tempat ini, jadi mereka yang bisa mengejar kemari - jika memang ada - pastinya adalah pemain YGGDRASIL, atau orang-orang setingkat itu.

Itu artinya bahwa tujuan dibangunnya tempat ini adalah untuk memancing musuh yang menyasar Nazarick untuk menunjukkan diri mereka.

Itu adalah tindakan yang bahaya, tapi Ainz merasa resikonya sepadan untuk memperoleh tujuannya.

Mereka masih tidak muncul. Jangan-jangan... rencananya gagal? Lagipula, apa itu?

"...Aura, aku ingin bertanya kepadamu. Benda apa itu?"

Tatapan Ainz berhenti ke arah sebuah kursi putih yang ditempatkan sendiri di dalam sebuah ruangan. Sandarannya dibuat tinggi dan mengagumkan. Dibuat dengan sangat baik dan tak berlebihan jika menyebutnya sebagai karya seni. Jika dia mengabaikannya makan akan timbul masalah.

"Sedikit datar, tapi saya telah mempersiapkan sebuah singgasana."

Yang menjawab dengan percaya diri adalah bawahan yang mengikutinya - Demiurge. Itulah yang aku pikirkan, Ainz berkata kepada diri sendiri di dalam otaknya dan bertanya lebih jauh.

"--Tulang apa yang kamu gunakan?"

"Tulang dari berbagai macam binatang buas. Bagian terbaik adalah dari binatang buas seperti Griffon dan Wyvern."

"...Oh.. begitu."

Itu adalah singgasana yang dibuat dari banyak tulang belulang. Tidak terdapat di dalam daftar logistik yang mereka bawa dari Nazarick, jadi itu adalah sesuatu yang dibuat Demiurge di luar. Tak perduli bagaimanapun dia melihatnya, tengkoran manusia atau demi-human juga pasti digunakan. Memang terlihat putih sekali tanpa sedikitpun noda darah dan daging padanya, tapi masih terasa ada noda darahnya.

Memang sedikit menjijikkan, duduk di benda itu sama seperti duduk di jarum yang empuk, membuat Ainz ragu. Tapi bawahannya telah bekerja keras mempersiapkannya, sulit untuk ditolak. Apakah ada alasan lain yang bisa dia gunakan agar tidak menyebabkan protes...

Ainz menjentikkan jarinya setelah berpikir tentang itu.

"...Shalltear. Aku akan memberikan hukuman atas apa yang telah kamu lakukan sekarang. Benar sekali... Aku akan menghukummu agar malu."

"Ya!"

Shalltear yang tiba-tiba disebut sedikit terkejut.

"Berlututlah dengan kepala menunduk di sebelah sana, dan letakkan tanganmu ke lantai."

"Ya!"

Shalltear berjalan ke tempat yang ditunjuk Ainz - yang mana adalah ruangan tengah dan melakukan apa yang diperintahkan dengan wajah bingung.

Ainz berjalan ke arah Shalltear dan duduk di punggungnya.

"...Ainz, Ainz-sama!"

Shalltear yang terkejut hanya bisa menghembuskan nafas sambil berbisik 'Hans-sama'. Dia gemetar dan kaku karena ketakutan ketika Ainz duduk di punggungnya.

"Kamu sekarang adalah sebuah kursi, mengerti?"

"Ya!"

Ainz mengalihkan tatapannya dari Shalltear yang suaranya semakin menjerit, kepada Demiurge.

"---Maaf Demiurge, tapi ini harus kulakukan."

"Ternyata begitu! Menakjubkan! Menggunakan Guardian sebagai sebuah kursi! Ini adalah sebuah kursi yang dibuat khusus untuk Supreme Master! Seperti yang diduga dari Ainz-sama. Saya tak pernah terpikirkan tentang itu!"

"Be, Begitkah.."

Dihadapan rasa hormat yang berkilauan yang ditunjukkan oleh Demiurge, Ainz mengalihkan wajahnya, tak mengerti mengapa Demiurge tersenyum cerah. Setelah itu, seorang wanita cantik berkata kepada Ainz dengan senyum yang menakjubkan.

"Maafkan hamba Ainz-sama. Saya permisi daulu. Saya akan segera kembali."

"Kamu perlu sesuatu Albedo? Silahkan, lakukan saja."

Setelah berterima kasih kepada Ainz, Albedo meninggalkan ruangan. Langsung, sebuah teriakan seorang wanita 'Hyaaaaaaaaahhhh!', dan suara dinding yang dipukul dengan ganas bisa terdengar, dan seluruh benteng terlihat bergetar.

Setelah satu menit atau lebih, Albedo kembali ke ruangan tanpa berkata apapun dan menyunggingkan senyum seperti biasanya.

"Saya telah kembali, Ainz-sama. Oh ya, Aura. Aku tidak sengaja menabrak dinding ketika aku meninggalkan ruangan. Kelihatannya sedikit rusak, bisakah kamu perbaiki nanti? Aku minta maaf."

"Ah, ermmm... Okay, aku akan memperbaikinya."

Ainz menelan kalimat yang ingin dia katakan dan menghela nafas. Dia memfokuskan tatapannya yang kemana-mana dan terpaku kepada tongkat yang mengeluarkan aura teror.

