Overlord - Vol 8 - Side 2 Part 1

A Day in Nazarick - Sehari di Nazarick

Part 1


Overlord Light Novel Bahasa Indonesia
Waktu Nazarick : 5:14

sebuah tetesan kecil mulai terbentuk pada ujung dari kran air emas. Tetesan itu mulai membesar, dan akhirnya gravitasi menariknya ke lantai dari kamar mandi.

Di dalam Great Tomb of Nazarick, ada banyak tempat untuk mandi. Ini adalah salah satunya.

Hanya ada satu siluet di dalam bak mandi marmer besar ini yang bisa ditempati oleh banyak orang sekaligus.

Sebuah tetesan air biru jatuh menelusuri kontur tubuh putih yang lembut. Warna 'biru' bukanlah istilah relatif, tapi pengamatan secara literal seakan itu sudah diwarnai dengan sengaja.

Ketika tiba di kakinya, cairan biru yang telah mengalir turun pada kontur dari tubuh itu menolak gravitas dan mulai naik dengan gerakan yang berbeda dari air yang wajar.

"-Fuaah."

Figur tersebut secara tidak sadar membuat suara yang bergema ke seluruh kamar mandi.

Seakan merasa malu atas suaranya sendiri, sebuah lengan ramping keluar dari caira biru. tidak ada suara tetesan air jatuh ke lantai atau riakan pada permukaan cairan. Itu karena cairan tersebut memiliki sifat meletak yang anehnya sangat tinggi.


Dengan lengan yang menjulur, figur itu membasuh wajahnya. Itu adalah wajah yang diidolakan oleh banyak orang karena penampilannya yang menawan.

"Ha-"

Figur tersebut mengeluarkan helaan nafas besar lalu bersandar ke belakang, tapi tubuhnya tidak tenggelam ke dalam air. Cairan biru itu perlahan mengalir ke bawah dan menyangga figur tipis tersebut. Gerakannya dan elastisitasnya seperti direngkuh oleh kasur air yang benar-benar empuk.

Cairan ini pasti memiliki kepribadian sendiri.

Cairan biru itu menggeliat sebelum mengeluarkan beberapa tentakel, masing-masing tentakel itu memiliki lebar beberapa jari. mereka bergerak seakan sedang memeluk siluet dari figur tersebut.

Wajah, dada, perut, lengan dan kaki... serta pinggang.

Makhluk itu bergoncang seakan puas menahan mangsanya. Identitasnya adalah 'Sapphire Slime', evolusi yang maju dari slime.

Tentakel tersebut menggali dalam-dalam pada bagian sensitif di sekitar pinggang.

"--Aa."

Sebuah erangan lagi keluar. Lebih keras dari sebelumnya, tapi tidak ada usaha untuk menekan suara itu kali ini pula. Seakan figur tersebut memfokuskan inderanya kepada slime yang sedang menggeliat di sekeliling tubuhnya.

Figur di dalam kamar mandi itu bicara sendiri.

"..Ahh. aku tidak bisa menahannya lagi. Aku tak bisa menjelaskan perasaan ini dengan kata-kata."

gumam Ainz, yang sedang di tengah mandi slime.

Dia meraup slime itu lalu mengguyurkan ke atas kepalanya. Slime yang dengan antusias itu membersihkan lubang-lubang di sekitar tulang panggulnya kelihatannya mengerti apa yang diinginkan oleh tuannya untuk dibersihkan selanjutnya. Ainz merasakan sensai menggeliat di sekitar atas kepalanya.

"Huu. Ini adalah surga. Memang benar surga."

Tubuh undead Ainz terdiri seluruhnya dari tulang.

Karena dia tidak berkeringat, tubuhnya pun tidak kotor ataupun bau tidak enak. Namun, itu bukan berarti tidak tidak perlu membersihkan diri. Debu dan kotoran akan terkumpul di tubuhnya, dan pada waktu tertentu dia ditutupi oleh darah musuhnya. Murni untuk membersihkan diri.

Ditambah lagi, sebagai orang Jepang, dia tidak tahan tidak mandi.

"Aku hanya pernah ke sauna di dunia asal. Aku hanya ingin menenggelamkan diri segera setelah aku tahu aku bisa mandi.... Mungkin mandi adalah sebuah bagian yang tak terpisahkan menjadi orang Jepang?"

Ainz tenggelam lebih dalam di dalam slime sambil menirukan gerakan menghela nafas. Sebauh sensasi licin perlahan menutupi seluruh tubuhnya.

Karena makhluk itu tidak berbahaya baginya, dia mengira itu seperti caira yang lengket malahan.

Jika aku ingin mandi secara normal, itu hanya akan menyusahkan.

Ainz melihat ke bawah ke arah bagian yang paling tidak nyaman dari tubuhnya untuk dibersihkan: tulang rusuknya. Untuk membersihkan tulang rusuk itu satu persatu menghabiskan banyak tenaga. Dia teringat berapa banyak waktu yang harus dia habiskan terakhir kalinya dan meskipun dia tidak mampu bernafas, jangan menghela nafas.

Hanya itu tempat yang menjengkelkan untuk dibersihkan. Tulang belakangnya juga masalah. Karena tonjolan-tonjolan pada tualng, handuk akan terus tersangkut disana, usaha teliti diperlukan.

Pertama, Ainz membersihkan setiap sudut dan celah, tapi meskipun dengan kekuatan mentalnya yang kuat, dia mulai jenuh dengan hal itu. Dia penasaran lelucon macam apa mandi hingga memakan waktu tiga puluh menit.

Lalu dia mencoba berputar-putar di dalam air sabun seperti mesin cuci yang berputar. Tidak buruk, tapi masalahnya adalah dia tidak merasa bersih sama sekali. Jika dia tidak menggosok tubuhnya dengan sesuatu, rasanya seakan semua kotoran tidak terlepas dari dirinya.

Selanjutnya dia mencoba sikat pembersih dengan pegangan yang menempel. Itu adalah ide yang benar-benar bagus.

Sikap itu menyemprotkan gelembung ke seluruh tubuhnya, tapi Ainz tidak harus membersihkan kamar mandi. Itu adalah pekerjaan dari para pelayan, dan mereka senang membersihkan sesuatu. Seperti membunuh dua burung dengan satu batu.

Tapi meskipun ide ini memiliki kekurangan. Dia tidak bisa memastikan apakah tubuhnya benar-benar bersih. Seperti orang-orang yang memiliki karang gigi meskipun mereka menyikatnya dengan baik, dia selalu khawatir apakah dia benar-benar membersihkan tubuhnya secara menyeluruh.

Oleh karena itu, Ainz tiba pada solusi terakhir dan penghabisan dengan menyiramkan seluruh slime ke tubuhnya.

"Tentu saja... ini adalah ide yang jenius dan revolusioner. Ini adalah rencana yang sempurna."

Ainz bergumam sambil melihat sapphire slime merangkak di seluruh tubuhnya.

Dia mengangguk penuh puas dengan idenya sendiri. Mungkin ini adalah ide yang terbaik sejauh ini sejak dia datang ke dunia ini.

"Semakin aku pikirkan tentang hal itu, semakin baik kelihatannya!"

Memuji diri lagi dan lagi, Ainz melihat ke arah slime yang menggosok seluruh bagian tubuhnya.

Memang sangat indah...

Meskipun mereka adalah monster berbahaya yang bisa melelehkan daging dengan asam dan cukup kuat untuk membengkokkan jeruji besi, mereka membersihkan tubuh Ainz dengan sangat baik. Dalam beberapa hal, dia merasa seakan mereka adalah binatang peliharaannya.

Yeah... mandi slime adalah bagus, tapi suatu saat aku harus mandi seperti biasa juga.

Lantai 9 Nazarick memiliki beragam fasilitas. Salah satunya adalah kamar mandi besar. Itu adalah fasilitas yang didesain menyerupai resort spa dan melayani fasilitas manding multiguna dengan berbagai macam bak dan jenis mandi.

"Apakah aku harus pergi...?"

Tapi pergi kesana sendirian tidak menyenangkan. Kalau begitu-

"Ya! Aku harus mengajak para guardian denganku. Baik juga jika setiap orang memiliki waktu senggang."

Ainz tersenyum cerah dengan idenya sendiri yang brilian.



Waktu Nazarick 7:14

Ada dua kelompok pelayan di dalam Nazarick.

Satu kelompok adalah pelayan tempur, yang diwakili oleh Yuri Alpha, dan yang lainnya adalah pelayan biasa yang tidak memiliki kemampuan tempur. Yang terakhir adalah homunculi, dengan kombinasi ras dan job level 1, dan mereka bertanggung jawab untuk berbagai pekerjaan di lantai sepuluh dan sembilan Nazarick. Khususnya, membersihkan berbagai kamar Supreme Being adalah sebuah tugas yang paling penting bagi mereka.

Di dalam kelompok pelayan itu, ada satu orang pelayang yang disebut Sixth (Keenam) yang tetap tenang sambil bergegas maju. Kemampuan ini adalah teknik yang wajar diantara para maid, tak ada yang spesial. Dia bergegas ke arah kantin staf.

Hanya ada satu alasan pergi ke kantin sepagi ini. Ketika dia tiba, hampir seluruh rekan-rekannya sudah berkumpul untuk sarapan dan mulai makan.

Kantin tersebut didominasi oleh warna putih, dengan dekorasi yang jarang. Gema dari suara riang gadis-gadis yang sedang bercakap-cakap itu menggema ke seluruh dinding seperti riak air. Bukan masalah besar jika hanya ada satu orang, tapi karena ada banyak orang yang bicara, suara mereka bercampur aduk ke dalam kebisingan yang tidak bisa dimengerti. Selain itu, suara dari peralatan makan yang saling berbenturan menambah keriuhan.

Para pelayan di dalam kantin bisa dipisahkan ke dalam empat kelompok utama. Tiga pertama adalah kelompok menurut pencipta mereka. Ada empat puluh satu pelayan biasa totalnya, tapi itu bukan karena masing-masing Supreme Being menciptakan pelayan mereka sendiri. Namun lebih kepada, pelayan biasa diciptakan oleh Whitebrim, Herohero, dan Coup De Grace. Sesungguhnya, kelompok terakhir bukanlah kelompok yang tepat sendiri, tapi terdiri dari para pelayan itu yang memisahkan diri dari tiga kelompok pertama agar bisa makan dengan tenang, makan sambil membaca atau bicara dengan para pelayan di kelompok yang lain.

