Cybersh Note

Fans Translasi Novel-Novel Asia

09 May, 2016

Overlord - Vol 7 - Chapter 4 Part 4

A Handful of Hope - Segelintir Harapan

Part 4


Overlord Light Novel Bahasa IndonesiaKementerian Magic memiliki beberapa ruang konferensi yang digunakan sebagai ruang terima tamu, dan Fluder saat ini sedang menuju salah satu ruang yang dihiat paling indah. Itu adalah ruangan yang hanya digunakan oleh Kaisar, atau mereka yang mewakilinya, ketika tiba.

Sebelum masuk, Fluder memeriksa pakaiannya.

Jubah yang dia kenakan bisa dianggap sebagai pakaian kelas satu yang cocok bahkan untuk jamuan besar yang diadakan oleh kaisar, dan parfum di leher dan lengan pakaiannya juga memiliki bau yang harus juga.

Biasanya, Fluder tidak terlalu memikirkan masalah politik dan sosial. Namun lebih kepada, untuk bisa berkonsentrasi terhadap penelitian magic, dia menganggap yang lainnya adalah hal-hal yang remeh jika dibandingkan. Namun, karena posisinya, dia masih harus mempertahankan kewaspadaan akan hal-hal ini.

Keberhasilannya sendiri berhubungan dengan martabat dari kekaisaran, meskipun ini tidak dilakukan dengan sengaja.

Bagus, tidak ada masalah.

Setelah memastikan diri jika pakaiannya tidak ada celah, dia mengetuk pintu dan masuk.

Ada dua petualang di ruangan yang mewah ini. Salah satunya adalah seorang warrior dengan armor hitam legam, mengingatkannya terhadap Death Knight yang dia tatap tidak lama sebelumnya, dan di sampingnya adalah seorang wanita yang kecantikannya bahkan menyebabkan Fluder terkejut sejenak.

Jadi ini Momon dari 'Darkness' dan 'Putri Cantik' Nabe.


"Saya benar-benar minta maaf sudah membuat anda menunggu selama ini."

Fluder dengan halus menutup pintu, lalu merasa tidak nyaman.

...Aneh sekali...

Dia berdiri di depan pintu tersebut, menatap si cantik yang tiada taranya itu.

"..Aku tak bisa melihatnya?"

Mata Fluder seharusnya mampu melihat jumlah bakat magic yang dimiliki oleh seseorang, namun secara tak sengaja dia mengeluarkan rasa terkejutnya dalam ucapan yang keras karena tidak mampu melihatnya.

Fluder memiliki bakat alami yang bisa menentukan tingkatan magic yang mampu dimiliki oleh seseorang, hanya dengan mengamati aura yang dikeluarkan oleh seorang magic caster.

Meskipun sudah mendengar bahwa "Putri Cantik" Nabe dari 'Darkness' adalah seorang arcane magic caster, Innate ability dari Fluder tak mampu melihat aura apapun di sekitar Nabe.

Sebuah mantra anti deteksi?

Ini adalah satu-satunya kesimpulan yang bisa dia ambil, namun hal itu meningkatkan pertanyaan lain. Mengapa seseorang melindungi diri mereka dari penyelidikan apapun? Para petualang biasa tidak perlu menggunakan ini. Sulit untuk menentukan kekuatan seseorang, dan sebagai hasilnya, hanya sedikit orang yang repot-repot mengambil sikap pencegahan terhadap situasi tersebut. Disamping itu, tidak sopan merapalkan mantra pertahanan semacam ini ketika bertemu dengan seseorang.

Yah, aku juga sangat tidak sopan sendiri karena sudah menggunakan kemampuan deteksiku kepada mereka... Namun mengapa mereka mencoba menyembunyikan level kekuatan mereka?

Bakat Fluder sudah sangat dikenal, jadi apakah itu adalah sebuah pencegahan terhadapnya? Dia tidak bisa mengambil kesimpulan apapun.

Menyapa Fluder, yang masih terkejut, Momon berkata.

"Maaf, apakah ada yang salah?"

"Hohoho, maaf sudah tidak sopan."

Fluder duduk di depan Momon, namun dia tidak dapat melepaskan pandangannya dari Nabe yang berdiri di samping Momon.

"Ah ternyata begitu, jadi itu yang terjadi, kalau begitu mari kita mulai."

Mulai apa? Namun, sebelum Fluder memiliki kesempatan untuk bertanya, Momon melanjutkan bicara.

"...Nabe, kurasa sudah saatnya melepaskan cincin itu."

Nabe melepaskan cincinnya, dan dalam sekejap-

Fluder merasa seakan diterjang oleh badai.

"Apa!"

Dia berseru tanpa berpikir lagi.

Nabe memancarkan kekuatan yang luar biasa.

Badai yang sangat luar biasa dari tekanan ini sebenarnya tidak ada. Hanya Fluder dan orang lain yang memiliki kemampuan yang mirip yang bisa merasakan semburan kekuatan yang menerjang dirinya.

Tubuhnya bergetar hebat, seakan dia terkena angin es utara yang sangat dingin.

"Ti-Tidak mungkin..."

Tidak mungkin. Bagaimana ini mungkin? Bagaimana mungkin ada orang yang lebih kuat dari dirinya?