Tongkat asli Ainz Ooal Gown tidak dibawa kemari, ini adalah sebuah replika- sebuah prototipe replikasi dari senjata guild. Dibuat dari bagian yang diambil dari bagian terdalam di ruangan harta, itu adalah properti yang terlihat hampir sempurna dari luar.

Guild akan jatuh jika senjata guild dihancurkan, jadi senjata tersebut tidak bisa dibawa keluar dengan seenaknya. Tongkat itu dititipkan kepada Guardian Cherry Blossom Zone (Zona Sakura) di lantai 8 untuk dilindungi sekarang ini.

Kami memang berhasil membuat pencegahan jika cincin kami dirampok, tapi tidak mudah menemukan tempat itu... untuk mengujinya...

Saat Ainz berpikir demikian, Shalltear tiba-tiba gelisah, menggeser dirinya agar Ainz bisa duduk lebih nyaman. Ini membuat Ainz melihat ke bawah yaitu belakang kepala Shalltear dengan peasaan tidak enah yang aneh.

Nafas Shalltear semakin tidak karuan.

Pasti berat baginya. Di bawah Ainz adalah punggung ramping Shalltear yang terlihat berusia empat belas tahun. Seorang pria dewasa yang sedang duduk di punggung gadis cilik. Menyadari betapa mesum, memalukan dan kecil hal itu, Ainz merasa dia mungkin sudah keterlaluan.

Shalltear adalah NPC yang dibuat oleh temannya di masa lalu. Bahkan Peroronchino tidak akan memperlakukannya dengan kejam seperti ini. Tindakan ini sama dengan menodai ingatan dari teman masa lalunya. Bodoh sekali menganggap ini sebagai menghukum diri.

Menyiksa Shalltear seperti ini... tidak bisa dimaafkan.

"Shalltear, apakah sakit?"

Ainz berencana untuk bilang 'Jika memang begitu, ayo kita sudahi'. Shalltear melihat ke atas dengan wajah bersemu merah dengan sabar, ekspresinya penuh dengan kesenangan.

"Tidak sakit sama sekali! Ini seperti sebuah hadiah!"

Dia terus-terusan mengeluarkan nafas panas yang tersimpan di dalam tubuhnya, memantulkan wajah Ainz pada matanya yang berkilauan. Lidahnya yang basah mengusap bibir-bibirnya, memantulkan cahaya genit sekali. Dia menggeliatkan badannya seperti seekor ular.

"...Hnngh!"

Ainz berhasrat ingin segera pergi.

Dia hampir menyerah karena hasrat ini.

Tidak, aku tidak boleh melakukan itu.

Dia sedang menghukum Shalltear, tapi kesalahan Ainz sejatinya adalah kesalahan Ainz. Itulah kenapa dengan menahan diri untuk tidak bangun adalah hukuman bagi Ainz.

Ainz menghancurkan emosi rumit yang mengalir di dalam dirinya.

Dia mencoba sebisa mungkin untuk mengabaikan kursi yang telah terengah-engah dan menggeliat. Tapi dia tidak bisa menahan teringat Peroronchino, betapa mesumnya ini.

"...Kalau begitu, kita menuju topik yang serius. Apakah kita telah mengintimidasi mereka?"

"Saya rasa sempurna sekali, Ainz-sama."

"Benar sekali, lihat saja wajah-wajah lizardmen itu."

Ainz tersenyum lega setelah mendengar apa yang dikatakan oleh para Guardian. Sebenarnya, tidak mungkin bisa tahu perubahan ekspresi dari lizardmen. Mereka mungkin lebih dekat dengan manusia daripada reptil, tapi ekspresi wajah mereka berbeda sama sekali dari manusia.

"Begitukah. Kalau begitu fase pertama untuk membuat mereka takjub dengan kekuatan sudah berhasil."

Ainz menghembuskan nafas lega.

Dia menggunakan magic Super-tier (Magic tingkat Super) 'The Creation' yang hanya bisa digunakan empat kali dalam sehari. Jika itu tidak berhasil, tak ada lagi yang bisa dilakukan.

"Demiurge, berapa lama yang dibutuhkan untuk mencari tahu dengan pasti seberapa besar area yang beku?"

"Kami telah mulai melakukannya, tapi progresnya lambat karena areanya lebih luas dari yang diduga. Tolong beri kami waktu lagi."

Ainz menghentikan Demiurge yang akan berlutut. Ainz menutup mulutnya dengan jari yang tinggal tulang itu dan berpikir. Area yang terkena efek lebih lebat dari yang diduga berarti termasuk berhasil dalam istilah percobaan magic.

'The Creation' adalah magic tingkat super yang bisa merubah medan itu sendiri. Di YGGDRASIL, magic itu digunakan untuk melindungi diri dari panasnya gunung api atau dinginnya tanah yang beku.

Masih mungkin untuk menunjukkan kekuatan mereka tanpa magic tingkat super.

Tidak ada hubungannya dengan perkembangan ini, Ainz selalu ingin melakukan percobaan untuk menentukan area yang terkena akibatnya. 'The Creatiion' adalah magic yang memiliki area efeknya luar biasa besarnya. Tapi tidak jelas apa akibatnya di dunia luar.