Sixth, yang datang terlambat, termasuk ke dalam kelompok terakhir. Dia menyapa para pelayan yang diciptakan oleh Supreme Being yang sama dengan dirinya - mereka adalah saudari, dalam sewajarnya - lalu menuju tempat yang biasa.

"Selamat pagi.. apakah kamu sudah makan?"

"Selamat pagi. Dan ya, kami sudah makan. Sarapannya enak~ lembut sekali dan halus, lezat sekali~"

Foire mengirimkan balasan yang datar ini. Dia susah untuk berbohong, tapi berbohong juga akhirnya. Dia memiliki rambut pendek dan rok pelayannya kelihatannya dipendekkan untuk menyesuaikan penampilannya yang energik.

Disampingnya adalah Lumiere, yang wajah lembutnya dimahkotai oleh rambut pirangnya yang berkilauan seperti bintang-bintang.

"Selamat pagi. Kalau begitu sekarang Foire, karena kamu tidak seharusnya perlu tambah lagi, kamu bisa menunggu disini untuk kami. Aku belum sarapan, jadi aku akan segera sarapan. Kemarilah, Sixth, ayo pergi."

Lumiere berdiri, diikuti dari dekat oleh Foire, yang dengan gugup mengatakan "Aku hanya bercanda, benar kok~"

Setelah drama singkat itu, ketiganya pergi ke counter prasmanan. Sebelum mereka pergi, mereka memiliki pelayan yang disebut Increment, yang diam-diam membaca buku, menjaga dan mengawasi tempat duduk untuk mereka.

Hal pertama yang diambil oleh Sixth di bar prasmanan itu adalah daging goreng renyah. Sebagai anggota dari faksi yang percaya bahwa 'daging lembut adalah iblis', dia selalu menuju yang itu dahulu. Selanjutnya dia mengambil bebeapa sup. Dari tiga rasa hari ini - sup hari ini, jagung dan bawang - dia memilih yang terakhir. Setelah itu sosis, french fries dan danishes (kue kering dari denmark). Piringnya yang lain penuh tinggi dengan salad bawang, hampir meluber.

Akhirnya, Sixth meletakkan pesanan kepada pelayan bertopeng.

"Um, aku akan minta tiga keju, dua bawang, dan jamur tambahan."

Pelayan itu mengangguk, dan mulai membuat omelet.

Sixth kembali ke tempat duduknya untuk meletakkan makanannya, lalu dia mengambil segelas susu sebelum kembali ke tempat dimana pelayan tadi sedang menunggu dengan omeletnya yang dipersiapkan barusan.

"Terima kasih banyak."

Omelet yang dipersiapkan tanpa cacat tidak ada satupun celah padanya. Dan dia kembali ke tempatnya semula seperti yang teman-temannya lakukan.


Overlord Light Novel Bahasa Indonesia




"Kalau begitu, mari makan!"

"Mari makan~"

"Mari makan."

Tiga orang itu sarapan dengan hening. Perlahan tapi pasti, mereka memindahkan gunungan makanan - jauh melebihi apa yang dimakan oleh gadis biasa - dari piring mereka ke dalam perut. Itu karena mereka semua memiliki 'Increase Food Consumption (Meningkatkan konsumsi makanan)' sebagai penalti ras.

Karena itu, meskipun mereka sedang diantara teman-teman, mereka tak pernah berbagi ketika makanan. Foire mengunyahnya sambil pipinya masih penuh dengan makanan, Lumiere makan dengan elegan, tapi garpunya bergerak dengan kecepatan mengerikan, dan Sixth dengan kecepatan rata-rata diantara mereka berdua.

"Huuu..."

Tiga orang itu menghembuskan nafas bersamaan lalu saling melihat satu sama lain.

"Tambah?"

"Kedengarannya bagus, tapi mari kita istirahat dahulu."

"Yeah, aku kenyang sekali~ Katakan, Sixth, bukankah  hari ini giliranmu melayani Ainz-sama? Kelihatannya kamu lebih giat dari biasanya."

Foire tersenyum nakal, begitu jgua dengan Sixth.

"Kamu beruntung, berapa lama nantinya hingga giliranku?"

Lumiere menghitung hari-hari di jarinya.

Ruangan dari para Supreme Being di Nazarick memiliki skala yang sangat besar, sehingga satu orang harus membutuhkan satu hari atau lebih untuk membersihkan salah satunya dengan hati-hati. Dengan jumlahnya sendiri, mungkin saja bagi para pelayan untuk membersihkan semuanya dalam sehari-hari, meskipun dengan kamar cadangan Albedo dimasukkan, tapi itu akan membutuhkan banyak orang untuk mengerjakan sehari penuh tanpa istirahat.

Namun, ini bukan masalah bagi para pelayan. Mereka diciptakan oleh Supreme Being Nazarick; memang sepantasnya jika meeka harus mengerjakan hingga jari-jari mereka menjadi tulang dalam ketaatan penuh.

Lalu, pekerja fanatik ini dikatakan untuk berhenti oleh Dewa mereka, Ainz Ooal Gown.

Ainz tahu kerasnya pekerjaan di bawah perusahaan yang tak etis, dan dia tidak bisa membiarkan gadis-gadis ini, yang seperti putri dari teman-temannya, menderita seperti itu.

Dia sudah bilang kepada mereka, "Jangan bersihkan kamar yang tidak digunakan secara rutin", lalu "Kalian akan dikelompokkan ke dalam tim-tim untuk bekerja bergantian."

Oleh karena itu, pelayan biasa dari Nazarick diatur ke dalam dua shift; shift siang hari dan shift malam hari. Yang pertama ada tiga puluh orang dan yang terakhir ada sepuluh orang, sementara satu orang sisanya mendapatkan libur. Setelah menghitung hari bekerja untuk para pelayan, pengumuman mereka akan mendapatkan libur setiap empat puluh satu hari menemui komplain.

Bukan karena mereka mendapatkan terlalu sedikit hari libur, tapi sebaliknya. Mereka protes tidak butuh hari libur sama sekali.

Tujuan dari keberadaan mereka adalah untuk bekerja bagi para Supreme Being. Ketika mereka diberitahu mereka tidak perlu bekerja, itu merusak nilai mereka dan mereka merasa seperti tidak lagi memiliki alasan untuk hidup.

Oleh karena itu, para pelayan membawa urusan mereka langsung kepada Ainz. Mereka bilang, "tolong jangan ambil pekerjaan kami", "Kami ingin melakukannya setiap hari setiap malam", dan seterusnya.

Ainz membuat saran langsung. Sebuah sistem kelelahan ada di YGGDRASIL dan memang bisa diselesaikan dengan mudah oleh magic, tidak ada jaminan kelelahan akan bisa disembuhkan dengan mudah di dunia ini. Meskipun dengan magic, akan buruk jadinya jika tenaga kerja akan kelelahan hingga titik dimana tidak bisa lagi berfungsi, seperti sebuah roda gerigi yang perlahan semakin kehilangan giginya karena terlalu sering digunakan.

Namun, para pelayan dengan kuat menolak mundur. Menghadapi air mata mereka, Ainz menyerah dan menawarkan tipe pekerjaan baru bagi mereka, yang mana adalah secara pribadi melayaninya. Tugas itu mengharuskan tetap berada di samping Ainz untuk mengurus setiap kebutuhan dan keinginannya, dan para pelayan mengambil jatah untuk memenuhi peran itu.

Penawaran itu sangat menggiuarkan seperti madu manis yang ditaburi gula untuk para pelayan, yang kebahagiaan terbesar mereka dalam hidup adalah untuk melayani Supreme Being. Mereka menerima perintah itu tanpa berpikir lagi, berkata kepada diri mereka sendiri "kita harus menjaga diri dan beristirahat dengan baik hari sebelumnya, jadi kita bisa melayani dengan seluruh tenaga kita ketika tiba gilirannya."

"Kita perlu nutrisi agar bisa bekerja keras, tahukah kamu. Ditambah lagi, tergantung keadaannya, kamu mungkin harus melewatkan makan juga."

"Tentu saja, ketika kamu melayani Ainz-sama, otakmu memerlukan seluruh nutrisi yang bisa didapatkan."

"Aku ingin sesuatu yang manis~"

Tiga gadis itu mengangguk berbarengan. Perlu dicatat bahwa seluruh pelayan membawa beberapa makanan yang senilai dengan permen dan semacamnya. Mereka akan memakan makanan ringan itu kapanpun mereka memiliki waktu luang ketika melayani Ainz. Namun, beruntung atau tidak, mereka hanya tidak bisa menemukan waktu luang itu. Oleh karena itu, sarapan adalah hal yang sangat penting bagi mereka.

"Apakah kamu sudah dengar? Mereka bilang mereka akan memasak menggunakan bahan-bahan dari dunia luar dan akan mencobanya masakannya."

Dua gadis lain tersentak dengan kalimat dari Sixth. Dia merasa itu adalah hal yang wajar, karena beberapa pelayan menganggap dunia luar baik - dunia yang ada di luar Nazarick. Beberapa diantara mereka merasa bahwa dunia luar lebih rendah dari Nazarick, tapi kebanyakan takut dengan dunia luar, karena lantai di atas rumah mereka, lantai 8, pernah diserang oleh orang-orang dari luar.

"Apakah kita semua bisa mencicipinya? Ataukah hanya akan beberapa diantara kita saja yang boleh?"

Saat Sixth akan menjawab pertanyaan Foire, suasana di dalam kantin berubah. Udara disana kelihatannya semakin memanas. Saat yang baru datang masuk dalam penglihatan para pelayan, mereka mau tidak mau berteriak kegirangan.

"Shizu-chan!"

"Itu adalah Shizu-chan!"

Orang yang baru saja masuk ke dalam kantin adalah salah satu dari Pleiades, CZ Delta.

Battle maid yang seperti idola bagi pelayan biasa, dan CZ adalah yang paling populer dari semuanya. Sering ada rebutan untuk bisa duduk di sampingnya.