Namun, meskipun dia mencoba menolaknya, apa yang muncul di depan matanya adalah masih sebuah kenyataan. Hinggat saat ini, kemampuannya untuk melihat tingkat dari seorang magic caster tak pernah membuatnya gagal.

"Tingkat ke-7...Tidak, dengan jumlah energi yang sangat bsar itu, jangan-jangan... bukti dari tingkat ke-8..?"

Jika itu memang benar, maka itu adalah batas dari ranah legenda.

Fluder sudah tidak mampu bicara. Tingkat ke-5 sudah merupakan dunia para pahlawan, dan tingkat ke-6 yang dicapai oleh Fluder adalah sebuah dunia yang tidak pernah dicapai oleh siapapun sebelumnya. Namun, seseorang yang dengan mudahnya mencapai tingkatan yang lebih tinggi tiba-tiba muncul di depannya.

Dan itu adalah seorang wanita yang masih muda dan cantik.

Apakah usianya tidak menentukan penampilannya?

Ketika Fluder masih gemetar karena terkejut, dia menangkap pemandangan Momon yang juga melepaskan sarung tangan hitamnya, lalu melepaskan salah satu cincin yang dia kenakan.

"---!"

Dalam sekejap, dunia serasa diwarnai oleh cahaya yang sangat terang, dan Fluder merasa kesadarannya memudar.

Apa yang terjadi di depan matanya tidak bisa dijelaskan. Bahkan Fluder, yang sudah hidup selama lebih dari dua ratus tahun, seseorang yang sudah mencapai puncak tertinggi dari magic yang bisa dicapai oleh manusia, tidak bisa memahami apa yang terjadi.

"Apa... apa... bagaimana ini mungkin?"

Fluder merasa sesuatu yang hangat mengalir turun di pipinya, namun dia tidak repot-repot mengusapnya - atau lebih tepatnya, dia tidak lagi memiliki kekuatan untuk melakukan hal demikian. Rasa terkejut telah menyebabkan emosinya turun menjadi kacau.

Siapa yang bisa melihat hal ini datang? Orang yang dipuja sebagai Dark Hero pada kenyataannya adalah seorang arcane magic caster yang telah mencapai tingkatan yang bahkan tak pernah bisa dicapai oleh Fluder.

"Jika itu adalah tingkat ke-8, tidak tingkat ke-9... Bukan! .... Apa... hooooo, dewa!"

Energi luar biasa yang dikeluarkan oleh Dark Warrior Momon dengan mudahnya mengungguli Nabe sendiri yang ada di sampingnya. Jika Momon bisa mengalahkan Nabe, yang kira-kira berada pada tingkat ke-8, kalau begitu tingkatan magic macam apa yang bisa dicapai oleh Momon?

Fluder menjawab pertanyaan di otaknya dengan jiwanya.

Tingkat ke-10. Meskipun itu memang ada di dalam legenda, tak pernah ada siapapun yang bisa memberikan bukti absolut akan keberadaannya. Seseorang yang ada di dalam posisi yang bisa melakukannya telah berkenan muncul di depannya.

Fluder yang masih berdiri seperti sebelumnya, berlutut di depan Momon dengan air mata yang mengalir dari matanya saat dia bicara.

"...Iman saya terletak sepenuhnya terhadap dewa yang menguasai dan memimpin magic. Namun jika anda bukan makhluk yang mulia itu, maka saya akan segera menarik kembali iman itu, karena dewa yang sebenarnya telah muncul di depan saya pada akhirnya."

Dalam sikap buru-burunya berlutut di depan Ainz, Fluder membenturkan kepalanya ke lantai. Namun rasa luka yang dia rasakan bukanlah apapun dibandingkan kebahagiaan yang dia rasakan mengalir keluar dari lubuk hatinya.

"Saya tahu ini tidak sopan, tapi biarkan saya berlutut disini! Mohon berikan pencerahan kepada saya dengan pengetahuan anda! Saya ingin menatap jauh ke dalam jurang magic! Saya mohon! Sangat sekali!"

"...Apa yang rela kamu berikan untuk ditukar dengan itu?"

Suara itu sedingin es. Jika seratus orang mendengarnya, mereka semua pasti akan menjawab hal yang sama, namun apa yang Fluder dengar adalah sebuah suara yang manis yang menenangkan hatinya. Meskipun jika dia tahu suara itu dibubuhi oleh racun, memangnya kenapa?

Fluder tidak sedikitpun ragu-ragu, meskipun jika itu artinya adalah memberikan jiwanya sebagai gantinya.

"Semuanya! Ya, saya akan menawarkan semuanya kepada anda yang mulia! Tuan dari Neraka! Makhluk yang paling mulia!"

"...Bagus sekali, selama kamu rela menawarkan apapun, apa yang kutahu akan menjadi milikmu. Oleh karena itu aku akan mengabulkan harapanmu."

"Oh! Ooooooohhhh!"

Kepalanya masih ditekan di lantai, Fluder menangis karena merasa senang sekali. Rasa cemburu yang selama ini membekukan hatinya dalam waktu yang lama kelihatannya telah meleleh. Akhirnya setelah lama, keinginannya dari dua ratus tahun yang lalu mungkin akhirnya menjadi kenyataann.