Di YGGDRASIL efek mantra bisa disebut dengan 'Area', tapi seberapa besar 'Area' di dunia ini? Ainz ingin mencari tahu. Jika bisa menutupi seluruh daratan, makan akan sangat terlalu besar.

Demikian pula, membekukan seluruh danau memang terlalu berlebihan. Ketelitian harus diambil ketika memakai magic tingkat super.

"Aura, bagaimana jaringan keamanannya?"

"Ya! Kami telah mengerahkan undead yang diperintahkan oleh Ainz-sama untuk mengamankan area dengan radius dua kilometer. Tapi tak ada tanda-tanda apapun yang spesial sejauh ini. Saya juga telah mengirimkan monster-monster yang memiliki spesialisasi dalam pengamatan untuk berpatroli dalam area sebesar 4 km, tapi kami tidak melihat hal apapun yang mencurigakan."

"Ternyata begitu.. Musuh mungkin akan sembunyi dari pendeteksian saat mereka semakin dekat, bagaimana dengan tindakan pencegahan terhadap hal itu?"

"Tidak ada masalah. Dengan kerja sama Shalltear, kami telah mengirimkan undead yang ahli dalam pengintaian."

"Bagus sekali."

Aura tersenyum gembira setelah Ainz memujinya. Ekspresi murungnya telah hilang tanpa jejak.

"Kita telah menunjukkan diri hingga seperti ini, mengapa orang-orang yang menggunakan World Class Item (Item Kelas Dunia) terhadap Shalltear melakukan gerakan?"

Ainz bertanya lagi di bawah tatapan semua yang hadir, tapi tidak mengarahkan pertanyaannya kepada siapapun secara khusus.

"Mengapa mereka tidak melakukan pengintaian pada Nazarick dan tempat ini?"

"Jangan-jangan mereka mengintai kita dengan World Class Item yang tidak bisa kita deteksi dengan cara biasa?"

Ainz memiringkan kepalanya untuk membalas pertanyaan balik dari Demiurge.

"....Aku memang mempertimbangkan kemungkinan ini, itulah kenapa aku menggunakan Momon...Jika mereka benar-benar menggunakan World Class Item kepada kita, mereka tidak akan bisa mengamati Momon yang juga memiliki World Class Item. Itulah kenapa aku berasumsi mereka akan menggunakan cara fisik seperti pengintaian untuk mengawasi kita...Mereka mungkin juga menggunakan magic surveillance (pengamatan). Tapi itu berarti adalah cara yang tidak biasa..."

Ainz menyadari Guardian di sekelilingnya terlihat bingung, itu artinya penjelasannya tidak cukup jelas.

"...Bagaimana aku harus menjelaskannya... Di masa lalu, kami memiliki sebuah tambang yang bisa menghasilkan tipe logam yang langka. Saat kami memonopoli suplainya, harga pasar untuk itu langsung meningkat dan beberapa orang mulai merencanakan untuk merampok kami. Item yang mereka gunakan waktu itu adalah 'Ouroboros'. Itu adalah World Class Item kelas atas yang dikenal sebagai salah satu dari 'The Twenty' (Dua Puluh)."

Ainz menyipitkan matanya.

Dia marah sekali ketika dia baru saja dirampok, tapi mengingat balik, itu adalah bagian kenangan yang manis. Meskipun mereka dihabisi dan menjatuhkan banyak item langka.

"Kurang ajar sekali! Mereka berani merebut teritori yang dikuasai oleh Supreme Being?! Tidak bisa dimaafkan! Tolong beri kami perintah untuk menyerang balik!"

Mendengar betapa marahnya Albedo membuat Ainz mengalihkan pandangannya.

Dia bisa melihat rasa permusuhan dan nafsu membunuh yang dikeluarkan oleh seluruh Guardian, bahkan Demiurge yang biasanya tenang menunjukkan senyum yang seram. Bukan hanya itu, bahkan Mare yang menyimpan ekspresinya tidak bisa menutupi hasratnya untuk menyerang. Ainz tidak bisa melihat wajah Shalltear karena dia sekarang sedang menjadi kursi, tapi dari kekakuan tubuhnya, tekadnya telah tersampaikan kepada Ainz dari belakang.

"Tenanglah! Ini semua adalah masa lalu sekarang."

Ainz mengangkat tangan untuk menenangkan para Guardian. Mereka terlihat lebih tenang, tapi mereka masih merasa tidak stabil seakan magma yang mengalir di bawah permukaan. Untuk merubah topiknya, Ainz melanjutkan apa yang dia katakan.

"Musuh menggunakan Ouroboros untuk menghentikan kami masuk ke 'Dunia' dimana tambang itu berada. Mereka mungkin menggunakan kesempatan ini untuk mencari di sana dan mengambil tambang. Ketika segelnya terbuka, kami masuk ke dalam dan hanya menemukan tambang yang telah dikuasai."
TL Note : 'Dunia' yang dimaksud adalah ketika masih ada di YGGDRASIL yang terdiri dari sembilan dunia yang diambil namanya dari mitologi Nordic kesembilan dunia itu adalah :  Asgard, Álfheimr, Vanaheimr, Niðavellir, Midgard, Jötunheimr, Niflheim, Helheim and Múspellsheimr.