"Ah, si penguin juga disini."

CZ memegang seekor penguin di bawah lengannya, dan seorang pelayan bertampang khawatir mengikuti di belakangnya. Itu adalah asisten kepala pelayan, Eclair. Dia mengepakkan sayapnya dengan seluruh kekuatannya, tapi tidak mungkin dia bisa keluar hanya dengan kekuatan dari Manusia burung (Birdman) level 1. Usahanya yang sia-sia dengan cepat kehilangan semangat ketika para pelayan sedang melihatnya.

Pada akhirnya, penguin tersebut kehabisan kekuatan dan menjadi lunglai, seperti sebuah kain cuci piring yang basah.

"Shizu-chan! Sebelah sini! Makanlah dengan kami!"

"Tidak, kemarilah! Shizu-chaaaaan~"

"Buang saja kepala pelayan itu! Disini juga tidak apa!"

"Kirim saja burung tidak berguna itu kepada kepala koki, setidaknya dia akan berkontribusi kepada Nazarick dengan cara itu!"

Ada perbedaan mencolok dalam menerima asisten kepala pelayan dan CZ dari para pelayan biasa, tapi mau bagaimana lagi. Dia memang tidak disukai karena dia dengan lantang mengatakan bahwa dia ingin mengambil alih Nazarick, meskipun hanya seorang asisten kepala pelayan. Meskipun dia diciptakan seperti itu oleh Supreme Being, pengumuman yang sering dia utarakan atas kalimat liar itu membuat sulit berada di sekeliling orang lain.

CZ menatap tajam ke arah keributan di sekitarnya, seakan dia sedang mencari seseorang. Yang dia lakukan termasuk cara yang menggemaskan, seperti seorang anak kecil yang tidak tahu dimana harus duduk, membuat banyak hati para pelayan berdegup lebih kencang.

"Mengejutkan sekali, bahkan penguin itu terlihat lebih lucu ketika Shizu-chan memeluknya!"

"Aku ingin sebuah bantal pelukan Shizu-chan, Albedo-sama kelihatannya tahu cara membuatnya, Aku penasaran jika dia mau mengajariku?"

"Albedo-sama sangat baik, aku yakin dia akan setuju. Mengapa kamu tidak memintanya lain waktu?"

Suara buku yang ditutup dengan suara thud yang keras datang dari meja di seberang, dan ketika Sixth memutar kepalanya untuk melihat, matanya bertemu dengan Increment.

"Tempat ini menjadi semakin berisik, jadi aku akan kembali. Karena kamu akan melayani Ainz-sama hari ini, seharusnya kamu menyelesaikan sarapan cepat-cepat dan menuju kepadanya. Kesalahan apapun yang kamu buat akan tercermin pada kita semua."

Setelah mengatakan apa yang dia katakan, Increment berputar dan pergi tanpa menunggu balasan. Saat dia menatap rekan sesama pelayannya pergi, Sixth mengeluarkan jam sakunya. Untungnya, dia masih punya waktu sebentar lagi. Setelah menyegarkan diri, dia harusnya tepat waktu.

"Baiklah, aku akan pergi mengambil beberapa makanan lagi untuk dimakan ketika setiap orang terfokus kepada Shizu-chan!"

Foire dan Lumiere mengangguk kepada ide Sixth.

"Oh~ Itu ide yang bagus~"

Jawaban tiba-tiba dari samping membuat tiga pelayan itu terhentak.

"Lu-Lupusregina-san!"

Dengan tangan terlipat di dada, Sixth memalingkan wajahnya kepada sumber suara. Tadi disana tidak ada siapapun, tapi dalam sekejap ketika setiap orang teralihkan perhatiannya kepada CZ dan melihat kesana, Lupusregina muncul entah darimana. Dia duduk di sebuah kursi dengan kaki menyilang dan bahkan sudah mengambil makanan di meja.

"Aw, jangan menakuti kami seperti itu, ayolah~"

Foire masih terus memegang Lumiere dengan erat, alisnya tertekan membentuk / \.

"Jantungku hampir copot keluar dari mulut."

Lumiere bergumam seakan kaget dan tidak banyak memperhatikan Foire yang menempel kepadanya.

Lupusregina - battle maid paling ramah - adalah tidak bisa diprediksi. Tetap saja, karena dia menghabiskan waktunya bergerak diantara kelompok-kelompok pelayan yang berbeda, didekati olehnya adalah sebuah tanda keberuntungan, buktinya adalah muka iri dari beberapa pelayan lain, yang menyadari Sixth dan situasinya.

"Ah, maaf, kelihatannya percobaan di dalam desa memang efektif, kalian bertiga membuat reaksi yang sangat bagus~"

Cara Lupusregina menopang wajahnya dengan lengan di meja, sambil menyeringai jahat, membuat terlihat seperti seekor kucing kecil yang keluar dari buku-buku cerita. Meskipun senyumnya tidak jahat, ternyata herannya masih menarik. Senyum battle maid membuat kepala Sixth menjadi kosong sesaat. Dua orang lainnya kelihatannya merasakan hal yang sama, tapi yang pertama pulih adalah Fiore.

"Desa?"

Foire memiringkan kepalanya, membuat rambutnya yang pendek mengusap wajah Lumiere. Tak bisa menahan ingin bersin, Lumiere mendorong Foire lepas sebelum menghadap Lupusregina.

"Lupusregina-san, anda bekerja di luar, ya kan?"

"Yup, di desa manusia."

"Desa manusia, huh.. pasti sulit."

Lumiere melihat kearah Lupusregina dengan mata bersimpati.

"Nah, sama bukan seperti itu! Karena Ainz-sama memerintahkannya, maka itu layak dilakukan!... Meskipun, harus kukatakan, agak membosankan. Bagaimana aku harus menyebutnya... akan jauh lebih menyenangkan menggencet mereka di bawah kakiku."

Sixth tidak memiliki reaksi tertentu terhadap kalimat itu. Manusia dan desa-desa mereka dan lainnya tidak penting baginya. Apakah mereka makmur atau hancur, Satu-satunya hal yang penting adalah jika mereka bisa berguna untuk Nazarick.

"Bahkan jika Ainz-sama berkata desa itu memiliki nilai, aku masih belum bisa melihatnya~"

"Apakah Ainz-sama berkata demikian karena kebaikannya kepada orang-orang tidak berguna di desa itu?"

"Tidak, tidak, bukankah Ainz-sama seperti topan kematian? Aku yakin dia akan menggiling mereka menjadi debu ketika dia merasa ingin melakukannya."

"Apa yang kamu katakan? Apa kamu tidak tahu Ainz-sama adalah avatar hidup dari kebijaksanaan? Bahkan itu tidak cukup menjelaskannya. Semua ini pasti bagian dari rencananya."

"Ara, aku tidak bisa pura-pura tidak mendengar itu, memang benar kekuatan Ainz-sama adalah bagian yang terbaik darinya..."

Empat wanita cantik itu saling menatap satu sama lain....

"Ainz-sama itu orang yang indah dan penuh kasih."

"Ainz-sama adalah inkarnasi dari kematian."

"Ainz-sama adalah pahlawan yang luar biasa."

"Oh, kelihatannya setiap orang memiliki kesan yang berbeda terhadap Ainz-sama. Kalau begitu, mari kita berlomba titel siapa yang paling tepat untuk Ainz-sama."

Dalam sekejap, semua orang menjadi terdiam. Lupusregina tersenyum seperti biasa, tapi dia yakin tidak membiarkan pelayan lain mendahuluinya dalam hal mengapresiasi kualitas tuannya. Namun, Sixth dan dua orang temannya merasakan hal yang sama. Meskipun pelayan biasa adalah makhluk yang lemah, kecintaan dan semangat mereka untuk tuannya tidak kurang dari siapapun.

"Kalau begitu, kalian bertiga boleh mulai."

Yang pertama bicara adalah Lumiere.

"Kalau begitu, seperti yang kukatakan sebelumnya, aku ingin memuji keindahan Ainz-sama. Jadi bagaimana kalau 'Seorang figur Tuan yang pengampun, seperti porselen cantik, berkilau dan tanpa celah serta lembut."

Selanjutnya adalah Fiore.

"yah, kalau kita akan memuji Ainz-sama, maka kita harusnya memuji kekuatannya yang menakjubkan, ya kan? Apa yang lebih cocok daripada 'Memento Mori'!"

Yang ketiga adalah Sixth.

"Ainz-sama adalah satu-satunya yang mengkomandoi para Supreme Being, jadi skill management miliknya pasti luar biasa. Jadi dia adalah 'raja yang bijak'"

Meskipun nama setiap orang cocok sekali dengan tuan mereka, pada akhirnya mereka semua berpikir bahwa pilihan mereka adalah yang terbaik.

Lupusregina terbatuk lirih saat Sixth, Foire dan Lumiere melihat ke arahnya. Dengan wajah bangga, dia berkata,

"Pada akhirnya, dia adalah yang paling kuat dan paling-"

"...Ternyata kamu disini."

Sumber suara yang tenang itu adalah CZ. Asisten kepala pelayang yang sedang dia pegang di bawah lengannya telah hilang tidak diketahui.

"...Jangan menggunakan 'Invisibility'."

"Soz~ kebiasaan~"

"..Lalu. Kamu sudah sarapan."

Sebuah kemarahan yang membara terbakar dibalik wajah tanpa emosi dari CZ. Sixth merasa bahwa dia tidak seharusnya ada disini lagi.

"...Ah, aku-aku harus pergi kepada Ainz-sama!"

"Kalau begitu, aku juga akan pergi."

"Aku akan menemanimu~"

Sixth dan yang lainnya mengosongkan tempat duduk mereka tanpa suara, meskipun mereka memang merasakan sedikit tidak enak mengabaikan Lupusregina yang memohon kepada mereka. Mereka hanya berhasil pergi satu putaran lagi ke meja prasmanan. Perasaan menyesal yang muncul tiba-tiba menusuk jantung mereka saat mereka mencoba kabur, tapi sekarang adalah waktunya kerja. Sixth tidak perduli dengan tekanan yang terus memenuhi udara di belakang mereka. Malahan, dia dia menepuk pipinya dengan lirih untuk memfokuskan diri.

