Cybersh Note

Fans Translasi Novel-Novel Asia

30 Oktober, 2016

Overlord - Vol 11 - Chapter 3 Part 2

Chapter 3 : Krisis yang akan datang

Part 2


Overlord Light Novel Bahasa IndonesiaKelompok tersebut bergerak maju, dengan Gondo di depan.

Karena Gondo biasanya bepergian di bawah tanah, dia tidak seberapa akrab dengan permukaan. Oleh karena itu, dia harus mengandalkan indera penentu arah di medan tersebut ketika itu adalah melangkah maju. Pada awalnya, Ainz khawatir dengan ini. Tapi setelah melihat Gondo maju tanpa ragu, dia mulai percaya kepada orang itu. Sekarang, dia sepenuhnya mempercayakan tugas menunjukkan jalan tersebut kepadanya.

Kenyataannya adalah Gondo tidak punya alasan untuk secara sengaja menyesatkan Ainz sekarang setelah tahu Quagoa menyerang ibukota dwarf. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada masalah membuatnya menunjukkan jalan.

Di bawah pimpinan Gondo, magical beast Aura bergerak menembus salju seperti dataran rumput.

Mereka terkenal dengan ketangkasan dan stamina yang besar, seperti yang diduga dari magical beast level tinggi. Bahkan di dalam udara yang tipis pada pegunungan bersalju dan membawa Ainz dan yang lainnya di punggung mereka, kecepatan mereka tidak berkurang sedikitpun. Mereka menuju utara dengna kecepatan lebih dari 100 kilometer perjam.


Mereka melihat beberapa monster-monster terbang selama perjalana, tapi sedikit raungan mengancam dari magical beast itu membuat mereka semua takut. Berkat itu, waktu perjalanan mereka terpotong hingga minimum.

Kurang dari sehari, mereka telah tiba di satu-satunya kota dwarf yang tersisa, Feoh Gēr.

Ainz mengarakan binatangnya ke arah Gondo dan bertanya.

“...Kalau begitu, Gondo. Kota di sebelah selatan Feoh Raiđō diakses melalui retakan di dalam gua. Apakah Feoh Gēr juga begitu?”

Jika memang begitu, mereka akan perlu mencari jalan masuk. Gondo – yang pada awalnya takut dengan magical beast Ainz, tapi sekarang menggunakannya untuk tunggangan – membalas:

“Umu. Sebagian besar kota dimana dwarf tinggal seperti itu. Namun, Feoh Gēr didesain dengan mempertimbangkan perdagangan skala besar dengan manusia, jadi sedikit berbeda dari Feoh Raiđō. Pertama, mudah bagi manusia untuk menemukannya, dan untuk meminimalisir segala ketidak nyamanan para pengunjung, mereka membangun benteng besar di luar. Anda akan tahu ketika melihatnya.”

Ainz melihat sekeliling setelah mendengar itu, tapi dia masih tidak bisa melihat jejak bangunan apapun.

“Anda tidak akan melihatnya jika tidak menuju ke timur laut agak jauh.”

Ucapan Gondo dipenuhi dengan kepercayaan diri. Kelihatannya dia sangat yakin dimana tujuan mereka berada. Karena dia adalah satu-satunya orang yang bisa mengarahkan mereka, tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Ainz jika dia salah, jadi yang bisa Ainz lakukan adalah percaya kepadanya.

Sambil berkata “begitukah,” Ainz merapalkan mantra [Message].

Quagoa yang ditangkap telah dibawa ke Nazarick. Disana, mereka akan ditanyai, dan pengetahuan mereka digunakan untuk mengambahkan laporan Gondo.

Quagoa adalah sebuah ras yang tunduk kepada yang kuat, tapi Quagoa dari rangkaian pegunungan Azellisian dibagi menjadi delapan klan, mereka semua bersatu di bawah Ketua Klan atau Clan Lord. Total mereka berjumlah 80.000.

Setelah menganalisas informasi ini, Ainz menginjak mereka sebagai sebuah ras yang dianggap tidak menarik baginya.

Jika dia harus memilih antara membantu Dwarf atau Quagoa, Ainz akan memilih yang pertama tanpa ragu.