Fluder yang luar biasa gembira tidak mengangkat kepalanya, namun malahan merangkak ke arah kaki Momon dan menciumnya. Meskipun dia ingin menjilatnya semula, dia menyadari jika tuannya yang seperti dewa itu mungkin akan menjadi jengkel jika dia melakukannya. jadi dia berkompromi, menggambarkan dirinya dalam fragmen jelas akan dirinya di sudut otaknya.

"Baiklah. Aku terima kesetiaanmu."

"Hooo! Aku sangat berterima kasih!.. Tuanku!"

"Kalau begitu sekarang, aku akan memberimu perintah pertama. Kirimkan korban atau persembahan ke tempat kekuasaanku-"


---


"Kakek! Kakek! Ada apa, kakek?!"

Fluder, yang sedang teringat masa lalu, tersadar kembali setelah menyadari seseorang yang sedang memanggil dirinya. Pertemuan mengejutkan beberapa hari yang lalu masih mencengkeram hatinya, dan jika dia tidak fokus, pikirannya mungkin akan melayang ke dalam fantasi lagi.

Fluder langsung ingat dimana dia berada, dan sedikit mengangguk kepada orang yang menyapanya.

"Maafkan ketidak sopanan hamba, Yang mulia, otak hamba sedang ada di tempat lain."

Di depan Fluder yang merupakan satu-satunya orang yang dia panggil kakek, Kaisar dari Baharuth Empire, Jircniv Rune Farlord El Nix, dan mereka saat ini sedang ada di dalam ruang belajar dari Kaisar.

Biasanya, tidak ada orang sebanyak ini di dalam ruangan. Yang saat ini hadir adalah Kaisar Jircniv, yang ditemani oleh empat bodyguardnya. Magic caster tingkat tertinggi di Empire, Fluder Paradyne juga ada disana. Ditambah, meskipun kaisar memiliki kecerdasan yang luar biasa, dia memiliki sepuluh menteri yang dipecaya yang cukup mampu membantunya. Salah satu dari empat Imperial Knight, 'Lightning' Baziwood Peshmel, juga hadir.

Mereka semua duduk di tempat yang ditentukan, dan sampai saat ini, mereka sedang mendiskusikan rencana masa depan untuk Empire. Kertas-kertas yang berserakan di seluruh ruangan berbicara betapa kuatnya rapat ini jadinya.

Pria muda yang disebut Kaisar Darah mulai bicara kepada Fluder dengan nada yang takkan berani digunakan oleh orang lain.

"Tidak, jangan khawatir tentang itu. Pasti melelahkan bagimu melakukan banyak pekerjaan mengingat usiamu saat ini, jadi mungkin kamu bisa melakukannya dengan santai saja, namun pada akhirnya itu masih tetap sebuah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh kakek. Maaf tentang hal itu."

"Saya sangat berterima kasih atas kebaikan Yang mulia. Namun, saya adalah bawahan yang mulia yang paling setia. Silahkan saja berikan perintah kepada hamba."

Fluder, yang sudah datang sejauh ini, menganggukkan kepalanya dengan enteng.

Ah, aku membesarkan anak yang benar-benar baik, Fluder berpikir sambil melihat wajah cantik pemuda itu.

Fluder telah melayani Kaisar selama enam generasi sekarang.

Pada awalnya, dia tidak memiliki hubungan yang baik dengan Kaisar dari enam generasi yang lalu. Meskipun begitu, dia telah menjadi magic caster yang ahli saat itu, jadi ketika dia direkrut, dia akhirnya mencapai posisi yang paling menonjol bahkan diantara para penyihir kerajaan.

Karena hal ini, hubungannya dengan keluarga kerajaan semakin dekat selama lebih dari lima generasi selanjutnya. Ketika dia mendapatkan posisi kepala magician untuk pertama kalinya, dia mulai mendidik anak kaisar dari generasi empat dan seterusnya, namun pada dasarnya itu berhubungan dengan magic.

Bahkan sejak generasi ketiga, dia sudah mengajarkan kepada mereka berbagai subyek, kebanyakan adalah mengenai politik.

Dan sekarang adalah kaisar saat ini - seorang anak yang sangat dipuja oleh semuanya.

Hingga sekarang, dia telah melihat banyak tipe kaisar yang berbeda namun tak ada satupun yang mampu. Seluruh anak-anak itu berbakat seakan mereka dipilih oleh para dewa - namun meskipun kaisar saat ini masih muda, bakat dan kemampuannya bersinar melebihi kaisar sebelumnya dengan jarak yang lebar. Meskipun itu bisa dibantah bahwa Fluder telah membantu persiapan sejak dua generasi yang lalu, sentralisasi otokratis kekuasaan di dalam diri seorang kaisar bisa dilakukan hanya karena kemampuan luar biasa dari Jircniv.

Fluder menyayangi Jircniv Rune Farlord el Nix.

Dia telah mendidik sang kaisar dan menganggapnya seperti anak sendiri, dan Fluder percaya jika Kaisar juga menganggapnya seperti seorang ayah pula.

Namun meskipun begitu-

Fluder masih rela membuang seseorang yang dia lihat sebagai anak sendiri.