Wajahnya memiliki ekspresi berani dan bertekad kuat seperti seorang prajurit yang maju ke medan perang, tapi langkahnya ringan dan cepat.


-----


Waktu Nazarick 9:20

Lantai ke 6 Great Tomb of Nazarick

Undead yang berkeliaran di seluruh makam tidak terlihat sama sekali disini. Malahan, binatang buas milik Aura dan monster-monster lain yang tidak secara otomatis muncul kembali melindungi lantai tersebut. Lantai ini adalah yang paling luas di dalam Great Tomb of Nazarick dan kebanyakan dari lantai ini adalah hutan yang lebat. Itu adalah sebuah area yang cocok dengan kalimat 'lautan pepohonan'.

Namun, mantan anggota Ainz Ooal Gown tak pernah puas, dan tidak berhenti setelah hanya menutupi lantai itu dengan warna hijau.

Sebuah colosseum, pohon raksasa, reruntuhan yang tertutup oleh tanaman lain, sebuah danau, lubang beracun, pohon-pohon yang bengkok, hutan mangrove, rawa-rawa tanpa dasar, dan berbagai macam tipe tanah berhutan ditambahkan kedalam lantai tersebut - meskipun masih tetap lebih kecil daripada danau bawah tanah di lantai 4 - dan dikelilingi oleh dataran daripada hutan. Dibandingkan dengan seluruh lantai 6, dataran itu sekecil alis kucing, namun bagi mereka, itu cukup luas.

Yang pertama dalam kelompok itu adalah guardian floor lantai tersebut, Aura. Cara dia mengendarai di atas serigala hitam legam bulunya sangat gagah dan bisa dijelaskan tidak kurang dari sangat lihai.

Itu memang bisa diduga. Untuk berpatroli pada lantai seluas ini - meskipun dia memiliki kemampuan fisik yang luar biasa dan hanya berlari mengelilingi seluruh lantai memang mungkin bisa dilakukan - dia lebih memilih mengendarai punggung dari binatang buas yang sudah dia jinakkan.

Ada dua lagi yang lainnya bersama Aura.

Salah satunya adalah pengawas guardian, Albedo. Dia tidak memakai pakaian putihnya yang cantik seperti biasa, namun malahan berpakaian full plate armor hitamnya yang biasanya dia gunakan untuk bertarung. Namun, dia tidak membawa senjata atau perisai apapun.

Yang lainnya adalah Shalltear. Tidak ada yang berbeda dengannya dari pakaiannya yang biasa. Ada sedikit kilauan di matanya seakan dia sedang sedang menikmati situasi tersebut.

"Kalau begitu, aku akan mulai. Kemarilah, tungganganku."

Skill yang diaktifkan oleh Albedo adalah 'Summon Mount' (Memanggil Tunggangan).

Seekor monster dengan jubah berwarna seperti armor perak muncul entah darimana.

Dengan rambut dan ekor perak, itu adalah binatang buas magis yang mirip dengan seekor kuda. Makhluk itu memakai satu set armor untuk kuda (barding), begitu juga dengan sebuah sadel dan tali kekang. Binatang itu lebih kecil daripada kuda kebanyakan, tapi memiliki aura enerjik di sekitarnya. Perbedaan terakhir adalah kepalanya, dimana ada dua tanduk yang muncul, terarahkan ke depan.

Orang pertama yang bereaksi adalah orang yang paling tahu dengan binatang buas magis: Aura.

"Oh~ binatang itu berbeda dari bicorn biasa! Tanduknya menakjubkan dan tubuhnya ramping dan berotot!"

Albedo tersenyum puas.

"Tentu saja. Yang satu ini dijahit dengan spesial untuk menyamakan dengan kemampuanku. Itu adalah sesuatu yang layak menyandangkan nama 'War-Bicorn Lord'... Tapi sebenarnya hanya Bicorn level 100."

"Apakah dia bisa terbang?"

"Tidak, itu terlalu banyak. Status dasarnya tidak berbeda dari bicorn biasa. Tidak memiliki kemampuan spesial, hanya meningkatkan HP, strength dan agility."

"Ah, aku rasa kamu tidak memiliki skill kelas 'Rider', sulit sekali mengembangkan tunggangan. Jika dia bertarung dengan kita di dalam pertempuran diantara level seratus, bisa menjadi halangan karena kurangnya kemampuan spesial."

"Yea, tapi aku bisa melindungi anak ini dengan skill ku, jadi dia bisa bertarung bersamaku untuk waktu yang cukup lama."

"Tapi apakah kamu kira bukan hal yang sia-sia mengalihkan sumber daya milikmu seperti itu? Kamu akan memiliki banyak celah di dalam sebuah pertempuran seperti itu. Bagaimana kalau memperkuatnya dengan merubah perlengkapannya? Aku dengar jika monster-monster kelas tunggangan bisa dilengkapi dengan armor dan sepatu kuda."

"Benar sekali. Kamu bisa merubah perlengkapannya meskipun tunggangan itu disummon dengan sebuah skill. Entah kenapa ada hubungannya dengan pertanyaan Aura sebelumnya. Seperti misalnya, jika kamu melengkapinya dengan sepatu kuda yang diberi kekuatan terbang, dia akan bisa pergi terbang berkeliling, tapi karena aku sudah melengkapinya dengan perlengkapan untuk meningkatkan kecepatan.. Itu mungkin akan sulit."

Albedo menepuk dengan ringan tunggangannya yang sedang berdiri di sampingnya. Tapi bicorn itu sedikit terguncang saat Albedo memberikan sedikit kekuatan dalam tepukannya. Tidak mungkin tunggangan yang dia summon tidak mampu menahan tepukan seringan itu. Ketika Albedo mulai mengerutkan dahi, penasaran apakah binatang buas itu memberontak, Aura bertanya pertanyaan lain.

"Hehe~ Jadi siapa namanya?"

"Bicorn, seperti yang kamu katakan tadi."

"Tidak, bukan itu. Maksudku bukan nama spesiesnya, tapi namanya."

"Tidak perlu?"

Vampir tersebut mengangkat bahu terhadap Albedo, yang kelihatannya ingin pendapat kedua.

"Mungkin saja? Lagipula Itu adalah binatang peliharaanmu."

"Ini bukan binatang peliharaan yang sesungguhnya.. Apakah yang sama keluar setiap kali aku summon?"

Saat mendengar pertanyaan Albedo, Shalltear mengangkat suaranya setelah mendapatkan ide bagus.

"Bagaimana kalau Kyouhukou? Dia sangat ahli dalam summoning selain spesiesnya, jadi dia akan sangat mengetahui subyek tersebut."

"...Aku menolak, aku merasa tidak enak karena sebagai rekan di Nazarick, tidak seharusnya aku tidak menyukainya, tapi aku tidak bisa menahannya..."

"Ah... mau bagaimana lagi. Aku yakin dia bermaksud baik, tapi suatu ketika dia mencoba untuk merangkap naik ke atas bajumu. Meskipun kelihatannya bagi yang lain seperti Entoma sering mengunjunginya."

"Jangan membicarakan sesuatu yang sangat tidak mengenakkan. Itu membuat tubuhku gatal hanya memikirkannya.. Itu benar-benar ruangan teror. Itu adalah sebuah lantai di bawah kendali yang ini, tapi aku tidak ingin sekalipun pergi kesana."

"..Shalltear, apakah kamu tidak tahu? Entoma menyebut ruangan itu sebagai 'ruangan makanan ringan'."

"Eeeeeeeh? Benarkah? benarkah?! uwaaaah~ Aku tidak ingin pergi dekat-dekat Entoma lagi."

Albedo setuju. Dia tidak ingin mendekati siapapun yang akan kemana-mana memanggil makhluk itu sebagai makanan ringan. Di tengah-tengah suasana yang tidak menyenangkan, Aura berbicara dengan suara keras untuk mengubah subyek pembicaraan.

"Kembali ke topik semula, apakah kamu akan menamainya?"

"Yah, jika aku harus melakukannya, aku harus memanggilnya apa?"

Albedo bergumam sambil tenggelam dalam pemikiran yang dalam. Karena dia yang akan mengendarainya, dia tidak ingin menamainya dengan nama yang memalukan. Diantara semua kata-kata dan karakter-karakter, sebuah ide berbunyi seperti sebuah nyanyian di kepalanya.

"Apa yang mungkin sedang kamu gumamkan?"

"Ah, maaf."

Albedo menjawab seakan dia baru saja terbangun dari mimpi.

"Jika Ainz-sama mengizinkanku, aku akan memberinya nama yang membawa seluruh perasaanku: 'Top of the World' (Teratas di dunia)."

"Hmm. Itu adalah nama yang bagus, apakah itu maksudnya kepada orang yang berdiri di puncak dunia, Ainz-sama?"

Albedo hanya tersenyum tapi tidak menjawab.

Alis Shalltear terangkat menjadi sudut yang berbahaya.

Aura menyela suasana yang semakin tegang yang akan segera meledak setiap saat diantara dua orang itu.

"Yah, bagaimana! Karena kamu memanggil bicorn, mari kita menuju percobaan selanjutnya!"

"Baiklah."
Ketika Shalltear menganggap remeh Albedo, Albedo berbalik, menginjak pijakan kaki dan menunggangi binatang buas dengan gerakan ringan untuk seseorang yang memakai armor lengkap. Saat dia duduk di pelana, dia bisa merasakan tubuh bicorn yang gemetara ketika mereka melakukan kontak.

"Ada apa?!"

Albedo mengeluarkan seruan keras karena terkejut. Bicorn miliknya, yang level 100, seharusnya tidak semudah itu gemetar. Lalu dia teringat ketika dia menepuknya. Mungkin masalahnya muncul saat itu, tapi apa penyebabnya?

"Aura! Shalltear! Bicorn milikku bertingkat aneh. Bisakah kamu memeriksanya?"

Dua orang itu emnyadari bahwa bicorn itu sudah gemetar dan hampir tak bisa berdiri.

"Eeeh, turunlah dahulu Albedo."

"Ba-Baiklah."

Albedo akhirnya memikirkannya ketika dia mendengar Aura.

Bicorn itu gemetar lalu akhirnya roboh. Nafasnya terengah-engah dan kulitnya penuh keringat.

