Overlord - Vol 9 - Chapter 4 Part 4

Massacre - Pembantaian besar-besaran

Part 4


Overlord Light Novel Bahasa IndonesiaDi tengah-tengah keributan yang muncul dari orang-orang yang lari di segala arah, Gazef memantapkan pandangannya ke depan, dan perlahan menghunus senjata yang merupakan harta karun dari Kingdom, Razor Edge. Selama dia memegang pedang berkilau di tangannya, kemenangan Gazef bisa terjamin. Dengan kata lain, pedang ini adalah bukti keunggulannya.

Namun, hari ini pedang itu terlihat sangat lemah dan kecil.

Pedang itu terlihat sangat kecil dan menyedihkan dibandingkan dengan tubuh raksasa dari Dark Young yang merangsek lurus.

“Jika tempat ini jatuh, perkemahan utama dari sang raja akan menjadi target selanjutnya. Aku harus menghentikannya disini.”

Saat dia berkata demikian, Gazef tersenyum, seakan dia sedang mengejek diri sendiri.

Tidak mungkin Gazef bisa mengalahkan monster itu. Meskipun mampu mengulur waktu sedetik saja sudah layak dipuji.

Bahkan seorang pria yang dipuji sebagai Kapten Warrior dari Kingdom, - seorang warrior yang dikenal di seluruh penjuru negeri- hanya bisa melakukan sebanyak itu.

“Bawa yang mulia dan lari. Buatkan jalan bagi beliau dengan nyawa kalian.”


Perintah ini dibisikkan – hampir seperti do’a – kepada para bawahannya yang tidak berada di sini. Para prajurit terkuat di Kingdom tetap di belakang untuk melindungi raja mereka. Namun, meksipun mereka tetap tinggal di belakang, mereka tidak cukup kuat berperan sebagai perisai bagi sang raja di hadapan monster itu. Meskipun sudah mempertaruhkan nyawa mereka hanya akan memberikan mereka kesempatan untuk menerima satu pukulan dari lawan mereka sebelum roboh.

Namun, itu sudah cukup.

Mereka akan mati jika lawan mengenai mereka, tapi selama mereka bisa memastikan pukulan itu dibuang untuk mereka, nyawa sang raja akan bertambah sedikit lagi. Mungkin akan berhasil jika 80 orang berada disini menjadi perisai, pikir Gazef dengan optimis.

“Maafkan aku.”

Gazef minta maaf kepada para bawahannya saat monster itu mendekat dengan kecepatan yang luar biasa, menerbangkan semburan daging dan darah saat berjalan. Dia tahu bahwa sebuah permintaan maaf kepada para rekannya yang tidak ada disini tidak lain hanyalah untuk memuaskan egonya sendiri. Meskipun begitu, dia tidak ingin mati tanpa mengucapkan kalimat itu.

Saat dia merasa bumi bergetar di bawah kakinya, Gazef menghela nafas dengan paksa.

Dia menggenggam pedangnya di tangan dengan erat, lalu mengangkatnya.

Pedangnya terlihat sangat tidak berguna di depan tubuh raksasa itu yang melumat manusia menjadi pasta merah.

Jika makhluk itu adalah kuda dari kereta yang sedang kabur, dia bisa dengan mudah mengendalikannya. Jika seekor harimau ganas menerkamnya, dia bisa menghindari terkaman pertama dan menyerang kepalanya.

Namun, di depan Dark Young, peluangnya selamat memang terlihat sangat rendah.

“Huuuuu-“

Saat Gazef menghela nafas, sebuah perubahan dramatis terjadi pada aliran orang-orang di sekitarnya. Hingga sekarang mereka berlarian ke segala penjuru, tapi sekarang kelihatannya mereka bergerak menghindari Gazef. Kelihatannya seakaan mereka seperti membuka jalan antara Gazef dan Dark Young tersebut.

Dark Young semakin mendekat, memuncratkan manusia-manusia di bawah tapak kakinya dengan setiap langkah yang diambil.

Saat Gazef mengangkat pedangnya, dia mempelajari tubuh Dark Young itu. Dimana dia bisa menyerang dengan hasil yang terbaik?

Dia mengaktifkan sebuah martial art – “Sense Weakness” (Merasakan kelemahan).

Namun-

“-Monster itu tidak memiliki kelemahan.”