Aku ingin menatap jauh ke dalam jurang magic, Jircniv. Aku tidak akan kehilangan pandangan terhadap tujuan itu, tak perduli apapun yang harus kukorbankan. Meskipun itu adalah anak yang menarik sepertimu.

"Kalau begitu yang mulia, apakah ini alasannya mengapa kita memanggil semua penyerangan ke Kingdom?"

"Benar sekali. Detil dari Iblis yang menyebut dirinya sebagai Jaldabaoth jauh lebih penting. Kakek, apakah kakek sudah menemukan sesuatu dari penyelidikanmu?"

"Sayang sekali tidak, yang mulia. Meskipun setelah diselidiki, kami masih tidak bisa menemukan informasi apapun tentangnya."

Benar sekali. Begitulah kejadiannya.

"Paradyne, tidak bisakah kamu menyelidikinya melalui magic?"

Fluder memicingkan matanya dan melihat ke arah orang yang berbicara dengan ekspresi serius di wajahnya.

"Memang benar magic bisa menjadi sangat luar biasa, namun itu adalah-"

"-Kakek, maaf. Namun jika kake mulai bicara tentang subyek itu akan memakan waktu yang lama. Jadi, lebih baik dihentikan saja dari sekarang."

"Saya mengerti, yang mulia."

Untuk sesaat, Fluder terlihat kecewa, lalu memakai nada seorang guru dan mulai menasehati orang yang kelihatannya seperti murid yang terus-terusan melewatkan intinya.

"Ada banyak cara untuk mencegah penyelidikan dengan magic. Contohnya, apakah kamu tahu ruangan ini sudah terlindungi dari mencuri dengar pembicaraan dengan magic? Ada juga hal lain yang dilindungi di dala ruangan ini, dan penyelidikan secara magic adalah sedikit dari hal itu."

"..Aku mengerti. Karena ada banyak sekali cara pencegahan, akan sulit jadinya untuk melakukan itu."

"Benar sekali. Namun, kita akan beruntung jika magic itu cuman gagal. Magic caster tingkat tinggi bicara mempersiapkan pencegahan untuk pembalasan terhadap mantra itu. Beberapa dari mereka bahkan bisa membunuh si pengucap mantra secara langsung jika keadaan menjadi gawat."

Bagaimana bisa seseorang dengan kemampuan sepertiku dibandingkan dengan sang Supreme Being? Tidak ada orang lain yang lebih layak mendapatkan gelar Supreme Being selain dia. Aku harus membuktikan kegunaanku kepadanya cepat-cepat...

Beberapa orang menjadi berekspresi pucat karena tidak senang ketika mendengar Fluder bicara tentang menjadi terbunuh, namun dia tidak menghiraukan mereka.

"Memasukkannya dalam perhitungan.."

Salah satu menteri mengambil sebuah lembar kertas.

"Ada tempat yang kelihatannya menjadi benteng dari seorang magic caster yang bernama Ainz Ooal Gown. Karena Paradyne-sama menemukannya melalui magic, apakah itu artinya orang tersebut lebih lemah dari Paradyne-sama?"

"Itu terlalu naif!"

Fluder berteriak keras saat dia mencoba sekuatnya memaksa menekan hasratnya tersenyum pahit. Ini menunjukkan seberapa gugupnya dia.

"Pemikiranmu terlalu naif. Pertimbangkan bahwa dia telah menyelamatkan desa Carne, atau lebih tepatnya, hanya desa Carne. Dengan berpikir demikian, Aku menempatkan pengamatan area magic di sekitar area seluruhnya dan murni karena kebetulan aku melihat seseorang yang kelihatannya adalah Ainz Ooal Gown masuk ke tempat itu. Jika kamu lupa bahwa hal ini tidak lebih dari sebuah kebetulan, kamu akan menyesalinya."

Sebagian dari itu adalah benar. Menganggap remeh Supreme Being adalah gerakan yang bodoh. Tidak, meskipun kenyataannya dia juga dulu seperti itu, dia menyadari seberapa mengerikannya orang bodoh itu.

Fluder tertawa di dalam hati atas seberapa bodohnya dia dulu. Dia benar-benar tidak tahu apa-apa.

"Maafkan aku."

Dia mengangkat tangan untuk meminta maaf.

"Ah ha, ngomong-ngomong, Kakek. Apa yang terjadi dengan para worker yang masuk ke dalam benteng yang dicurigai itu?"

"Meskipun mata-mata kita, yang sedang membuntuti mereka, hanya mengirimkan laporan pendahuluan melalui 'Message', mereka memperkirakan para worker sudah dihabisi semuanya."

Jircniv menjentikakn jarinya, dan sedikit membuka matanya. Dia memang mendengar banyak kelompok worker yang mumpuni telah dikirimkan, namun itu adalah kejadian yang benar-benar sangat mengejutkan jadinya karena mereka dihabisi hanya dalam satu hari, atau bahkan mungkin hanya separuh hari.

Fluder tidak benar-benar terkejut karena itu adalah hasil dari yang dia duga, tapi tetap saja menunjukkan ekspresi terkejut.