"...Mungkin berat badanmu sedikit naik, Albedo?"

Itu tidak dimaksudkan untuk memulai pertarungan. Bagi orang yang lewat, kelihatannya itulah yang menjadi alasan.

"Itu tidak sopan! Mempertimbangkan seluruh ototnya, aku berada dalam jangkauan berat yang ideal!"

"Mungkin saja ototnya mengalami atrophia karena kamu lama tidak mengendarainya?"

"Apa? Bagaimana bisa begitu... Karena itu adalah tunggangan yang bisa di summon, bukankah seharusnya sama dengan monster-monster yang disummon? Tidak mungkin itu terjadi."

"Bagaimana kalau aku yang mencoba menungganginya?"

"Sayangnya tidak. Ini adalah tungganganku. Orang lain tak bisa menungganginya. Jika kamu mencoba melakukannya dengan paksa. Dia akan menghilang."

"Bagaimana kalau tanya pada bicornnya langsung? Eh, bicorn, ada apa?"

Aura bertanya. Itu bukan karena Aura bisa berkomunikasi dengan kuda, tapi karena bicorn cukup memiliki kecerdasan untuk dia coba. Namun, bicorn tidak bisa bicara dan membuat suara yang hanya mirip kuda.

"Jika biara terlalu berlebihan.. Tidak bisakah menuliskannya?"

Bicorn itu meringkih seperti setuju.

Tiga orang itu saling melihat satu sama lain.

"Aura, tidak bisa kamu melakukan seusatu yang menakjubkan dengan kekuatanmu?"

"Apa maksudmu dengan 'sesuatu yang menakjubkan'? Kita suda saling bicara satu sama lain dahulu kala untuk bisa tahu betul jangkauan yang paling jauh dari kemampuan kita. Apakah sang pengawas lupa itu juga?"
"Ara... Kalau begitu bagaimana kamu biasanya berkomunikasi dengan Fenrir?"
"Biasanya, aku hanya bilang padanya untuk melakukan ini dan itu."

"Tapi apakah kamu tidak bicara dengannya? Jika kamu berusaha cukup keras, tidak bisakah kamu melakukan hal yang sama dengan anak ini?"
"Hanya karena aku bisa berkomunikasi dengan yang aku jinakkan, jangan berasumsi aku bisa melakukan hal yang sama dengan semuanya. Ditambah lagi aku sudah mencobanya. Kamu tahu Rororo, hydra yang dibesarkan oleh lizardmen? Kelihatannya aku tidak bisa tersambung dengannya."

Tiga orang itu saling melihat satu sama lain.

"...Ketika dalam masalah, apakah Demiurge bukan solusinya?"

"Sayangnya, Demiurge sedang berada di luar Nazarick karena perintah Ainz-sama. Dia jarang ada di dalam Nazarick hari-hari ini. Aku masih bisa menghubunginya, tapi aku lebih memilih untuk tidak melakukannya selain untuk urusan resmi."

Ada sedikit petunjuk iri di dalam mata Shalltear dan Aura. Demiurge, yang sedang sibuk membantu tuannya, adalah target dari kecemburuan dan iri diantara para guardian.

"Ah~ aku iri sekali. Aku tahu melindungi Nazarick adalah perang yang penting pula. tapi jika kita tidak mendapatkan penyusup satupun, kita tidak bisa mendapatkan hasil pula. Bagaimana kita bisa tahu jika kita berguna atau tidak? Aku ingin bekerja keras untuk Ainz-sama di luar pula."

"Aku hanya membuat satu kesalahan sejauh ini..."

"Tidak apa Shalltear. Segera, kamu mungkin akan bisa melakukannya - tidak, kamu pasti akan bisa melakukan pekerjaan yang akan membantu Ainz-sama. Tapi mungkin akan sedikit sulit hingga kamu bisa lebih cerdas..."

"Aura, bukankah perkataanmu sedikit... kasar?"

"Wah, wah memang benar kamu hanya melakukan kesalahan sejauh ini. Cobalah untuk mendapatkan hasil yang cocok dengan titel seorang guardian."

Shalltear menggeretakkan gigi-giginya dengan kalimat Albedo, tapi segera membuat ekspresi cerah seperti lampu yang dinyalakan.

"Hohoho, kamu kira kenapa aku mengangkat topik ini yang tidak menguntungkan bagiku? Bagimu, siapa yang tidak tahu apapun jika Demiurge tidak disini, aku akan mengulurkan tangan untuk membantumu. Aku akan menemukannya untukmu!"

Shalltear mengeluarkan sebuah buku. Buku itu sangat berat dan kelihatannya lebih dari seribu halaman. Bagi Shalltear, yang kelihatannya seperti seorang gadis rapuh di luar, tapi benar-benar berbeda di dalam, berat itu bukan apa-apa.

"Huuuuh? Itu.... apakah itu...?"
"Kuuuuh, itu adalah hadiah yang kamu dapatkan dari Ainz-sama!"

Aura dan Albedo mau tidak mau menatap iri kepadanya.

"Benar sekali. Ini adalah ensiklopedia yang ditulis oleh Peroroncino-sama! Sebuah hadiah karena sudah menjalankan perintah Ainz-sama!"

Itu lebih seperti hadiah partisipasi daripada hadiah yang sebenarnya, tapi Shalltear masih tersenyum karena itu adalah salah satu hadiah terbesar yang bisa dia terima. Atau lebih tepatnya, itu adalah bagaimana seharusnya. Sebuah item yang ditinggalkan oleh salah satu pencipta yang lebih penting dari hadiah apapun.

Kamus itu bernama "Ensiklopedia" diberikan kepada setiap pemain di awal game. Itu adalah item unik yang tidak mungkin diambil paksa kecuali pemiliknya memberikan secara sukarela.

YGGDRASIL adalah sebuah game yang menekankan kegembiraan dalam mempelajari hal yang tidak diketahui. Ini adalah sebuah item yang mencerminkan niat developer untuk merubah misteri-misteri ke dalam eksplorasi.

Ketika seorang pemain bertemu dengan monster baru, Ensiklopedia akan secara otomatis merekan data dasarnya. Namun, detil stat tidak terekam, hanya nama, penampilan, dan jika itu adalah monster mitologi, mitos dibaliknya. Jika seseorang ingin memanfaatkan sepenuhnya potensi dari item ini, mereka harus menyelidiki kelemahan monster-monster tersebut atau kemampuan spesialnya dan memasukkan secara manual ke dalam buku itu.

Ensiklopedia yang dipegang oleh Shalltear adalah sebuah item yang dulu dimiliki oleh Peroroncino dan yang sering dia tulisi. Ainz memberikannya kepada Shalltear setelah teringat bahwa Peroroncino meninggalkan buku itu di dalam ruang harta sebelum dia keluar.

Tapi sebuah jumlah besar catatan telah dihapus dari buku itu. Seakan Peroroncino takut seseorang membaca sesuatu yang tertulis disana.

Item itu tidak banyak berguna, tapi Shalltear tidak perduli itu. Baginya, lebih penting memiliki sebuah item yang penciptanya dulu pernah gunakan.

"B...bi.bico..."

Shalltear terus membalik halaman sambil bergumam.

Albedo dan Aura mencoba mengintip dari samping, tapi Shalltear mundur dengan buku itu dan menatap mereka dengan tajam.

"Hmph. Yah, tidak masalah. Lagipula aku mendapatkan gelang dari Ainz-sama."

Aura dengan lembut memegang pita perak di pergelangan tangannya dan Albedo juga melakukan hal yang sama dengan jari kelingking kirinya. Tapi ada orang lain yang telah menerima cincin yang sama selain dirinya.

Aku ingin menerima sesuatu yang spesial hanya untukku. Sebuah item spesial dari Ainz-sama....

Saat Albedo dengan lembut menggosok perut bawahnya, Shalltear bersuara. Kelihatannya dia telah menemukan halaman yang sedang dia cari.

"Bicorn! Ketemu, sekarang..."

Shalltear tiba-tiba berhenti bergerak dan melihat ke ara Albedo dengan ekspresi terkejut. Lalu dia melihat ke buku lagi.

"Apa? Apa yang dikatakan?"

Albedo bertanya penasaran.

"..Seekor sub-spesies dari Unicorn. Tidak seperti unicorn yang melambangkan kesucian, bicorn melambangkan ketidaksucian. Unicorn hanya memperbolehkan perawan untuk menungangginya, tapi bicorn sebaliknya dan perawan tidak bisa menungganginya.. Haaa?!"

Shalltear dan Aura membuka matanya lebar-lebar, kelihatannya mereka hampir terjatuh dari lubang matanya.

"Itu tidak mungkin... Albedo itu?"
"Apa maksudmu dengan tidak mungkin? Kamu pikir aku siapa?"

"Huh?Uh, tapi, bagaimana aku harus mengatakan ini, Albedo, bukankah kamu succubus?!"

"S..Su....Succubus...succubus."

Merasa bingung, Shalltear mulai mencari halaman succubi.

"Yah, aku memang succubus! Maafkan aku karena tidak memiliki pengalaman meskipun aku seorang succubus! Mau bagaimana lagi! Aku tetap di ruang takhta sebagai pengawas dari para guardian! Dan Ainz-sama tak pernah memanggilku ke tempat tidurnya... aku tidak ingin melakukannya dengan pria manapun selain Ainz-sama..."

Albedo tiba-tiba mengangkat kepalanya setelah dia bergumam sambil menatap lantai.

"Jika kita mempertimbangkan itu..."

Albedo menatap Aura sebelum menggoyangkan kepalanya. Jika Aura berpengalaman, itu akan menjadi masalah.

"Shalltear, bagaimana denganmu?"
"...Aku tidak memiliki pengalaman dengan lawan jenis. Tapi jika kamu membicarakan pengalaman dengan sesama jenis..."

Aura memiringkan kepalanya seakan dia tidak mengerti sesuatu sebelum menyadari apa artinya dan membuat suara 'Uwaaaah' sambil mengerutkan dahi.

"Tapi! Tidak ada pria yang cocok. Aku lebih memilih yang sudah mati, tapi yang sudah busuk agak keterlaluan.. ya kan?! Ya kan?!"