Namun, dia telah mengetahui logam-logam yang dimakan Quagoa ketika mereka masih muda menentukan kekuatan mereka ketika mereka sudah dewasa. Jika dia membirkan merkea makan logam-logam Nazarick, akan bisa membangkitkan individu yang kuat.

Kemudian, dia memikirkan tentang prismatic ore, mungkin Clan Lord telah mendapatkan tempatnya dengan memakan salah satu logam langka Yggdrasil.

Jika dia cukup kuat untuk ditangkap, maka layak untuk diselidiki.

Aku harus mempertimbangkan membawa mereka masuk jika mereka bisa patuh kepada Sorcerous Kingdom, meskipun aku tidak percaya diri bisa memberi makan 80.000 orang. Lagipula, itu adalah negeri yang aku inginkan.


Negeri yang Ainz inginkan.

Itu adalah sebuah negeri dimana banyak ras hidup dalam harmoni di bawah kekuasaannya. Itu adalah sebuah negeri yang memunculkan kembali gambaran dari guild Ainz Ooal Gown.

Itu adalah sebuah negeri agar teman-temannya, dimanapun mereka berada, bisa tinggal dan tersenyum.

Oleh sebab itu, dia harus menunjukkan ampunan kepada Quagoa ini.

Tetap saja, jika mereka bersumpah setia kepadaku, dimana aku harus meletakkan mereka? Pegunungan ini sedikit menyebar... bagaimana dengan rangkaian pegunungan di selatan E-Rantel? Tapi mungkin di sana ada penghuninya juga... Umu, susahnya. Lizardmen memiliki level teknologi yang sama dengan mereka. Mungkin pengalamanku dalam menata Lizardman bisa digunakan. Mungkin ide yang bagus jika membiarkan Cocytus menangani mereka.

Setelah memikirkan sejauh ini, Ainz mempertimbangkan sisi sebaliknya dari koin itu.

Bagaimana jika mereka tidak mau berlutut? Apakah aku harus menguasai mereka dengan paksa? Atau apakah aku harus menghabisi mereka? Atau apakah aku harus menghabisi yang dewasa dan mengguakan anak-anaknya untuk percobaan? Apakah memaksa mereka menjadi satu klan dan menguasai mereka adalah cara yang terbaik?

Saat dia mempertimbangkan berbagai masalah, teriakan Gondo menyela pelatihan berpikir Ainz.

“Di sebelah sana!”

Ainz melihat ke arah yang ditunjuk Gondo, dan tentu saja, ada sesuatu yang terlihat seperti sebuah benteng yang dibangun di sisi sebaliknya dari pegunungan tersebut.

Kelompok itu langsung menuju ke arah benteng tersebut. Memang ada banyak cara untuk menyembunyikan diri, tidak ada gunanya melakukan itu, sehingga mereka bergerak langsung dan secara terbuka.

Saat mereka mengurangi jarak ke benteng, pasukan bertahan di benteng melihat mereka, dan para penjaga menjadi hidup.

Mirip seperti yang akan dia lakukan sebelum mengeluarkan kalimat sales, Ainz memeriksa pakaiannya dan memastikan jubahnya rapi dan bersih. Tentu saja, itu adalah item magic dan tidak bisa robek atau kusut, tapi kenangannya sebagai Suzuki Satoru berkata kepadanya bahwa dia harus memeriksanya bagaimanapun juga.

Setelah mereka mendekati benteng itu, para dwarf menyiapkan crossbow mereka dan mengarahkannya dari jendela.

Satu-satunya orang yang mungkin akan terluka fatal oleh anak panah itu adalah Gondo dan Zenberu.

Memang dia berpikir untuk mengirimkan mereka bernegosiasi untuk membuktikan bahwa mereka tidak berniat bermusuhan, mereka mungkin akan tertembak oleh anak panah itu jika keadaan menjadi rumit, jadi dia mengabaikan ide tersebut. Sebagai gantinya, Ainz akan maju dahulu, sementara Gondo dan Zenberu akan muncul nanti.