"....Begitukah? Tapi ngomong-ngomong, itu adalah informasi yang dikumpulkan melalui magic, dan kamu tahu seberapa tidak bisa diandalkannya itu. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk para petualang kembali?"

"Mempertimbangkan hal itu sebagai situasi darurat dimana tak ada satupun worker yang kembali, mereka seharusnya langsung mundur, jadi kira-kira masih memakan waktu sekitar empat hari totalnya."

"Termasuk waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan informasi dari para petualang... Setidaknya lima hari. Jadi sebelum itu, kita tidak akan bisa mengambil tindakan apapun."

'Message' tidak bisa diandalkan, karena isinya menjadi semakin kabur setelah melewati jarak yang panjang. Banyak negara tidak hanya mengandalkan 'Message', untuk beberapa alasan.

Salah satunya adalah tragedi di negeri yang disebut Gartenberg.

Itu terjadi di dalam negerti tersebut tiga ratus tahun yang lalu. Itu adalah sebuah negeri yang didirikan oleh manusia yang kebanyakan adalah para magic caster dengan kota-kota yang dipusatkan disekitar pertukaran informasi yang cepat menggunakan 'Message'. Namun karena mereka terlalu banyak mempercayai 'Message', ketiak mereka menerima tiga pesan yang dipalsukan, sebuah perang sipil pecah diantara kota-kota itu. Lalu kota-kota itu hancur ketika para monster dan demi-human menyerangnya.

Ada juga contoh yang lain, seperti nyanyian dari para bard yang menyanyikan tentang seorang pria yang dibunuh oleh istrinya berdasarkan informasi palsu.

Sebagai hasilnya, sedikit orang yang mempercayai 'Message'. Sebaliknya, siapapun yang terlalu banyak mengandalkan 'Message' dianggap sebagai orang bodoh. Jircniv adalah salah satu orang yang lebih cerdas. Sementara dia menggunakan 'Message', dia juga mengumpulkan informasi melalui sumber lain. Dia takkan pernah mempercayai hanya satu mantra saja.

"Tapi, Earl itu benar-benar bodoh. Jika dia mempekerjakan para worker dari E-Rantel, keadaannya mungkin akan lebih lancar. Dia mungkin menari di dalam tanganku karena tidak ketidakmampuannya, namun terlalu banyak ketidakmampuannya adalah sebuah masalah juga. Jika dia akan menjadi umpan, dia setidaknya harus melakukan pekerjaan itu dengan baik."

"Seperti Yang Mulia katakan."

Sikap setuju dari Fluder membuat Jircniv mengangkat alis.

Ada dua alasan mengapa dia menerima penawaran Fluder di dalam pertemuan beberapa hari yang lalu.

Pertama, adalah untuk mendapatkan sebuah pemahaman terhadap karakter Ainz Ooal Gown.

Setelah penyelidikan Fluder, mereka memastikan bahwa Ainz tidak meninggalkan reruntuhan tersebut dalam beberapa hari, jadi mereka menganggap tempat itu sebagai sarangnya dan mengirimkan para worker masuk ke dalam untuk mengukur reaksinya.

Itu untuk melihat apakah dia akan menghadapi para penyusup itu dengan sikap yang layak atau yang keras.

Pembantaian para worker sudah menunjukkan satu kepribadiannya.

Tujuan lain adalah untuk menyemai perselisihan antara Ainz Ooal Gown dan Kingdom Re-Estize. Oleh karena itu, akan jauh lebih baik jika para worker dipekerjakan dari E-Rantel, namun sayangnya, itu bukanlah sebuah pilihan.

Dia tidak mungkin sebodoh itu, ya kan?

Seluruh informasi yang diberikan oleh Earl adalah tentang reruntuhan yang belum pernah dijelajahi. Mengetahui bahwa dia akan menyelidiki reruntuhan yang ada di dalam teritori Kingdom, dia mungkin tidak memiliki keberanian untuk mempekerjakan orang-orang dari Kingdom pula. Mempekerjakan para worker dari Empire akhirnya tak terelakkan.

Namun dalam situasi saat ini, hubungan antara E-Rantel dan Ainz Ooal Gown, serta Re-Estize Kingdom seluruhnya tidak akan runtuh. Jika dia sangat ingin mengharapkan menyelesaikan tujuannya yang kedua, dia harus membocorkan informasi tentang keberadaan reruntuhan tersebut kepada Guild Para petualang di dalam Kingdom pula.

"Momon datang ke Empire di saat yang tepat."

"Saya setuju. Informasi tentang adanya reruntuhan yang belum dijelajahi beserta pembantaian para worker akan secara wajar mengalir kepada Guild di dalam Kingdom Re-Estize melalui laporannya. Mereka akan mulai melakukan penyelidikan yang lebih serius seperti yang diinginkan oleh kaisar."

Karena alasan inilah para petualang tidak diperbolehkan mengambil bagian di dalam hal ini sama sekali. Tentu saja, mereka tidak menggunakan otoritas sang kaisar, namun lebih kepada melalui mata-mata yang membocorkan informasi kepada para bangsawan.

Kasus ini harus ditangani sebagai seorang bangsawan bodoh yang menjadi liar. Mereka bisa menolak keterlibatan Empire, lalu kebencian dari Ainz akan diarahkan kepada Earl, sementara Jircniv bisa mengambil pendekatan yang lebih bersahabat.