"Meskipun kamu ingin persetujuan kami, itu terlalu berlebihan bagi kami menerima fetish anehmu, Shalltear."

Semua tiga orang itu menundukkan tatapan mereka ke tanah bersama dengan persetujuan diam-diam untuk tidak membiarakan subyek ini lebih jauh.

"Yah... aku mengerti mengapa aku tidak bisa menunggangi bicorn... tapi ini adalah omong kosong. Apa yang harus kulakukan..."

Albedo mengerutkan dahi tidak senang. Bicorn itu gemetar seakan baru saja diomeli pula.

"Mmm... kelihatannya seperti sebagian dari kemampuan Albedo tersegel sekarang."

"Tapi lagipul memang pertarungan sambil menunggangi adalah spesialisasimu, dan itu hanyalah salah satu dari kemampuanmu yang tidak bisa digunakan. Jika kamu tidak bisa menunggangi bicorn, mengapa tidak meminjam binatang buas lain dari Aura? Apakah unicorn juga tidak baik?"

"Muu... aku tidak memiliki unicorn. Meskipun aku ingin mendapatkannya."

"Ada cara yang lebih baik. AKu hanya perlu mendapatkan bantuan dari Ainz-sama untuk menunggangi bicorn!"

Albedo tersenyum sambil berseru keras seakan tidak ada alternatif yang lebih baik lagi.

"Itu curang!"

"Hmph!"

Albedo mendengus kepada Shalltear.

"Bisakah kamu berhati-hati dengan mulutmu, Shalltear? Ini adalah masalah yang perlu agar aku bisa sepenuhnya memanfaatkan kekuatanku sebagai pengawas dari para guardian."

"Kuu! Hmph! Jika kamu tidak bisa menidurinya jika bukan karena tugas.. kamu gagal sebagai seorang wanita. Kelihatannya kamu tidak bisa menggodanya dengan hanya daya tarikmu saja."

"Aahh?"

Aura menyela dua orang yang saling menatap itu seakan sudah kehilangan kata-kata.

"Hey, aku mulai penasaran apa yang kalian sedang bicarakan, jadi bisakah kalian hentikan? Mari hentikan pembicaraan yang tidak ada hubungannya dan fokus dengan masalah saat ini. Karena kalian tidak segera membutuhkannya, itu bukan masalah besar, ya kan? Tidak bisakah kamu mensummon yang lainnya?"

"Yah, aku punya sebuah item magic, jadi mensummon tunggangan bukanlah masalah besar untukku."

"Kalau begitu, gunakan itu. Masalah selesai."

"Jika aku mensummon dengan menggunakan sebuah item magic, maka aku harus menukar equipment milikku atau mengeluarkan itemnya, jadi ada langkah tambahan dibandingkan dengan hanya melakukan summon dengan menggunakan skill. Ditambah lagi, seekor bicorn memiliki kemampuan tempur yang lebih baik..."

"Kalau begitu kamu bisa membiarkan bicorn menangkis musuh sementara kamu gunakan item magic untuk mensummon tunggangan. Itu adalah taktik yang paling umum dari seorang Beast Tamer yang baru saja mulai."

"Kurasa hanya itu satu-satunya cara."

"kalau begitu kurasa kita bisa bilang Albedo menjadi lebih lemah."

"Tidak bisakah kamu tertawa tidak sekejam itu terhadap ketidakberuntungan orang lain?"

"Kamu kelihatannya sangat gembira sekali ketika aku mengalami kesialan, Albedo."

Jika dia menyangkalnya, maka Shalltear akan menekannya dengan mengatakan dia memang begitu.

"Afu, yang benar saja... mari kita berhenti saling menatap satu sama lain disini dan pergi ke tempat lain. Ini adalah liburan yang langka yang bisa kita dapatkan dari Ainz-sama."

Albedo menyerah begitu juga dengan Shalltear, yang berhenti berdebat lalu mengangguk. Tapi-

"...Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika kita mendapatkan liburan. kita diciptakan untuk menjaga Great Tomb dan melayani Supreme Being. Untuk bekerja itu adalah arti dari keberadaan kita.."

"Namun, karena Ainz-sama bilang kepada kita untuk beristirahat. Kita harus istirahat."

Alasan mengapa tiga orang itu berkumpul adalah karena tuan mereka bilang:

"Kalian semua telah bekerja sangat keras setiap harinya. Mengapa semua guardian wanita tidak mengambil libur dan menghabiskan waktu bersama-sama sekali-sekali?"

Karena hal itu.

"Yah, karena kita sudah pergi bersama dan menghabiskan waktu besama, bukan seharusnya kita bubar? Tapi apakah ini terhitung menghabiskan waktu bersama-sama?"

"Pertanyaan yang bagus. Jika dia meminta kita untuk menghabiskan waktu bersama, berapa banyak waktu yang harus dihabiskan yang terbaik? Ngomong-ngomong, apa yang kalian biasanya lakukan dengan waktu kalian?"

"Aku berpatroli diantara lantai 1 dan lantai 3. Aku juga mengumpulkan pendapat dari guardian area, memeriksa keamanan dan status dari tiap lantai dan ketika aku memiliki waktu senggang, aku mandi dan memperbaiki make up milikku..."

"kamu bekerja lebih keras dari yang kuduga."

"Apa maksudmu dengan 'yang kuduga'?"

"Mandi... bagaimana denganmu, Aura?"
"Mmm... Ketika Mare ada di Colosseum, aku berpatroli di hutan. Ada beberapa pendatang baru pula. Lalu ketika aku kembali, aku tidur.. begitu saja."
"Hanya begitu!"

Aura dan Shalltear melihat ke arah Albedo terkejut.

"Begitu saja. Pendatang baru yang kamu maksud adalah penduduk dari desa baru di lantai ini, ya kan? Aku tak pernah kesana sebelumnya. Mari kita pergi sama-sama."

"Ara, kamu tak pernah kesana? Shalltear, bagaimana denganmu?"

"Aku pernah kesana."

Aura menjelaskan kepada Albedo yang sedang membuat ekspresi penasaran.

"Semua guardian lain sama. Cocytus melihatnya ketika dia datang untuk para lizardmen, Demiurge senang mampir dan memeriksa sesuatu, dan yang lainnya datang untuk berkunjung kadang-kadang. Mmm... ayo kita pergi sekarang. Sangat dekat kok."

----

Waktu Nazarick 9:38

Desa yang baru didirikan di lantai 6 terdiri dari sekitar sepuluh rumah kayu. Akan lebih akurat disebut sebagai 'dukuh'. Di sebelah kanan desa ada ladang untuk pertanian dan di kiri ada kebun buah-buahan yang beberapa kali lebih besar dari ladangnya.

Sekelilingnya tentu saja adalah hutan dan dari langit, akan terlihat seperti lubang raksasa, oleh karena itu dinamakan 'The Green Hole' (Lubang Hijau). Ketika menebabng pepohonan dan menggali akar mereka, tanah menjadi tidak rata adalah hal yang tak bisa terelakkan. Namun, desa itu anehnya sempurna, teratur dan bersih. Ini adalah berkat magic dari Mare.

Di dalam kebun buah-buahan ada berbagai figur yang sedang bekerja keras. Dalam sekali tatap, mereka kelihatannya seperti manusia wanita, tapi mereka memiliki kulit yang berwarna seperti kulit pohon. Di samping mereka ada makhluk-makhluk yang bisa disebut sepergi pohon bergerak.

Yang pertama adalah dryad (peri pohon dalam mitologi Yunani) dan yang kedua adalah treant (peri pohon dalam game dungeon and dragon).

Treant membawa dryad di lengan mereka dan mengangkat mereka keatas pohon buah agar dryad tersebut bisa merawat kebun buah.

"Selain dari mereka, sepuluh lizardmen tinggal disini. Mereka sering pergi ke danau di utara, tempat yang baru saja kita datangi, dan bermain air. Bukannya mereka hidup di dalam air pula, tidakkah itu aneh?"

"Ini lebih besar dari terakhir kalinya aku kemari. Lebih banyak penghuninya pula."

"Benar sekali. Ketika kita menaklukkan Great Forest of Tob, kami menemukan beberapa spesies yang cocok untuk tinggal di dalam Nazarick pula."

"Spesies yang diterima di Nazarick.. haruslah bukan manusia, tidak membutuhkan makanan dan bertemperamen lembut, itu adalah syaratnya, ya kan?"

"Yea, Ainz-sama berkata begitu. Lebih spesifiknya bukan 'tidak membutuhkan makanan' tapi 'bisa menopang hidupnya sendiri'... karena dryad dan treant bisa mengumpulkan nutrisi dari tanah, mereka tidak benar-benar membutuhkan makan. Meskipun jika nutrisi di tanah berkurang atau tidak hujan, mungkin akan sedikit berbahaya."

"Hmm, apakah Mare membuatnya hujan sekali setiap waktu? Atau apakah kamu menggunakan item magic?"

"Itu biasanya adalah pekerjaan Mare. Sama halnya dengan memulehkan kembali nutrisi di tanah. Kelihatannya ada magic yang membuat tanah lebih subur dan itu memulihkan tanah dengan sempurna. Menurut para dryad dan treant itu sangat lezat sehingga mereka bisa menjadi gemuk.... tapi aku benar-benar tidak tahu tentang rasanya."

Albedo, yang dengan dinginnya melihat sekeliling desa seperti sedang memeriksa alat-alat untuk sebuah percobaan sementara Shalltear dan Aura yang saling berbicara satu sama lain, menunjukkan sekilas emosi di matanya.

"Oh? Bukankah itu adalah koki saus yang ada di ladang sebelah sana? Apa yang sedang dia kerjakan?"

Mengikuti garis penglihatannya, mereka melihat seorang monster yang mirip dengan jamur sedang menggeliat di sudut ladang kecil, dikelilingi oleh sebuah pagar yang ditutupi oleh akar-akar yang mengeluarkan buah merah. Dilihat lebih dekat, kelihatannya dia sedang memetik buat merah itu sambil memakai pakaian yang bisa dibiarkan kotor.

"Memang seperti yang terlihat. Dia datang kemari setiap saat untuk mengambil bahan makanan. Dia juga mengembangbiakkan ini dan itu sebagai sampingan. Ingin melihatnya?"