Dia menghentikan binatang tunggangannya di luar jangkauan efektif dari crossbow mereka lalu turun. Karena dia masih berada di dalam jangkauan minimum crossbow itu, dia memerintahkan kepada Shalltear untuk tetap di tempat dan melindungi Gondo dan Zenberu.

Setelah itu, yang tersisa adalah strategi anti pemain Yggdrasil.

Jika ada satupun pemain, mereka akan langsung mengambil sikap bertahan dan mundur. Sementara Ainz tidak bisa memastikan kehadiran atau ketiadaan para pemain selama pembicaraan mereka dengan Gondo di jalan, kelihatannya mereka tidak ada. Namun, jika dia gegabah, mungkin dia akan kehilangan NPC (anak-anaknya) dan Ainz tidak ingin mengalami itu untuk yang kedua kalinya.

Semua dwarf yang menatapnya dari jendela mengeluarkan ekspresi terdiam yang sama di wajah mereka. Berkat janggut mereka yang tidak karuan, dia tidak bisa membedakan satu individu dwarf dari yang lainnya, tapi bagaimana dia harus mengatakannya – mereka terlihat lucu.

Menahan hasrat untuk tertawa, Ainz melangkah maju, berpura-pura tenang.

Tangannya diangkat, untuk menunjukkan bahwa dia tidak berniat memusuhi.

Saat dia seakin mendekat ke benteng-

“Berhenti disana!”

- Sebuah teriakan peringatan terdengar. Kedengarannya si pemiliki suara tersebut mengalami kejang sesaat. Memang benar, dia adalah undead, tapi Ainz mau tidak mau menghela nafas dalam hati saat dia merenung, ini adalah penerimaan yang sangat buruk untuk orang yang tidak menunjukkan sikap bermusuhan.

“Mengapa kamu kemari, undead!”

Ainz mengusap tulang pipinya yang bersinar.

“Aku adalah Sorcerer King Ainz Ooal Gown dari Sorcerous Kingdom, dan aku datang untuk membentuk hubungan pertemanan dengan negeri Dwarf. Kami tidak akan menyerang kalian jika kalian tidak menyerang kami, jadi tolong turunkan senjata kalian.”

Kebingungan muncul di dalam mata para dwarf yang melihat dari jendela. Ainz mengambil peluang ini untuk terus bicara:

“Setelah menangkap Quagoa yang menginvasi Feoh Raiđō, aku mempelajari rencana mereka untuk menyerang tempat ini. Jika kalian tidak percaya dengan kekuatan persenjataan kalian, maka aku – kerajaanku – akan dengan senang hati memberikan bantuan . Ya, benar sekali – itu akan menjadi pertunjukan yang baik dari pertemanan.

Ainz tersenyum, tapi karena dia tidak memiliki kulit, isyarat perbuatan baiknya tidak tersampaikan ke sisi lain.

“Bagaimana dengan dwarf yang ada di belakangmu? Apakah dia adalah tawanan?!”

Kelihatannya para dwarf masih bersikap waspada kepadanya?!”

“Tidak sopan. Aku adalah raja tahu? Apakah begitu caranya bicara kepada raja?”

Para dwarf saling melihat satu sama lain, lalu salah satunya merespon.

“Tidak, tidak... tunggu sebentar, tunjukkan kepada kami bukti jika anda adalah seorang raja!”

“—Ternyata begitu. Itu memang masuk di akal,” Ainz setuju. “Kalau begitu, biarkan aku memperkenalkan dia. Dia adalah salah satu dari kalian, Gondo si penempa, yang aku temui di Feoh Raiđō.”

Ainz menunjukkan gerakannya yang bak raja setelah dia bersusah payah melatihnya.

Dengan aura seperti pemimpin sejak lahir, dia memberi isyarat kepada bawahannya untuk melangkah maju.

Sebuah perasaan puas yang dalam memenuhi diri Ainz saat dia mendengar suara terkesiap menahan kagum yang datangnya dari para dwarf. Kelihatannya latihan yang dia lakukan selama berjam-jam tidak sia-sia.

Sekarang setelah Gondo ada di sini, Ainz – yang sedang dalam suasana hati yang bagus – menunjukkan pose lain dari raja yang agung dan mengalah kepadanya.