"Setelah para petualang di dalam Kingdom menyusup ke dalam benteng Ainz Ooal Gown yang tak kenal ampun, apa reaksi Kingdom nantinya ketika mereka menemukan magic caster yang luar biasa kuat tinggal disana? Dan apa yang akan dilakukan oleh Guild Petualang di dalam Kingdom setelah mereka membalas melawannya?"

Jircniv tersenyum sambil sangat berharap menantikan rencana yang dipersiapkannya dengan hati-hati.

"Aku mengerti kekuatan dari Ainz Ooal Gown. Dia cukup kuat untuk membasmi kelompok worker. Rencana kita untuk membersihkan kerusuhan itu dengan sebuah kepala bangsawan. Apakah sudah dilakukan?"

"Tentu saja, itu sudah dilakukan dengan hati-hati. Tak ada siapapun yang ada di luar ruangan ini yang seharusnya tahu situasinya."

"Kalau begitu, untuk jaga-ja- Apa itu?"

Getaran di tanah memotong kalimat Jircniv di tengah. Jendela-jendela dan seluruh perabotan di sekitar bergetar dengan keras pula, namun itu berbeda rasanya dari gempa bumi, rasanya seperti sebuah benturan yang disebabkan oleh sesuatu yang sangat besar menghantam tanah, membuat gelombang kejut (shockwave) yang besar.

"Apa yang terjadi?! Pergilah dan memastikannya - sialan, Apa yang sedang terjadi?"

Bahkan di dalam ruangan itu, Jircniv bisa mendengar teriakan yang datang dari luar. Dinding ruangan ini dibuat sangat tebal dan kokoh, oleh karena itu suara itu harus sangat keras atau butuh banyak orang yang sedang berteriak. Memangnya apa yang sedang terjadi di luar sehingga membuat orang-orang berteriak seperti ini?

Menjawab keraguan Jircniv, seorang penjaga membalas dari celah diantara penutup jendela. Dia datang dari halaman tengah, sumber suara tersebut, dan wajahnya menjadi pucat.

"Yang Mulia! Ada seekor naga! Seekor naga mendarat di halaman!"

Untuk sesaat, suasana di dalam ruangan membeku. Mereka tidak bisa menelaah kalimat itu secara langsung, atau lebih tepatnya, mereka menganggap ucapan itu tidak masuk akal sama sekali. Meskipun mereka tahu jika penjaga tersebut tidak punya alasan untuk berbohong, setiap orang tetap bergegas ke arah jendela untuk memastikan situasinya sendiri.

Jircniv menarik kelambu dan mengintip melalui jendela yang semi transparan, rahang setiap orang terbuka lebar karena melihat seekor naga yang sedang duduk di halaman.

"Me-Mengapa ada seekor naga disini? Darimana datangnya naga itu?"

"Menteri luar negeri! Apakah kamu mendengar siapapun yang bersikap kurang ajar mengendarai seekor naga dan mendarat di tengah-tengah halaman?"

"Saya tidak mendengar satupun!"

"Apakah ada janji pertemuan dengan naga dari anggota dewan? apa bukan itu?"

"...Penampilan mereka berbeda dari yang saya dengar. Deskripsi dari Kementerian Luar Negeri seharusnya tidak salah."

"Bukan, masalah terbesar adalah makhluk itu dibiarkan hingga sejauh ini! Kaisar ada disini! Apa yang sedang dilakukan oleh para penjaga istana?"

Naga bisa dikatakan adalah makhluk terkuat di dunia, dengan tubuh yang kuat dibungkus dengan sisik yang kokoh, sebuah masa hidup yang melebihi manusia biasa, begitu juga dengan segala macam kemampuan spesial dan magic. Tentu saja, ada pengecualian pula, dan beberapa naga pernah dibantai oleh para petualang di masa lalu, namun banyak kasus dimana kota-kota dan bahkan negeri-negeri yang dihancurkan oleh api dari para naga yang marah. Satu kota seperti itu di selatan telah dihancurkan sekitar dua puluh tahun yang lalu.

Ketika makhluk seperti itu muncul di tengah-tengah istana kekaisaran, itu adalah darurat yang sangat besar.

Saat Jircniv menelan ludah sambil melihat sang naga, dua figur kecil turun dari punggung naga.

Jika seseorang memicingkan matanya, mereka bisa melihat bahwa mereka adalah anak-anak berkulit gelap karena sinar matahari.

"Mereka kelihatannya seperti dark elf."

Fluder dengan tenangnya mengutarakan ras dari dua anak itu.

"Paradyne! Naga itu, darimana datangnya? Dan dari mana mereka berdua ini berasal?"

"Naga itu adalah sesuatu yang bahkan saya sendiri tidak tahu..."

Wajarnya, hal yang sama juga berlaku untuk dua orang yang baru saja turun, dan naga yang telah mendarat di dalam halaman segera langsung di kelilingi oleh para knight. Meskipun para knight itu adalah kebanggaan dari Empire, di hadapan seekor naga mereka kelihatannya tidak seberapa handal. Seperti yang diduga dari makhluk terkuat di dunia ini.