Albedo dan Shalltear saling melihat satu sama lain, mereka melihat bahwa tak ada yang menolak ide tersebut dan merasa selama mereka tidak mengganggu tugas mereka, kelihatannya tidak apa melihat apa yang sedang dilakukan oleh rekan-rekan mereka.

"Yaho~. Bekerja dan berkeringat sekeras biasanya!"

Koki saus mengangkat kepalanya ke arah suara enerjik dari Aura dan melihat mereka bertiga.

"Tubuh ini tidak terlihat seperti berkeringat kok."

Dia berdiri dan meluruskan pinggangnya dengan sebuah erangan. Itu adalah isyarat tubuh yang tepat bagi seseorang yang sedang bekerja sambil berjongkok, tapi dia tidak benar-benar memiliki bagian tubuh yang bisa disebut pinggang. Karena tubuhnya benar-benar lurus dan tidak ada kontur atau titik yang menyempit dimanapun, sulit mengatakan apakah dia benar-benar sedang meregangkan pinggangnya atau hanya karena ingin melakukannya saja.

Selanjutnya, koki saus itu meregangkan lehernya seakan itu baru saja tegang. Kepalanya adalah sebuah jamur dan terlihat seperti ada cairan ungu yang mengalir keluar darinya, tapi karena kental dan lengket cairan itu tidak memercik kemana-mana.

"Apakah itu adalah tomat?"
Albedo tertarik dengan buat merah di tangan koki saus. Dia mengangkatnya hingga ke depan wajah dan memiringkan kepalanya seakan itu adalah hal yang aneh.

"Memang terlihat seperti tomat. Ini adalah tomat yang kalian semua tahu dengan benar. Bukan tipe yang mengumpulkan sinar matahari agar bisa meledak, bukan tipe yang menyerangmu dengan tiba-tiba, bukan tipe yang akan berkilauan seperti emas ketika kamu memotongnya, tapi tomat biasa."

"Jadi kalau tidak salah adalah hal yang wajar menggunakan tomat setiap hari sebagai bahan masakan, ya kan?"

"Ya, karena aku tidak memiliki skill untuk itu, aku tidak bisa mengolah sayuran apapun yang memberikan efek spesial. Apakah kamu tertarik dengannya karena kamu ingin sebuah hidangan yang terbuat dari tomat? Sayangnya, aku hanya bisa membuat minuman."

"Tidak, aku hanya bertanya karena penasaran. Bukankah Shalltear yang menginginkan sebuah hidangan yang terbuat dari tomat?"

"...Mengapa kamu berpikir vampir akan meminum jus tomat? Undead tidak bisa menerima buffs (peningkatan) dari makanan sama sekali."

"Ngomong-ngomong, tidak banyak orang di Nazarick yang butuh makan."

Seperti yang Aura bilang, kebanyakan NPC menggunakan item, jadi mereka tidak lagi butuh mengkonsumsi makanan.

"Mau bagaimana lagi. Jika mereka mulai makan, biaya perawatan Nazarick akan meroket tajam. Terutama pemakan besar seperti binatang buasmu akan mengalami masalah."

"Yang benar? Kalau begitu aku akan biarkan mereka pergi keluar dan mencari makan disana?"

"Tidak perlu. Ainz-sama, beserta Supreme Being lain, sudah menghitung pendapatan dan pengeluaran kita dengan cara tertentu sehingga mereka bisa menyeimbangkan ketika mereka menciptakan makam ini."

"Ahhh, apakah itu alasannya mengapa Ainz-sama memerintahkan agar hanya orang-orang yang bisa menopang kebutuhannya sendiri yang diperbolehkan masuk? Jadi agar tidak menganggu keseimbangan dari populasinya?"

"Yea... Apakah kamu tidak tahu tentang itu?"

Albedo melihat kepada wajah mereka bertiga, satu persatu.

"Ini benar-benar menyusahkan. Tidak tahu apapun tentang tempat yang kamu lindungi itu tidak baik. Luangkan waktu di jadwal kalian. Aku akan jelaskan semuanya nanti."

Albedo menghela nafas dan melihat ke arah ladang tanpa berpikir banyak. Lalu dia menyadari daun tanaman yang tersebar di depannya.

"Apakah itu adalah wortel.. tidak, wortel magic?"

"Tidak, bukan itu. Apakah pengawas tidak menerima laporan tentang ini?"
"Apa maksudmu?"

Tatapan koki saus menuju ke arah Aura.

"Mm, bukan apa-apa... ternyata begitu. Kamu tidak diberitahu. Kalau begitu Aura-sama, apa yang harus kulakukan? Apakah Aura-sama akan mendemonstrasikannya? Aku yakin aku sudah mengajarimu pula?"

"Aku yakin sudah meletakkannya dalam laporan..."

Aura tersenyum sebelum menghirup nafas dalam-dalam lalu berteriak dengan suara kencang.

"-Panjang Umur Ainz Ooal Gown!"

Barisan daun itu mulai bergerak meresponnya. Akar utama, yang ditutupi oleh tanah seperti wortel biasa, menggali tanah lalu keluar sendiri dengan bergoyang penuh semangat ke kiri dan ke kanan.

Mereka berbentuk seperti gingseng, tapi ada perbedaan jelas diantara mereka dengan gingseng. Mereka memiliki lengan dan kaki yang berbeda, dan bergerak dengan kesadaran diri yang jelas. Di sekitar batang ada lubang-lubang yang mirip dengan mata dan mulut.

Shalltear membuka matanya lebar-lebar dan menyebutkan nama mereka.

"Apakah ini adalah mandrake? Aku kira mereka tidak ada di dalam Nazarick..."

"Ah! Jadi itu rupanya! Aku tahu itu ada di laporan, tapi ini adalah pertama kalinya aku melihatnya dari dekat."

Mandrake membariskan diri mereka sendiri ke dalam formasi sambil berteriak 'Panjang Umur Ainz Ooal Gown! Panjang Umur Ainz Ooal Gown!' berbarengan.

"Mereka tidak terlalu cerdas. Sayang sekali, jika melihat sepupu mereka Galgenmaennlein, Alruna dan Alraune yang sangat cerdas.. kita tidak melihat satupun dari mereka di hutan itu. Mungkin hutan itu hanya terlalu besar dan itulah kenapa kita belum bertemu satupun. Ada gua bawah tanah yang ukurannya sangat besar di dalam pegunungan. Kelihatannya ada suku myconid disana. Kita belum menyentuh mereka."

"Tapi aku benar-benar tergerak kamu mengajari mereka bisa berbicara sebanyak ini."

Koki saus mengambil salah satu mandrake yang berbaris dalam formasi dan menatapnya. Mandrake tersebut menggeliat, seakan digenggam pada batang yang ada di atas kepalanya sakit.

"Panjang Umur Ainz Ooal Gown! Panjang Umur Ainz Ooal Gown!"

Mandrake itu buyar dari formasi mereka dan mengelilingi koki saus seakan mereka protes terhadap kekerasan yang dilakukan terhadap rekan mereka. Namun, mereka hanya mengulangi frase yang sama.

"Maafkan saya, Aura-sama. Bisakah anda membuat mereka kembali?"

"Okay! Bagus! Kembalilah!"

Bersama dengan mandrake yang dengan lembut diturunkan ke tanah oleh koki saus, seluruh mandrake kembali masuk ke dalam lubang mereka. Cara mereka mengubur diri ke dalam tanah lagi mengingatkan setiap orang kepada binatang yang siap untuk hibernasi.

"Ternyata begitu. Jadi pada dasarnya seperti teriakan binatang."

"Benar sekali. Mereka hanya bisa membunyikan kalimat tertentu dan tidak bisa berbicara dalam cara yang mempunyai arti bagaimanapun. Mereka juga memiliki batas kecerdasan minimum dan tidak bisa bicara jika mereka tidak melewati batas itu. Detilnya masih dalam penelitian sekarang ini."

Koki saus itu jugam menambahkan - "Saya hanya mengulangi apa yang dikatakan oleh Demiurge-sama."

"Hmm, Albedo, tidak apakah jika aku menanyakan sesuatu kepadamu? Apakah bermasalah jika kamu sebagai seorang pengawas, tidak mengetahui orang baru? Apa yang akan kamu lakukan jika ada mata-mata?"

Seseorang menyela sebelum Albedo bisa menjawab.

"Ahahaha, Shalltear, itu adalah lelucon yang bagus. Tentu saja, karena lantai 6 sangat luas, jadi jelas kamu akan berpikir sulit menemukan penyusup. Jika mereka berhasil keluar dari colosseum... dan menyebar ke setiap penjuru seperti bayi laba-laba, mugkin akan menjadi menyebalkan jika ada banyak."

Tawa Aura kosong dan tatapannya dingin.

"Tapi bukankah kamu meremehkanku? Ini adalah tanah tempatku berburu. Apakah mereka menyebar atau tidak, aku bisa langsung memburu merka. Meskipun jika mereka berencana untuk melukai Ainz-sama dan entah bagaimana berhasil keluar dari pintu ini, mereka masih harus melewati area dari Guren di lantai 7, dan mereka takkan mampu selamat meskipun satu langkah di lantai 8. JIka mereka memang memutuskan lari, mereka harus menapaki jalan menembus air kegelapan di lantai 4 dan areamu.. Bukankah kamu pikir itu tidak mungkin?"

Shalltear menggelengkan kepalanya.

"Itu tidak mungkin."

"Jadi itulah kenapa tidak perduli sebanyak apapun pendatang barunya di lantai ini. Kamu perlu mengkhawatirkan hal itu."

"Aura sudah bilang semua yang ingin aku bilang. Rencananya adalah untuk mengumpulkan seluruh monster baru disini, atau begitulah seperti yang didiskusikan."

"Huh? Bukan hanya monster-monster tipe tanaman?"

Aura bertanya kaget dan Albedo hanya tersenyum.

"Itu adalah rencana awalnya, tapi berkat dirimu, Aura dan Mare, kami tidak melihat masalah apapun sejauh ini. Jadi kami memutuskan untuk mengambil satu langkah lebih jauh. Tapi ini masih merupakan langkah perencanaan dan aku tidak tahu jika itu bisa diimplementasikan. Jadi itulah kenapa aku tidak bilang kepadamu meskipun kamu adalah guardian dari lantai ini."