Dalam percobaan buru-buru untuk mengambil kembali tambang tersebut, sekitar separuh anggota guild tewas setidaknya sekali. Ainz menahan kalimat itu dan tidak mengeluarkannya keras-keras.

"Aku akan menuju topik utama. Aku menyebutkan bahwa kami dilarang masuk ke 'dunia' itu, tetapi orang-orang yang memiliki World Class Item masih bisa masuk ke 'dunia' itu. Oleh karena itu, tidak mungkin mereka mengawasi kita bahkan dengan world class item terkuat."

Saat Ainz mendengar bawahan-bawahannya yang merasa tercerahkan, dia masih ragu apakah ini memang benar.

Kemungkinannya memang tinggi, tapi tidak ada bukti untuk membuktikan bahwa ini memang benar.

Ketika menggunakan 'Conflict of the Five Elements' (Konflik Lima Elemen) yang mana juga merupakan salah satu dari 'The Twenty' seperti 'Ouroboros', perusahaan game mengirimkan pesan kepada pemilik World Class Item. Disamping permintaan maaf, mereka juga mengirimkan sebuah item sebagai kompensasi. Isi dari permintaan maaf itu adalah : "Penyandang World Class Item, seharusnya, anda diperkecualikan dari segala perubahan dunia. Tapi pekerjaan untuk mempertahankan data anda sambil kami mengupdate server adalah hal yang menantang. Oleh karena itu, kami tidak memiliki pilihan lain selain menganggap ini adalah kasus pengecualian saat kami mengupdate server."

Sehingga, tidak mungkin mereka bisa bertahan terhadap ini. Tapi peristiwa itu adalah pengecualian dari biasanya.

Terutama World Class Item yang bisa bertahan dari magic pengamatan. Percuma jika item itu tidak bisa melindungi Nazarick dari World Class Item lainnya.

"Dan itulah kenapa aku kira musuh akan mendekati Momon... Tapi mereka yang mendekatinya adalah ibu-ibu yang membawa bayi yang baru lahir dan para petualang."

Mereka meminta Momon untuk mengusap kepala bayinya untuk memberikan berkah kesehatan dan kekuatan kepada mereka. Para petualang meminta jabat tangan dan berharap mereka bisa semakin kuat, tapi tak ada yang ingin bicara dengannya secara pribadi.

Itulah kenapa Ainz mengekspos dirinya dengan pertahanan yang lemah kali ini, menunggu musuh mebuat gerakan.

Tidak memberi World Class Item kepada Cocytus juga merupakan bagian dari rencana. Ainz berencana untuk menggunakannya sebagai umpan untuk memancing musuh keluar. Kelihatannya memang menakutkan karena musuh tidak diketahui, dan mereka bisa saja sudah mempersiapkan rencana perncegahan yang tepat setelah yakin siapa musuhnya.

"Mengenai masalah ini... Bolehkah saya berbagi pendapat saya?"

"Apa itu, Albedo?"

"Ya, seperti yang Ainz-sama jelaskan, rencananya adalah memaksa keluar musuh. Jangan-jangan lawan enggan mendekati kita karena mereka juga beroperasi di bawah kegelapan, seperti kita?"

....Ah.

"Tidak masalah, Albedo, aku sudah mempertimbangkan kemungkinan itu."

Dia tidak melakukannya. Ainz berasumsi bahwa musuh juga berpikir sama sepertinya, mencoba untuk mengumpulkan informasi tentang dirinya.

...Benar-benar kesalahan. Apakah aku salah sejak awal?

"Permisi, dan juga..."

Albedo-san, tolong berhentilah - Ainz menangis di dalam hati. Dia merasa seperti seorang kandidat yang sedang mengulas naskah pertanyaan setelah ujian dan menyadari jawabannya salah.

"Tentang mengeluarkan informasi bahwa Shalltear telah dikalahkan dengan item..."

"Ya, itu yang aku laporkan kepada guild, itu adalah untuk mencegah orang-orang ketakutan karena Momon menjadi terlalu kuat. Kristal magic penyegel kelihatannya adalah item yang langka disini, pasti sulit menghancurkan kristal hanya untuk bereksperimen. Membuat kristal tidak stabil dan menggunakannya untuk mengalahkan Shalltear adalah cerita yang lebih meyakinkan, dan orang-orang akan semakin berkurang kewaspadaannya terhadap Momon."

"Anda memang benar. Bagi orang-orang yang berpikir bahwa kristal penyegel adalah barang langka, ini bukanlah metode yang buruk."

Cara bicara Albedo yang berputar-putar membuat Ainz merasa tidak enak.

"...Tapi jika pihak lain memiliki banyak kristal seperti Ainz-sama, bukankah situasinya akan berbeda?"

"...Hmmm? Ah, itu maksudmu."

Ainz membuat ekspresi cerah, tapi tidak mengerti sama sekali.

Memangnya kenapa jika pihak lain memiliki beberapa kristal penyegel? Memang nyata jika magic yang tersegel adalah hal yang berharga di dunia ini. Apakah Albedo khawatir jika kristal itu akan hancur ketika dipakai untuk uji coba?