Diantara para knight, seorang pria yang memegang sebuah perisai di masing-masing tangan maju ke depan.

"Oi, oi. Dia yang akan keluar? Yah, mau bagaimana lagi... meskipun kehilangan seseorang sepertinya pasti adalah hal yang sangat disayangkan."

Orang yang bergerak maju adalah salah satu dari Empat Imperial Knight, 'The Immovable' Nazami Enec.

Nazami adalah salah satu dari warrior yang paling kuat di Empire, dan dalam hal pertahanan dia dianggap sebagai yang terkuat dari empat Knight itu. Tetapi meskipun sebagai seorang warrior yang bisa menahan banyak tipe serangan, dia masih terlihat terlalu kecil dan tidak seberapa dibandingkan dengan seekor naga. Itu adalah kalimat yang diucapkan oleh "Lightning" Baziwood Peshmel, seakan memastikan kematian dari rekannya, dan tak ada yang menyangkal hal itu.

"Yang Mulia, saya mohon anda mundur!"

"Kalau begitu katakan kepadaku, kemana kita bisa mundur? Dimana tempat yang aman?"

Menjawab penawaran para menteri, Jircniv mendengus.

"Tapi Yang Mulia!"

"Aku tahu apa yang akan kalian semua katakan. Tetapi mengabaikan istana akan membuat sebagai bahan tertawaan. Meskipun lawannya adalah seekor naga, yang kelihatannya bukan berasal dari Republik Agrando, dan jika naga itu membuat gerakan seperti itu mengetahui aku tidak kabur... maka naga itu mungkin memiliki kecerdasan yang sama seperti yang pernah kudengar, kelihatannya naga itu tahu situasi politik dari Empire sangat baik."

Meskipun Jircniv mengikat para bangsawan dengan sangat erat, itu hanya bisa dilakukan dengan bantuan dari pasukan knight. Jika berita menyebar bahwa dia telah kabur dari ibukota karena seekor naga, para bangsawan mungkin akan berpikir bahwa kekuatan tempur Jircniv memang lemah, dan akhirnya mereka akan bergabung dan membelot. Meskipun dia tidak akan kalah dari gerombolan yang tidak teratur, kekuatan tempur dari Empire akan jatuh drastis.

Meskipun jika kita melawan atau mundur, masih ada kerugian yang besar. Ini benar-benar gerakan catur yang menjengkelkan, ada cerita apa dibalik naga itu?

Pada akhirnya, jumlah orang yang ada di halaman meningkat lagi. Empat puluh penjaga istana mengelilingi sang naga, beserta enam puluh knight, dan bahkan beserta banyak magic caster arcane dan divine juga hadir diantara jumlah mereka.

"Hanya dengan seratus dua puluh orang benar-benar tidak membuat tenang. Yang Mulia, bagaimana kalau membiarkan saya bergabung dengan mereka?"

Alis Jircniv sedikit mengerut. Fluder adalah kartu as terbesar dari Empire. Namun, masih belum jelas apakah bijak membiarkannya menghadapi sangat naga, yang merupakan spesies yang dikenal kuat. Oleh karena itu Jircniv pun ragu-ragu, namun dia juga percaya bahwa Fluder bisa keluar dengan selamat kembali kepadanya bahkan dalam situasi yang terburuk.

Namun ada suatu hal yang Jircniv tidak tahu.

Magic caster tua itu membuat sarang agar Jircniv bisa kabur dengan menggunakan magic teleportasi Fluder.

"Aku mengerti, kakek. Bisakah kamu beritahu 'Immovable' untuk mundur pula?"

"Saya mengerti. Namun, saya tidak bisa memastikan kekuatan dari orang-orang ini. Mereka seharusnya sangat kuat. jadi jika anda ingin mundur. anda seharusnya mulai membuat persiapan sekarang."

Dengan berkata demikian, Fluder membuka jendela. Dia terbang dengan menggunakan magic terbang dan meluncur di langit.

"Kalau begitu sekarang, bisakah semua orang mendengarku? Aku adalah seorang pelayan dari Ainz Ooal Gown-sama, Aura Bella Fiora!"

Tepat saat itu, suara lain bergema menyebar di udara.

"Kaisar negeri telah mengirimkan segerombol orang-orang yang kurang ke dalam Great Tomb of Nazarick dimana Ainz-sama tinggal! Ainz-sama sangat tidak senang, jadi jika sang kaisar tidak meminta maaf, kami akan hancurkan negeri ini!"

Wajah Jircniv berubah. Bagaimana mereka bisa mencapai kesimpulan itu? Bagaimana mereka menyambungkan bagian-bagian dari semua petunjuk-petunjuk kecil tersebut?

Saat dia melihat kembali ke dalam ruangan, dia menemukan ekspresi-ekspresi terkejut menatap kembali kepadanya. Lalu, ketika mereka menyadari apa yang ada dalam pikiran Jircniv, mereka menggelengkan kepala.

"Sebagai awal mula, mari kita bunuh seua yang ada disini! Mare!"