Albedo menyatakan bahwa dia belum selesai dan menjelaskan sisa rencana itu.

"Nama proyek ini adalah Project Paradise (Proyek Surga). Dimulai dari markas yang dibangun Aura, Proyek raksasa yang didesain untuk mengumpulkan monster-monster yang ramah terhadap manusia yang hidup disini."

"Mengapa ada permintaan spesifik yang mengatakan harus makhluk yang ramah dengan manusia?"

Albedo mulai tertawa seakan dia sedang menunggu pertanyaan ini. Itu adalah tawa yang sangat jahat.

"Itu adalah inti dari rencan. Inti dari Project Paradise."

"Sejujurnya, aku sulit mengerti. Bukankah kita bekerja keras karena Nazarick harus menjadi surga bagi para Supreme Being? Mengapa kamu menamakannya seperti itu?"

"Itu adalah daya tarik bagi dunia luar agar kita bisa hidup damai berdampingan dengan yang lain."

"Ah-ha... apakah itu tujuannya?"

"Ya ampun. Shalltear akhirnya benar-benar memahami..."

Shalltear menatap Aura seperti mengancam, menunjukkan sebuah ekspresi yang bisa menghancurkan bahkan api cinta yang berabad-abad lamanya.

"Apakah kamu barangkali mengira aku bodoh?"

"...Tu-Tunggu sebentar Shalltear. Apakah kamu perlu bertanya, setelah semua yang aku lakukan sejauh ini? Hmm? Cobalah berhenti untuk mengingat-ingat sejenak.."

Dalam sekejap, seakan dia benar-benar mengingat semua kesalahannya, pupil matanya melebar seperti seekor binatang yang mati lalu dia memalingkan matanya.

Setelah melihat penampilan Shalltear yang menyedihkan, Albedo memutuskan untuk merubah topik.

"Uhmm, Ainz-sama menawarkan rencana ini pula. Ketika kita sedang membicarakan lantai 6, dia menyebutkan keinginannya untuk mengumpulkan berbagai monster pula. Itu bukan ide yang bisa datang dari pandangan yang sempit terhadap dunia. Aku membicarakan tentang bakat Ainz-sama dengan Demiurge sebelumnya, dan kami memutuskan bahwa dia adalah jenius seperti yang diduga."

"Semuanya tahu jika Ainz-sama adalah jenius, tapi aku dengar dia tidak banyak bicara."

"Demiurge berkata demikian, ya kan? Yah... Ainz-sama tidak ingin mengeluarkan pemikirannya dengan mudah. Dan suatu ketika dia bertingkat aneh, tapi pepatah yang mengatakan 'Orang yang bijak mungkin terlihat bodoh dan yang pemberani mungkin terlihat seperti penakut' tidak salah sama sekali sejauh ini."

Mata Albedo menjadi lembab saat dia menggelengkan kepalanya.

"Aku masih belum menyadari mengapa dia menciptakan persona dari Momon sang petualang, tapi dia benar-benar mengerikan... Karena semuanay adalah bagian dari rencananya sejak dulu hingga sekarang.."

"Maksudmu Ainz-sama yang menyamar sebagai petualang Momon? Kenapa dengan itu?"

"Kamu akan segera tahu.. Karena Momon. Dia akan menjadi pondasi dari pemerintahan Ainz-sama. Dia benar-benar hebat.. Bahkan rencana Demiurge mungkin adalah hasil dari petunjuk dari Ainz-sama-"

"Apa yang mungkin sedang kamu gumamkan? Bukankah itu sedikit menakutkan."

Albedo menenangkan diri atas kalimat Shalltear dan sedikit terbatuh sebelum melihat ke tiga orang lainnya.

"Apa yang tadi kukatakan? Ya, ya! Kalimat Ainz-sama dan tindakannya memiliki arti yang lebih dalam dibaliknya. Meskipun mungkin saja itu adalah hal yang tidak mungkin untuk bisa benar-benar mengerti maksud sebenarnya, cobalah untuk sedikit berusaha memahami rencananya."

"Itu terlalu sulit. Ainz-sama terlalu pandai. Ah, itu seperti spear needle (tombak jarum)."

Dua gumpalan putih raksasa dengan tinggi lebih dari dua meter perlahan berjalan goyang-goyang ke arah Aura dari tengah desa. Mereka adalah monster-monster yang terlihat seperti kelinci angora.

"Mereka sangat lucu."

Shalltear mengusap salah satu gumpalan bulu putih yang berdiri di samping Aura.

"Mereka lembut sekali, aku ingin satu juga..."

"Rasanya enak, ya kan? Tapi ketika bertarung, bulu mereka berubah menjadi setajam jarum."

Monster level enam puluh tujuh, Spear Needle.

Ketika memasuki mode combat (bertarung), bulu mereka berubah menjadi semak jarum tipis. Jika terbunuh dalam mode combat, bulunya akan kembali bentuk asal yang lembut, jadi penting sekali membunuhnya dengan mengendap-endap satu kali serangan. Itulah kenapa para pemain yang memburu Spear Needle memiliki level yang jauh lebih tinggi dalam level daripada monster itu sendiri.

"Benarkah itu? Oh wah, menakutkan sekali."

Meskipun setelah mengatakannya dengan keras, Shalltear terus mengelus-elusnya.

"Yah, dia tidak akan masuk dalam mode combat kecuali kuperintakan, atau jika ada musuh mendekat. Tapi kenyataannya, apakah ada orang yang akan menjadi penyusup kemari? Aku tak pernah mendapatkan laporan apapun dari lantai lain pula."

"Tentu saja. Lagipula, aku menempatkan para pelayan dengan kemampuan pendeteksi yang luar biasa di lantai 3. Sulit bagi siapapun yang akan menembus mereka tanpa diketahui."

Aura tiba-tiba berhenti bergerak dan mengarahkan kepalanya ke arah Colosseum.

"Ada apa, Aura-sama?"

"Pintu dari lantai 7 baru saja diaktifkan."

"Dari lantai yang lebih bawah? Demiurge sekarang sedang keluar... Mungkin itu adalah salah satu bawahannya? Apakah kamu yakin tidak apa tidak memeriksanya?"

"Mmm- Mare ada disana, jadi seharusnya tidak apa. Jika ada masalah, dia akan menghubungiku."

Aura menyentuh bagian anting-anting di kalungnya.

"Bukan sesuatu yang istimewa pula. Jika seseorang ingin pergi ke permukaan dari lantai yang lebih bawah, mereka harus melalui gerbang pada masing-masing lantai pada titik tertentu. Ngomong-ngomong, kita memiliki seseorang yang menggunakan magic jadi mereka tidak harus lari, ya kan~?"

"Eh-hem! Great Tomb of Nazarick memang benar-benar benteng yang tidak bisa ditembus."

"Yea, meskipun jika ada seseorang yang menggunakan magic tingkat super (super-tier) 'Sword of Damocles' atau World Class Item yang kumiliki, mereka tidak akan bisa menghancurkan seluruh lantai. Itulah kenapa kamu jangan sampai kehilangan cincin yang memperbolehkan dirimu berteleportasi kemanapun semaunya."

Semuanya melihat ke arah cincin yang Albedo pakai di jari kelingking sebelah kiri.

"Benar sekali. Ketika Mare pergi keluar, dia selalu meletakkan di suatu tempat yang aman. Berpikir demikian, aku bisa memahami pentingnya cincin itu - Ah! Mare menghubungiku."

Aura membuat jarak diantara dia dengan kelompok itu sebelum dia menggenggam bagian anting-anting tersebut dan mulai bicara dengan Mare. Aura perlahan mengerutkan dahi dan ketika percakapan sudah selesai, ekspresinya sangat gelap.

"Maaf, aku tidak tahu kenapa, tapi Mare bilang dia bersiap pergi keluar. Aku harus kembali untuk berjaga-jaga."

"Begitukah? Yah.. kalau begitu kira harusnya kembali juga, Shalltear?"

"Aku tidak keberatan."

"Aku akan menyelesaikan dengan ladang sebelah sini sebelum pergi. Aku juga ingin bicara sedikit dengan dryad dan treant."

"kalau begitu mari berpisah sekarang. Terima kasih atas hari ini. Kurasa aku akhirnya belajar bagaimana menghabiskan hari libur. Jika kita memiliki waktu lagi.. yeah. mari kita pergi mandi sama-sama."

13 comments:

DkMercury said...

mantab gan !! lanjutkan

Ryuzaki said...

Terima kasih dah sempet TL :)
Semoga VOL 9 bs kelar sebelum lebaran.

robby alviandry said...

Thnks min, smbari nunggu buka puasa. :)

Dhani desu said...

Artnya Soubin emang ajib, keren banget picnya albedo ini

thx min

Muhammad Agung said...

Next

Brian Torao said...

sankyu overlord vol.8 side 2 bag.1

Khafidz ZA said...

Makam imba yang isinya maid guardian super cantik, XD

Api 08 said...

Thanks min

Rizal Rhamdhan said...

Ngarep apa si Albedo ini dari tulang idup? Emang dia punya 'pedang'?

Boy RMX_114 said...

kasian ane ama albedo yang mengaharap nafsu dari seorang tulang :V

Hose Alexandro Tobing said...

Iya karena dia sendiripun 'momonga' hanya terdiri dari tulang,sedangkan pedang untuk membuat orang bunting tidak terdapat tulang..apakah pedang ainz berupa tulang

Unknown said...

Sedikit ralat lv di yggdrasill dan dunia baru itu berbeda level 1 di yggdrasill sama lv 3 didunia baru bisa dilihat di chapter jhaldabaoth lakyus berada dilv 120 = lv 40 diyaggdrasill evileye lv150 = lv 50 diyggdrasil (kualitas pemain yggdrasill lebih baik dengam dunia baru contoh lebih unggul dalam kekuatan atau skill)
Jadi lv para pelayan biasa nazarick berkisar pada lv 3-15 setara dengan petualang kelas perunggu atau besi awal (setara dengan 4-12 orang berplat besi)

Unknown said...

Mantap min lanjut terus

Powered by Blogger.