Tapi kelihatannya bukan hanya itu saja.

Sebuah perasaan sangat tidak enak berkelebat di otak Ainz. Dia ingin Albedo menjelaskan lebih jauh, yang mana membuat Ainz membenci diirnya karena bertindak sombong sebelumnya.

Apakah tidak apa bagiku sebagai penguasa dan memutuskan peraturan dari Nazarick? Apakah aku mengemudikan sebuah kapal menuju gunung tanpa tahu?

Ainz merasa ingin kabur.

Dia tidak tahan beban sebagai penguasa yang dia rasakan berkali-kali - sebuah beban yang semakin berat ketika menghadapi kegagalan - Ainz terus komplain di hatinya.

Tetapi dia tidak bisa melakukan itu. Karena dia telah mengambil nama Ainz Ooal Gown, dia tidak bisa membuang ciptaan-ciptaan dari teman-temannya - Para NPC dan harta-harta di Great Tomb of Nazarick. Yang lebih penting lagi dia tidak ingin menjadi orang tua yang membuang anaknya.

Aku juga khawatir apakah kalian akan mengkhianatiku, membuangku atau menyerah denganku. Namun, aku akan bersikap sebagai Ainz Ooal Gown yang sesuai dengan harapan kalian dan layak menjadi kepercayaan kalian.

Dan begitulah, Ainz membuat ekspresi yang dia praktekkan di depan cermin dan berkata dengan pose yang penuh kepercayaan diri sebagai seorang Maharaja.

"Tidak masalah, aku mengerti mengapa kamu merasa tidak enak."

Ainz lalu melihat sekelilingnya.

"Albedo... silahkan berbagilah kekhawatiranmu dengan Guardian lain."

"Ah, ya! Jika lawan memiliki banyak kristal seperti Ainz-sama... Seseorang yang tahu akan keberadaan kristal itu, mereka akan bisa mengetahui bahwa informasi ini adalah palsu. Mereka akan yakin bahwa Shalltear tidak dikalahkan oleh kristal - meskipun mereka tidak tahu apakah Shalltear sudah dalam kekuatan penuh, pengguna World Class Item akan berasumsi bahwa Momon sekuat Shalltear. Mereka lalu akan menyimpulkan bahwa warrior misterius Momon yang muncul tiba-tiba di E-Rantel adalah seseorang yang bahaya ya kan? Mereka mungkin juga akan mencurigai bahwa Shalltear mungkin ada hubungannya dengan Momon..."

"...Albedo, dan para guardian, bagaimana menurut kalian tindakan musuh selanjutnya?"

"Maafkan hamba. Saya rasa jika musuh ingin menentang Ainz-sama, mereka akan menyebarkan rumor Momon yang bekerja sama dengan vampir meskipun tidak ada buktinya. Mereka tidak ingin Momon mendapatkan ketenaran lebih banyak lagi."

Urghhh - Ainz mengerang di dalam hatinya.

Bagian dari tujuan pergi ke E-Rantel adalah untuk mengumpulkan informasi, tapi tujuan utamanya adalah meningkatkan ketenaran dari persona Momon - dan sebagian kecil yang ingin melarikan diri. Rencana asalnya adalah untuk menunggu si pahlawan hebat lahir lalu membuka indentitas sebenarnya dari Momon, merubah seluruh ketenarannya menjadi Ainz Ooal Gown, menyebarkan nama ini ke penjuru dunia.

Dia juga ingin menunjukkan guild PK (Player Killer / Pembunuh Pemain) miliknya telah berubah di dunia ini, jadi dia melakukan kebaikan dengan menggunakan nama Momon. Tapi rencana ini mungkin akan gagal.

"Hmm? Demiurge, biar kutanya sesuatu padamu, apakah lebih efektif jika rumor seperti tersebar setelah Momon menjadi terkenal?"

"Aura, itu akan menjadi gerakan yang buruk. Jika Ainz-sama sudah mengumpulkan ketenaran yang cukup, masa akan berpikir berita tersebut hanyalah rumor jahat. Mereka harusnya memotong akarnya sebelum ketenarannya tumbuh."

"Pandangan yang hebat, Demiurge."

Ainz mengangguk merespon Demiurge yang menundukkan kepala, bersikap seakan dia memiliki ide yang sama.

"Aku akan bertanya lagi. JIka memang seperti itu, mengapa musuh belum menyebarkan rumornya?"

Setelah mendengar pertanyaan Ainz ini, Demiurge mengangkat sebuah jarinya.

"Pertama, mereka belum menyelesaikan penyelidikan mereka terhadap Momon-sama.  Jika Momon-sama memang mengalahkan Shalltear dalam pertarungan sebenarnya, mereka tidak ingin memancing kemarahan Momon-sama. Mereka mungkin akan mundur ke tempat mereka. Yang kedua-"

Demiurge mengangkat jarinya yang lain.

"Bagaimana jika pertemuan dengan Shalltear hanyalah kebetulan? Mereka mungkin saja sedang lewat dengan tujuan tertentu, hanya pihak ketiga yang tidak ada hubungannya."