Dark elf yang lain yang sedang berdiri di sampingnya mendorongkan tongkatnya ke arah halaman. Dalam sekejap, gempa bumi lokal kelihatannya telah menggetarkan halaman. Karena gempa bumi itu dikurung, Jircniv tidak banyak merasakan getaran yang kuat. Namun, bumi pun berteriak dan sebuah corak rumit dari retakan terbuka di tanah, seperti sebuah jaring laba-laba dengan para elf dan naga di tengahnya.

Kecuali Fluder yang sedang mengambang di udara, para knight, penjaga, magic caster, semua orang yang lain ditelah oleh bumi.

Dark elf itu pasti menempatkan diri di luar jangkauan efektif dari gempa bumi tersebut, karena mereka tidak terkena efeknya. Dark elf itu dengan tenang menarik kembali tongkatnya, lalu secepat itu terjadi, koyakan yag ada di bumi tertutup sekali lagi. corak yang seperti jaring laba-laba dari retakan itu tertutup sendiri dengan cara yang berlawanan dari saat mereka muncul, mengembalikan bumi ke bentuk semula.

Para knight yang berkumpul di halaman tadi sudah tidak terlihat. Itu benar-benar kesimpulan yang mengejutkan.

"Bagus, mereka semua sudah tewas sekarang, jika dia tidak muncul sendiri segera, kami akan membunuh semua orang yang ada di kota selanjutnya... Karena kami tidak tahu yang mana adalah kaisar, kami akan menghancurkan seluruh kota ini dan berhenti peduli dengan apapun! Jadi keluar, keluarlah, Kaisar, Dimanapun kamu berada!"

"Ya-Yang Mulia!"

Para pelayan yang gemetar memanggilnya dengan wajah yang pucat.

"...Aku baru saja akan mengatakan jika kita sudah menginjak ekor dari naga, tapi pada akhirnya, naga itu malah datang."

Jircniv berusaha mengendalikan rasa gemetarnya. Sebagai makhluk absolut yang menggenggam otoritas seorang Kaisar, dia tidak boleh menunjukkan ketakutan di depan bawahannya.

Ainz Ooal Gown.. siapa orang ini.. Tidak, sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu.

Jircniv berpaling ke arah jendela dan berteriak.

"Aku, Kaisar Jircniv Rune Farlord El Nix, ingin bicara! Wahai utusan, maukah kalian berdua melanjutkan diskusi ini di dalam?" Jircniv lalu memutar kepalanya ke arah para pelayan, "Persiapkan sambutan terbaik untuk tamu kita! Segera!"

Saat para pelayannya bergegas keluar, Jircniv melihat kembali ke arah para dark elf itu.

...Aku meremehkan mereka. Bagaimanapun, jika ini hanyalah bawahan... bagaimana mungkin aku tidak bisa menangani mereka? Meskipun begitu, aku tidak boleh mundur disini. Jika mereka ingin bernegosiasi, maka kita harus melakukan perang kalimat. Ainz Ooal Gown, aku akan menghancurkan ambisimu disini!

20 comments:

Dhani desu said...

wkwkw jadi bahan penyiksaan aja lagi ini empire

arigatou gozaimasu

Fajar ramadhan said...

Anjiirr cuma ngelepas 1 cicin empire ada d genggaman... tambah lagi anak buahnya parkir naga sembarangan di halaman orang wkwkwkw

Muhammad Agung said...

Wkwwk parkir naga di halaman pemimpin negara :v coeg sekali

Ragon Drakath said...

Anjay.... parkir naga di halaman orang, keturunan mad dog detected :v

Brian Torao said...

sankyu overlord vol.7 bab 4 bag.4

Ares Titan Ar Rahman said...

Sepihak bgt

Unknown said...

apakah ini berarti fluder telah mengetahuibahwa momon adalah penguasa nazarik...??

adde nanda said...

Oh kasihan oh kasihan aduh kasihan

Deni Nazrul said...

Ngakak Berat anjirπŸ˜‚πŸ˜‚, Parkir Naga Sembarangan πŸ˜…πŸ˜…

Khafidz ZA said...

coeg sekali. buka cincin langsung kerasa imba, parkir naga sembarangan. anjirr

Amy Tazzik said...

Saya kasihan kpd worker arche am 3tmn lainnya yg mati sia" smoga mereka ntr di hidupin kembali ^_^

Edo Nenden Anggara said...

Bikin ketawa aja ni aura

Inaho Kaizuka said...

wkwkwwk buka cincin si embah langsung nyembah

Anonymous said...

wkwkwk buka cincin udah kaya batu akik aja langsung disembah

bambang pramudito said...

Sudah saat nya mengirimkan drifters, kirim pesawat f-16 😹😹😹

Nurhayanah Nurhayanah said...

Parkir naga sembarangan di halaman orang. Kwkwkwkwk

Nurdin Bahari said...

Jadi di volume ini. Ainz ketemu Funder dulu terus bilang minta tumbal. Selanjutnya flunder ngehasut kaisar untuk kirim orang ke makam.

Pada akhirnya Ainz bisa menyalahkan kaisar itu sendiri.

Sasha momonga sama

Sugou Pentol said...

Untung ga parkir di Indonesia
Bisa runyam urusan. . Si aura parkir sembarang gitu. . Naga pula

Unknown said...

ntappzzz

Unknown said...

Mantap min lanjut terus