“Maaf, tapi bisakah kamu masuk ke dalam benteng dan menjelaskan situasinya kepada mereka dengan jelas?”

“Umu, serahkan itu kepadaku.”

Gondo melangkah maju ke gerbang benteng dan meminta izin untuk masuk, tapi gerbang tersebut tidak terbuka.

“...Ada apa?”

“Entahlah. Mungkin ada sesuatu?”

“...Apakah, apakah itu benar-benar dia?! Apakah itu benar-benar Gondo si aneh? Mungkin seseorang menggunakan magic untuk mengambil wajahnya!”

Ainz mengerutkan dahi saat dia mendengar suara para dwarf. Waspada memang sangat penting, dan bahkan Ainz pun menyetujuinya. Tetap saja, mereka tidak akan mendapatkan kemajuan jika tak ada yang percaya kepada mereka.

Namun, dia pernah mendengar sesuatu tentang kemungkinan bertemu kenalan di sini. Jika memang begitu masalahnya, mereka akan sangat beruntung.

“Aku bilang, Gondo, bisakah kamu membuktikan diri dengan menunjukkan pengatahuanmu terhadap kota ini? Seperti, dimana tempat tinggalmu, sesuatu yang hanya diketahui oleh orang yang tinggal di sini?”

“Oh, ohhh, ya.... aku akan katakan kepada istrinya rahasia dia. Ah, ada sebuah restoran yang disebut Black Gold Beard Pavilion! Restoran itu dijalankan oleh seorang pria yang wajahnya seperti sebuah anvil (landasan tempat). Makanannya tidak enak, dan satu-satunya yang lumayan di sana adalah stew (masakan yang direbus)!”

Para dwarf terdiam. Ainz melihat ke arah Gondo, entah karena kehilangan kata-kata. Balasanya seakan dia sedang mencoba terlalu keras.

“Dasar bodoh! Tempat itu bukan untuk makan, tapi untuk minum! Stout (bir hitam) disana rasanya yang terbaik!”

“Bohong! Bir Jamur merah yang paling enak!”
(TL Note: 濁り酒 - nigorizake)

“Apa yang kamu katakan, wine berkabut mereka adalah yang terbaik! Bayangkan saja aroma yang begelembung itu!”

Ainz membuat catatan dalam hati jika para dwarf sangat suka dengan bir mereka, lalu membalasnya:

“Bagaimana? Bisakah kamu menerima bahwa ini adalah Gondo yang sebenarnya? Ngomong-ngomong, yang dia ingin lakukan adalah memberitahumu bahwa Quagoa sedang mencoba mengelilingi Great Rift dan menyerang kota ini. Yang harus kamu lakukan adalah kirimkan peringatan kami kepada orang-orang yang di atas. Dengan begini, negeri kami akan terbebas dari tanggung jawabnya, meskipun jika serangan Quagoa itu sangat ganas. Akan sangat menjengkelkan jika kalian mengusir kami setelah itu.”

Beberapa dwarf menarik kepala mereka kembali dari jendela.

Beberapa saat berlalu. Kelihatannya beberapa orang sedang berdiskusi.

“Tunggu di sini! Kami akan mengirim laporan kepada panglima kami!”

Menurut Gondo, orang itu adalah pemegang kekuasaan tertingi militer negeri ini.

Kelihatannya mereka menyadari bahwa ini harus diberitahukan kepada otoritas tertinggi.

 “Kukuku~”

Ainz tidak menahan tawa kecilnya.

Ada suara gemerincing yang berisik, dan ketika Ainz mengintip ke arah sumber suara itu, dia melihat dwarf-dwarf itu mengarahkan crossbow mereka kepada Ainz sekali lagi. Nafas mereka tidak karuan; mereka kelihatannya sedang dicengkeram emosi yang kuat.

Sialan. Apakah mereka marah karena aku tertawa?

“Maafkan aku. Bagaimanapu, apakah tidak apa jika hanya Gondo yang masuk? Dia sudah membuktikan asalnya, ya kan?”