"Itu tidak mungkin, Demiurge, kemungkinannya sangat kecil..."

Ainz berkata seperti itu, dia baru saja menyadari skenario ini bukan tidak mungkin.

Dia benar-benar yakin bahwa serangan ditujukan kepada Shalltear - atau penduduk Nazarick. Tapi Shalltear diserang tidak lama setelah berteleportasi. Jika serangannya menargetkan Shalltear, mereka pasti sangat jitu dan mengerikan.

Apakah dia dibutakan oleh ketakutan terhadap musuh yang tak terlihat?

Ainz menyipitkan matanya - atau lebih tepatnya, sinar merah di dalam lubang matanya.

Pada akhirnya, masalahnya adalah informasi yang kurang dan tidak lengkap. Mereka memerlukan lebih banyak kekuatan.

Lagipula, masalah terbesar adalah jaringan intelijen kita terlalu kecil.

Sebas juga telah ditugaskan untuk itu, tapi intelijen yang dikumpulkan oleh beberapa agen masih terbatas. Pada awalnya, dia mengira cukup dengan memperoleh informasi dasar tentang dunia ini, tapi itu tidak cukup dalam situasi sekarang.

Intelijensi yang dikumpulkan oleh seorang petualang dan kepala pelayan dari seorang pedagang masih kurang penting dan berkualitas daripada petugas pemerintahan yang tinggi.

Ainz tidak bisa terpikirkan siapa yang bisa menganalisa dan mengumpulkan intel dari sudut yang berbeda dan memutuskan apakah intel tersebut penting.

"Ara ara, masalah utama adalah kurangnya intel. Kita harus hati-hati terhadap musuh yang tidak bisa kita lihat, membuatnya kita sulit melakukan gerakan..."

Setelah mendengar protes Ainz, Demiurge tersenyum seakan dia telah mendapatkan ide bagus.

"Jika itu masalahnya, bagaimana jika menggabungkan kekuatan dengan sebuah negara?"

Setelah terdiam sejenak, Albedo berkata "Oh." untuk mengekspresikan bahwa dia telah mengerti. Ainz membuat suara yang sama beberapa saat kemudian.

"Ternyata maksudmu itu Demiurge."

Tapi ketiga Guardian lain yang masih memiringkan kepala mereka karena bingung. Aura mengakui dengan jujur keraguannya.

"Ainz-sama, apa artinya itu?"

Menghadapi pertanyaan Aura, Ainz merasa lega bahwa dia tidak menunjukkan ekspresi wajah apapun.
"Ara ara... Mare, Shalltear, apakah kalian mengerti apa yang Demiurge bicarakan?"

Kedua orang itu menggelengkan kepala.

"Ternata begitu, mau bagaimana lagi. Demiurge, silahkan jelaskan."

"Atas perintah anda. Semuanya, Ainz-sama khawatir terhadap musuh yang tidak diketahui. Aku rasa jika kita menghadapi musuh yang kuat seperti ini dan kedua sisi secara terang-terangan membuat permusuhan, kita harus membuat suatu gebrakan untuk menyelesaikan masalah kita selama negosiasi."

Pak Guru, saya tidak mengerti - Tiga orang murid dan seorang dewasa kelihatannya memasang kalimat ini di wajah mereka. Pak Guru Demiurge kelihatannya menyadari bahwa penjelasannya terlalu samar, lalu melanjutkannya dengan membantu standard muridnya.

"Apa yang akan kalian lakukan jika Ainz-sama dikendalikan oleh pengguna World Class Item?"

"Akan kupotong dia hingga berkeping-keping."

"..Tidak, bukan itu maksudku, Aura. Bukankah dikendalikan adalah suatu titik gebrakan? Kenyataannya, ada orang yang bisa mengendalikan musuh mereka dengan World Class Item, jadi kemungkinan Ainz-sama dikendalikan tidak nol."

Wali Kelas Bu Guru Albedo menambahkan penjelasan dari Pak Guru Demiurge.

"Maksudnya setelah pura-pura bergabung dengan bendera sebuah negara, Nazarick bisa menggunakan ini sebagai alasan untuk tindakan apapun di masa depan. Kita bisa saja berkata bahwa kita bertindak di bawah perintah dari negara yang bersangkutan dan tidak punya pilihan. Jika musuh yang kuat muncul, kita bisa memindahkan tanggung jawab itu ke negara yang bersangkutan, benar kan? Jika musuh tidak menginginkan konfrontasi langsung, mereka akan berusaha untuk mengakomodir kita."

"Ternyata begitu.. jika ada orang-orang yang tidak senang dengan mereka, kita bisa menggunakan alasan ini untuk menarik pihak ketiga ke sisi kita... Itu rencananya. Seperti yang diduga dari Ainz-sama..."

Seperti seorang bos dari organisasi kejahatan yang mengelus-elus kucing di pangkuannya, Ainz mengusap kepala Shalltear yang bersikap sebagai kursi saat dia berkata "Itu bukan aku."

"Yang memunculkan rencana ini bukan aku, tapi Demiurge. Dia seharusnya yang mendapatkan pujian."

"Tidak, anda terlalu memuji saya. Ainz-sama kelihatannya telah berkesimpulan seperti ini sebelum saya."

"Ah, memang. Maaf sudah mengambil pujianmu. Dan yang lebih penting lagi, akan lebih mudah bagi kita untuk mengumpulkan informasi."

Sebuah negara seharusnya telah memiliki jaringan informasi. Mereka bisa bergerak maju dalam sekali lompatan hanya dengan mengirimkan bawahan dari Nazarick ke dalam lingkaran dalam negara tersebut.

Setelah mempelajari nasehatnya yang berguna bagi Ainz dan sikap bicara Ainz sambil melihat dan memastikan bahwa penjelasannya sama dengan dua Guardian yang brilian membuat Demiurge tersenyum.

"Seperti yang anda bilang."

Ainz tahu bahwa Demiurge mengira Ainz tahu dari awal.

"Ah, seperti yang diduga dari Ainz-sama, sudah memikirkannya hingga sejauh ini... Hmmmm... jadi makhluk rendahan seperti manusia juga bisa berguna."

Setelah Albedo berkomentar, Guardian lain - termasuk Shalltear yang dihukum menjadi kursi - menyirami Ainz dengan tatapan kekaguman yang berkilauan.

Itu membuat Ainz merasa tidak enak, tapi dia merasa lega bahwa dia tidak salah ketika dua orang itu setuju dengannya.

"Kalau begitu.... mari kita mencari sasaran sebuah negara."

"Jika kita mempertimbangkan negara di sekitar, kelihatannya adalah Kingdom Re-Estize, Baharuth Empire dan Slane Theocracy."

"Ba, bagaimana dengan negara-negara yang jauh? Seperti Republik dan Holy Kingdom (Kerajaan Suci)"

"Aku tidak menyarankan memilih negara yang jauh, dan aku tidak ingin membuat kontak dengan Theocracy sebelum aku memiliki informasi yang cukup tentang mereka. Sisanya adalah Kingdom dan Empire... Dan informasi yang dikumpulkan oleh Sebas, Kingdom tidak terlalu menarik bagiku, tapi... kita buruh penelitian lebih dalam lagi."

Ainz mengulurkan tangannya ke arah cermin setelah berkata "Ngomong-ngomong."

"Kita telah memberikan lizardmen sedikit waktu, mari kita lihat apakah ada hal-hal tak terduga yang terjadi."

Pemandangan dari sudut pandang atas (bird view) terhadap desa lizardmen muncul pada mirror of remote viewing, dengan titik-titik kecil yang sedang bergerak kesana kemari.

Ainz mengulurkan tangan ke arah cermin dan membuat isyarat, merubah pemandangan dari cermin.

Pertama kali, tentu saja untuk membesarkan pemandangannya (zoom in).

Pemandangan lizardmen yang sedang bekerja keras bersiap untuk perang muncul secara lengkap.

"Usaha yang sia-sia."

Demiurge bergumam lirih kepada lizardmen.

Mari kita lihat, dimana mereka. Sulit sekali membedakan lizardmen-lizardmen itu.

Ainz mencari enam lizardmen yang telah dia lihat dalam rekaman dengan wajah mengkerut.

Hmmm- ketemu yang memakai armor. Itu yang melemparkan batu, ya kan? Selanjutnya, yang memakai pedang buster disini. Perbedaannya terlalu kecil. Mudah sekali menemukan mereka dengan warna equipment yang mencolok... Ketemu yang memiliki lengan yang mencolok.

Setelah mengamatinya, Ainz terus merubah gambar pada cermin.

"...Aku tidak melihat lizardmen putih dan yang memegang senjata magic."

"Ermm.. yang disebut Zaryusu?"

"Ah, benar, itulah namanya."

Ainz mengingat lizardmen yang datang untuk bernegosiasi dengan bantuan cepat nama dari Aura.

"Jangan-jangan dia ada di dalam rumah?"

"Mungkin saja."

Tapi cermin ini tidak bisa melihat ke dalam bangunan. Biasanya itu adalah masalahnya.

"Demiurge, tolong 'infinity haversack' (tas ransel tanpa batas) nya"

"Atas Kehendak anda."

Demiurge membungkuk dan memindahkan meja di sudut ruangan dan mengambil infinity haversack. Dia menyerahkannya kepada Ainz dengan hormat. Ainz mengambil salah satu gulungan dari dalamnya.

Dia lalu mengaktifkan magic di dalam gulungan.

Sebuah organ bersensor halus muncul secara magic. Organ sensor tidak bisa menembus barrier magic, tapi dia bisa menembus dinding biasa tak perduli seberapa tebalnya mereka. Jika tidak bisa masuk, itu artinya musuh yang kuat yang harus mereka waspadai ada disana.

Setelah menyambungkan organ sensor dengan cermin agar para guardian juga bisa melihat, Ainz mulai melakukan gerakan dengan organ sensor yang terlihat seperti bola mata yang melayang.

"Mari kita lihat di dalam rumah."

Ainz memilih rumah tua yang rusak di dekat situ dan menggerakkan organ sensor ke dalam. Meskipun interior rumah itu gelap, dia akan terlihat seterang siang hari ketika organ tersebut masuk.