“Tidak, dia tidak bisa, tidak, itu tidak boleh, tetaplah di sini! Tunggulah di sana!”

Ainz tidak sedang menertawakan mereka, tapi kelihatannya dia sudah membuat marah mereka semua.

Emosi kuat Ainz tertekan, tapi riak emosi kecil bisa lolos.

Bagaimana sebuah perusahaan bereaksi jika seorang salesman yang tak pernah mereka temui sebelumnya tersenyum kepada mereka seakan dia sedang menyembunyikan sesuatu? Ainz merasa jengkel karena sudah tidak memikirkan tentang itu. Hasilnya adalah sebuah kesalahan.

Harusnya aku lebih berhati-hati, pikir Ainz saat dia mundur bersama dengan Gondo.

Dan akhirnya mereka berdiri disana selama beberapa saat.

Ketika Jircniv datang untuk berkunjung, aku menyediakan minuman, perabotan dan membuat segala macam persiapan untuk menyambut mereka. Apakah para dwarf melakukan hal semacam itu?... Tidak, keadaannya sekarang berbeda dari dulu.

Berlawanan dengan kunjungan Jircniv yang diatur sebelumnya, Ainz pada dasarnya seorang salesman yang melakukan penjualan dari pintu ke pintu. Dia harusnya berterima kasih mereka tidak langsung mengusirnya di tempat.

Ditambah lagi, dia tidak akan mampu menikmati minuman apapun yang diberikan mereka, mempertimbangkan tubuhnya.

Tetap saja, kami telah memberikan informasi yang sangat berharga kepada para dwarf. Aku mengharapkan respon yang tepat. Yah, aku bisa menggunakan itu sebagai umpan untuk negosiasi selama hubungan diplomatik resmi. Aku akan menahannya untuk sekarang.

Tetap saja, akan lebih baik untuk berubah dan menghindari menyinggung perasaan.

Pertama, dia mengeluarkan sebuah tongkat Ainz Ooal Gown palsu. Itu adalah sebuah salinan hiasan yang sempurna, hingga logam yang digunakan untuk membangunnya. Bagaimanapun, hanya itu; benda itu bahkan tidak memiliki sepersepuluh kekuatan dari yang asli, dan itu hanya ditempeli permata yang memiliki warna yang sama dengan yang asli.

Ainz menambahkan kilauan merah pada tongkatnya, yang kemudian berubah menjadi gelap. Mengapa benda ini memiliki fungsi berubah seperti itu? Obsesi rekan-rekannya yang lalu membuatnya jengkel.

Kelihatanya tidak ada hubungannya dengan auranya sendiri.

Ainz memancarkan sebuah halo (lingkaran cahaya) hitam di belakangnya, tapi seperti yang diduga, aura tongkat itu tidak berubah.

Apakah itu hanya visual efek?

Ada suara gemerincing tiba-tiba, yang membuat Ainz tersadar dari lamunannya. Ketika dia menoleh ke arah sumber suara, dia melihat tiga dwarf duduk di tanah.

Mereka kelihatannya seperti para dwarf yang menjaga benteng itu, tapi di waktu yang sama mereka kelihatnanya sangat hebat. Sebenarnya, dua orang itu berpakaian lebih baik dari yang lainnya. Yang satu pasti seorang prajurit di benteng ini, dan dua yang lainnya mungkin adalah atasannya.

...Mengapa mereka bertiga duduk di sana? Apakah duduk untuk bicara adalah etiket yang benar diantara para dwarf? .... Mereka menatapku dengan mata lebar. Agak menjengkelkan jika hanya itu ekspresi dwarf.

Mulut mereka disembunyikan oleh jenggot mereka, jadi sulit untuk melihat tampang di wajah mereka.

Karena bingung, Ainz secara tak sadar mengulurkan sebuah tangan kepada dwarf-dwarf yang sedang duduk.

Seseorang bisa menganggap itu sebagai niat untuk membantu mereka, atau ingin berjabat tangan. Namun sebenarnya, dia ingin bilang kepada mereka bahwa dia lebih memilih bicara sambil berdiri.

Memang sulit beradaptasi dengan kebudayaan yang berbeda seperti, “Kamu harusnya melakukan riset terhadap kebudayaan negeri kami karena dia ingin membentuk hubungan dengan kami”, Ainz tidak akan punya apapun yang dikatakan untuk meresponnya.

Meskipun dia sangat tidak tenang tentang ini, Ainz berterima kasih dengan wajahnya yang tidak bergerak, dan tetap mengulurkan tangannya.

Para dwarf saling menatap antara Ainz dan tangannya, sebuah tampang bingung muncul di wajah mereka.

Hm? Jangan-jangan mereka takut kepadaku?!.. Yah, karena aku terlihat seperti ini... mau bagaimana lagi, ya kan? Reaksi seperti ini bisa diharapkan dari masyarakat humanoid...

Meskipun mereka takut kepada Ainz di E-Rantel pula, mereka tidak bereaksi seperti ini. Oleh karena itu, mungkin saja menyambut tangan orang berkedudukan tinggi tidak sopan di masyarakat mereka.

Pada akhirnya, Ainz yang khawatir memutuskan untuk menarik tangan mereka.

Karena mereka memiliki waktu untuk urusan tidak beguna ini, itu harusnya berarti bahwa Quagoa belum diserang. Jika mereka memang menyerang, kita bisa membuat mereka berhutang besar kepada kita, tapi hanya memberi mereka peringatan akan dianggap sebagai hutang budi yang kecil. Ahhh, sayang sekali. Tetap saja, yang mana pemimpin mereka?

“Kalau begitu, Aku adalah Sorcerer King Ainz Ooal Gown. Apakah anda para hadirin yang bertugas menyambutku?”

Dia tidak tahu yang mana pejabat yang memiliki pangkat lebih tinggi, jadi dia menyapa ruang diantara mereka. Lalu salah satu dwarf mengangguk terpaksa, sepertinya dia mencoba untuk membuang sesuatu dari wajahnya.

“Ahem! Saya, saya adalah yang bertanggung jawab dalam militer-“

“Militer- ternyata begitu.”

Jadi ini panglimanya. Ainz terkejut. Dia tidak menyangka orang tertinggi mereka langsung turun sendiri.

Jangan-jangan negeri ini sudah dengar Sorcerous Kingdom sebelumnya? Atau lebih tepatnya ... apakah itu karena aku membawa berita kepada mereka di saat yang menguntungkan?

“-Apakah ada masalah dengan Quagoa? Aku minta maaf sudah membuatmu turun sendiri ketika waktu yang sibuk, panglima.”

Panglima tersebut membelalakkan mata.

“Ternyata begitu.. jadi anda sudah tahu mengapa saya datang kemari kalau begitu?”

Dia ngomong apa sih, pikir Ainz. Tentu saja, dia tidak benar-benar mengatakan itu.

“-Tentu saja. Itu benar sekali.”

Ainz mengangguk dengan agung dan dengan sikap megah yang dia latih berkali-kali sebelumnya.

“...Ternyata begitu.... Yah, seperti yang anda tahu, kami entah bagaimana berhasil menghentikan serangan Quagoa untuk sekarang – tidak, kami sdang mencoba untuk membuat mereka mundur.”

“Ho. Hoho. ... Lalu?”

Ainz ingin bertanya kepada dwarf apa yang dia anggap Ainz tahu, tapi karena Ainz sudah pura-pura tahu baik, pertanyaan itu dibuang.

Tapi apakah ada yang bocor tentang diriku?

Yang bisa Ainz lakukan adalah bergantung kepada pemikiran tersebut saat dia menantikan respon mereka.

“Sebelum itu, saya dengar dari orang-orang saya anda mendapatkan informasi setelah menanyai beberapa Quagoa yang tertangkap di Feoh Raiđō. Apakah anda punya bukti untuk mendukungnya?”

“Ada Gondo, seorang penduduk negeri ini-“

-Bukti Material.

“Hm, jadi kamu ingin melihat Quagoa yang tertangkap? Aku bisa membawa beberapa diantaranya dan silahkan ditanya sendiri.”