Di dalam ruangan itu, lizardmen putih sedang ditindih  di bawah dengan ekor yang terangkat. Lizardmen hitam berada di atasnya.

Mengherankan.

Ainz tidak mengerti ada apa pada mulanya. Selanjutnya, dengan cepat berubah menjadi kebingungan karena mengapa mereka melakukan hal itu di waktu seperti ini.

Ainz lalu menggerakkan organ sensor ke luar diam-diam.

"....."

"------"

Merasa bingung, Ainz meletakkan tangannya ke wajah. Para guardian disampingnya tidak tahu mau berkata apa dan saling melihat satu sama lain.

Demiurge : "--Benar-benar gerombolan tidak menyenangkan. Cocytus akan segera menyerang  dan mereka masih sempat-sempatnya berani melakukan ini?"

Aura: "Benar sekali, benar sekali!"

Mare: "Ah, well, ermm..."

Shalltear: "Demiurge benar. Mari kita beri mereka pelajaran!"

Albedo: "Benar-benar membuat iri..."

Ainz mengangkat tangan untuk menghentikan para guardian yang saling berbicara.

"...Lupakan saja, mereka akan segera mati. Aku melihat di dalam film ketika situasi sudah tidak ada harapan seperti ini akan menstimulasi insting mereka untuk melakukan reproduksi."

Ainz mengangguk mengiyakan pendapatnya.

Demiurge: "Anda benar!"

Aura: "Jika memang hanya segitu, kita bisa biarkan mereka"

Shalltear: "Benar, benar!"

Mare: "Ermm, ah, itu..."

Albedo: "Saya juga, dengan Ainz-sama...."

Ainz: "....Kalian semua diamlah."

Setelah itu semua guardian membungkam mulut mereka, Ainz menghela nafas.

"...Kurasa aku sudah tidak ingin lagi, tapi lupakan saja. Kelihatannya tidak ada siapapun yang harus kita waspadai di desa itu. Tapi kita tidak boleh lengah, seseorang mungkin sedang menuju kemari. Aura..."

Ainz tiba-tiba berhenti bergerak dan menatap dua anak itu.

Oh tidak! Aku mengacaukannya! Mereka belum cukup umur untuk pendidikan sex... Tidak, ini terlalu dini untuk itu!

Ainz merasa dia bisa berempati dengan perasaan seorang ayah ketika adegan sex yang kuat muncul ketika melihat TV bersama dengan seluruh keluarga.

Apa yang harusnya dilakuakn oleh orang tua untuk menjawabnya ketika anak-anak mereka bertanya 'darimana asalnya bayi'? Sial! Aku biarkan anak-anak Bukubukuchagama melihat pemandangan semacam itu- Eh, seharusnya tidak apa. Mengabaikan Albedo, Demiurge... mungkin akan menjelaskannya dari sudut pandang medis...Itu adalah rencana cadangan. Shalltear... dia kelihatannya baik-baik saja. Lagipula, aku akan mengingat ini sebagai masalah untuk diselesaikan nantinya.

Setelah menyingkirkan masalah ke belakang otaknya, Ainz terbatuk dan berkata:

"Jika jaringan keamanan menunjukkan apapun, seluruh guardian dan aku akan keluar sama-sama."

Jika seorang pemain YGGDRASIL memang ada, Ainz tidak berencana untuk mengikuti perjanjian yang dibuat untuk melepaskan desa lizardmen. Jika pihak lain tidak ingin bergabung dengan mereka, mereka akan dihancurkan dengan kekuatan penuh Nazarick untuk mencegah informasi bocor. Jika itu adalah masalahnya, Ainz akan menghancurkan desa tersebut meskipun dia harus mengeluarkan seluruh kekuatan dari lantai delapan.

Ainz membuang rasa bersalah karena mengkhianati janji yang dia buat dengan Cocytus. Jika itu demi sesuatu yang paling penting, sebuah kebohongan untuk menutupinya dan memuluskannya bisa digunakan.

"...Baiklah kalau begitu, sekarang kita tunggu pertunjukannya dimulai... dan mengagumi kekuatan tempur Cocytus."

13 comments:

Muhamad Bayu said...

Tak sengaja Ngintip Manusia Kadal "Gituan" --"

Tayun Salma said...

Semoga sukses min...
D tunggu lanjutannya min....
Thx

Anonymous said...

Cermin super -_-

LeecherBot said...

Mantep emang si momon, nonton bokep rame-rame :v

fauzan said...

Bokep manusia kadal :V wkkaakak

Dhimas Rifki said...

Thanks obama hahahah

fandy ari said...

diktkn lgi semua kekuatan dri lantai 8. brrti kartu as itu yg di maksud, yg mnmi victin yg mnjga lntai 8, si NPC terkuat. hihi sankyu min

brian torao said...

sankyu overlord vol.4 chapetr 5 bag. 1

yogitama kaisar akbar said...

ok melihat hal seperti itu sekeluar ga :v genre kadal -_-

ASLAN LANA said...
This comment has been removed by the author.
Nurdin Bahari said...

Sumpah ngakak pas baca omongan victim

Unknown said...

Sumpah sampai sekarang ane belom pernah lihat kadal berhubungan intim selain nonton di anime overlord

Unknown said...

Mantap min