“Sebuah jawaban yang langsung... Kelihatannya saya harus berterus terang kepada anda, .... Jika begini, evakuasi Feoh Raiđō akan sangat sulit.”

“Komandan..!”

Melihat nada suara tidak setuju yang diambil oleh pria yang ada di samping panglima tersebut, Ainz menduga pria tersebut sangat getol terhadap panglima yang sedang membicarakan rahasia militer di depan Ainz. Namun panglima itu dengan tenang melanjutkan:

“Yang Mulia sudah tahu semuanya. Seperti yang beliau bilang – kenyataan bahwa seseorang yang harusnya mengomandoi baris depan ada di sini sudah merupakan tanda jelas adanya kebuntuan. Karena beliau sudah tahu itu, seharusnya mudah untuk membayangkan apa yang ingin dilakukan oleh pasukan kita – yang tidak bisa menantikan bantuan apapun.”

Tidak, aku hanya mencoba untuk bersikap sopan. Namun, Ainz tidak bisa bicara sebenarnya, dan malahan mengangguk, dengan sikap sebagai penguasa sejati.

Panglima tersebut menjelaskan keadaan gawat saat ini.

Benteng yang menjaga Great Rift telah jatuh, dan mereka terdorong mundur ke barisan pertahanan terakhir. Hanya satu gerbang yang berdiri diantara mereka dan musuh, dan jika gerbang itu jatuh, musuh akan membludak memasuki kota dan banyak dwarf yang akan mati. Sementara pada awalnya mereka berencana untuk mengulur waktu bagi rakyat untuk lari dari Feoh Raiđō, jelas sekali keselamatan dari seluruh spesies akan diragukan jika rencana itu tidak dirubah drastis.

Setelah Ainz tahu keadaan terjepit dari para dwarf, dia tersenyum di dalam hati. Semuanya berkembang sangat menguntungkan kearahnya.

“Bagaimana kalau begini? Aku akan meminjamkan pasukanku untuk mendorong mundur Quagoa untuk sementara waktu. Bagaimana menurutmu?”

Komandan tersebut memicingkan matanya, seakan menyembunyikan emosi di dalam dirinya.

“Bisakah anda melakukan itu? Tapi...”

Secara tradisional, seseorang perlu meletakkan syarat dari sebuah perjanjian dalam tulisan sebelum sebuah kontrak ditandatangani. Ada banyak keuntungan jika menangani masalah seperti. Namun, jika Ainz dengan bebas meminjamkan kekuatannya, dia akan memperoleh rasa terima kasih dari semua orang yang hadir. Seseorang bisa mendapatkan keuntungan dengan sebuah pinjaman yang tidak bisa ditulis dalam persetujuan tertulis, dan Ainz mengincar hal itu.

Diantara yang tertulis dan tak tertulis, yang tak tertulis pada umumnya lebih menyusahkan. Itu seperti membayar makanan di restoran berdasarkan suasana hati seseorang. Ada peluang jika itu akan kelebihan bayarnya dibandingkan dengan membayarkan harga yang sudah tertulis.

Kebaikan hati sering sama dengan keserakahan, hm? Apakah Punitto Moe-san yang berkata demikian?

“Setelah datang hingga kemari dan melakukan banyak usaha untuk menemukan kalian, akan sangat tidak menyenangkan bagiku jika negeri yang kuharap bisa menjadi teman akhirnya hancur. Maukah anda menerima bantuan saya?”

“..Tapi jika kita tidak memiliki persetujuan dewan...”

“Yah, selama ada cukup waktu, seharusnya tidak masalah. Ini hanyalah sebuah penawaran bantuan dariku. Keputusan terakhir ada pada anda. Tentu saja, Dewan seharusnya menyelesaikan hal-hal yang penting kemudian... tapi anda harusnya tahu bagaimana hal seperti ini biasanya berakhir. Pertemuan akan terjadi dari fajar hingga terbenam dan pada akhirnya tak ada orang yang mendapatkan kesimpulan. Dan sayang sekali jika membiarkan perjalananku menjadi sia-sia, mau bagaimana lagi.”

“...Yang Mulia, apakah anda percaya diri dengan kemampuan anda memukul mundur Quagoa?”

“Jika mereka hanya sekaliber yang kami lihat di Feoh Raiđō, seharusnya itu hanya mainan anak-anak.”

Mm, Gondo mengangguk dari samping.

“Tentu saja, itu sebelum Quagoa masuk ke dalam kota, sangat sulit hanya menghabisi musuh selama pertempuran jarak dekat yang kacau balau. Aku yakin anda tidak ingin diam saja dan membiarkan pertempuran tertumpah hingga ke dalam kota dwarf? Jadi kurasa saat ini, satu pintu kecil anda adalah kesempatan terakhir, ya kan?”

Sebuah ekspresi pahit keluar dari wajah panglima itu-

“-Berapa lama lagi yang anda miliki? Berapa hari gerbang itu bisa bertahan?”

Ainz mengulang-ulang untuk menekankan poin tersebut seakan-akan membuatnya terpatri di benak sang panglima.

“..Saya mengerti. Yang Mulia, saya harap anda mau meminjamkan kekuatan negeri anda.”

“Panglima!”

Prajurit lain memanggil dengan suara panik, dan panglima tersebut menatap dengan tajam kepadanya.

Lalu, panglima tersebut meminta maaf sebentar kepada Ainz sebelum membawa orang lain itu menjauh, agar Ainz tidak bisa mendengar.

Lalu, mereka bicara.

Dia bisa mendengar sebagian dari percakapan, seperti ‘ini gawat’, ‘um-‘, ‘Quagoa’,’kita masih’, ‘bahaya di depan kita’, ‘kalau begitu’ dan seterusnya.

Secara umum kelihatannya akan sulit bagi mereka untuk menghadapi Quagoa sendirian, jadi mereka mengambil peluang ini dan mempertaruhkannya.

Kelihatanya waktunya sudah datang untuk dorongan terakhir.

Dengan menyuntikkan kekuatan ke dalam suaranya, Ainz memanggil:

“Bukankah sudah waktunya memutuskan rencana masa depan anda sekarang?”.

22 komentar:

ayammm penyettt mengatakan...

makasih min..
tetap semangat

Unknown mengatakan...

mantap min semangat teruss

Unknown mengatakan...

mantap juara nih miminnya dan overlord

Unknown mengatakan...

Makasih mimim ganteng 😘😘

Unknown mengatakan...

Cepet bnget updateny

Anonim mengatakan...

Cepet bnget updateny

Unknown mengatakan...

semangat min

Unknown mengatakan...

Mantap. Pembantaian lg ni ceritanya ?😂

Anonim mengatakan...

mntp min, makin seru ini kayaknya

Unknown mengatakan...

Mantab, makin seru ceritanya

Unknown mengatakan...

mantap min n semngat buat chapter slanjutnya :):):)

Unknown mengatakan...

Min mau tanya ada yang buat pdf nya gak....
kalau gx ada ntar aku yang buat in file pdf nya....
itu juga kalau admin nya ngizinin.... sayang kalau gx ada file pdf nya....

amsier mengatakan...

Good Job..!!!

debby leloni mengatakan...

Gk kerasa udh mau abis aja Overlord, klo boleh tau Vol 12 kapan release ya?

Unknown mengatakan...

hmm

Ciggy Shiggy mengatakan...

@Rizky R : Admin tidak menyediakan PDF. Di halaman Download itu adalah hasil dari teman-teman sekalian. Silahkan saja mau menggunakan PDF dan di posting di blog pribadi asalkan pesan translator jangan dikomersilkan (Ditambah adfly dsb).

Ramiris mengatakan...

Lanjut

D mengatakan...

Dengan menyuntikan kekuatan ke dalam suaranya Ainz memanggil.

Banzai Sales King

Kuhaku mengatakan...

Keren nihh ceritanya

Unknown mengatakan...

Okke

Casssie mengatakan...

Lnjut

Kuhaku mengatakan...

MC pahlawan mainstrim lain akan khawatir kalo ada orang lain yg dalam kesusahan dn brusaha menolong nya.

MC di overlord malah senang dengan keadaan itu karna bisa mengambil keuntungannya