Entah apakan memang tidak memiliki kelemahan, atau kelemahan apapun yang muncul tidak bisa terlihat karena perbedaan kekuatan yang sangat luar biasa, Gazef tidak tahu.

Tetap saja, dia tidak putus asa. Lagipula dia sudah menduga hasil seperti ini.

Dia mengaktifkan martial art lain.

Ini adalah jurus rahasia yang layak disebut jurus rahasia, sebuah tekhnik yang akan memperkuat penerimaan dari sensor tambahan, ‘Possibility Sense’.

Dengan perbedaan selangit dalam kemampuan fisik mereka, tidak ada bedanya jika dia mempersingkat jarak bermil-mil menjadi satu atau dua inchi melalui perhitungan terhadap atribut fisiknya sendiri. Dengan begitu, dia memutuskan untuk mengandalkan hal lain – jika itu adalah Indera keenam, mungkin akan lebih efektif.

“Kemarilah, binatang buas.”

Dark Young tersebut kelihatannya seperti mendengar tantangan tersebut, lalu mengarah kepada Gazef. Jarak diantara mereka berdua berkurang secara drastis.

Sejujurnya-

-Gazef ketakutan.

Jika dia bisa, dia benar-benar ingin kabur dengan prajurit yang ada di sekitar.

Bahkan setelah mengaktifkan ‘Possibility Sense’ dia tidak bisa merasakan apapun. Seperti dia sudah dilingkupi oleh dinding malam yang tak bisa ditembus.

Saat Dark Young itu semakin dekat, dia mempelajari bentuknya dalam detil yang lebih besar.

Menilai dari cara tapak kakinya yang tetap tidak hancur, kelihatannya pedang biasa tidak akan bisa memberikan luka sedikitpun. Dari jejak kaki yang dalam ditinggalkan di tanah dimana monster itu melangkah, beratnya akan membunuh siapapun yang diinjak dalam sekejap.

Saat pengertian terhadap binatang buas itu semakin dalam, begitu juga dengan rasa takutnya yang semakin meningkat.

Sekarang ini, Gazef terkena sebuah teror yang jauh lebih kuat daripada para prajurit yang terpaksa kabur di sekitarnya.

Tapi dia tidak bisa menoleh ke belakang.

Warrior terkuat dari Kingdom tidak bisa lari. Dia membatalkan  ‘Possibility Sense’, dan menenangkan nafasnya.

Dark Young semakin mendekat.

Cukup dekat sampai-sampai gumpalan debu yang tertendang oleh tapak kakinya bisa sampai pada Gazef.

Monster itu mengabaikan para prajurit yang ada di sekitarnya, seperti mereka bukan apa-apa selain dari ulat-ulat yang sedang merangkak, dan menuju langsung kepada Gazef.

Atau tidak.

Dark Young itu berputar seperti menabrak sebuah dinding, bergegas melewati Gazef. Karena monster itu berputar dengan sangat cepat, Langkah kaki monster itu kacau, dan jika monster itu tidak memiliki begitu banyak kaki dia pasti akan kehilangan keseimbangannya.

Musuh telah lari. Ini tidak mungkin dan bahkan Gazef sendiri tahu hal itu.

Monster itu hanya memperhitungkan dimana dia bisa menemukan lebih banyak mangsa dan merubah arahnya ke arah sebuah tempat dimana dia bisa menginjak-injak lebih banyak korban di bawah tapak kakinya yang berlapis darah kental.

Dark Young itu merangsek melewati Gazef, membuat dunia bergoncang saat lewat.

Karena ada jarak satu meter atau lebih, tanah di bawah kakinya bergetar seperti gempa bumi. Siapapun selain Gazef akan roboh.

Dia menyasar ke arah tapak kaki raksasa Dark Young saat monster itu lewat-

“-Haah!”

Gazef mengayunkan pedangnya. Dengan kecepatan seperti itu, kecepatan lawan sendiri akan menjadi sebuah senjata yang bisa pecah berantakan sendiri di ujung pedang Gazef.

Dalam sekejap tapak kaki itu menyentuh pedang tersebut, sebuah benturan yang besar mengalir pada senjata tersebut dan menuju lengan Gazef. Itu membuatnya merasa seakan lengannya keseleo.

Kaki Gazef, ditanam dengan kuat ke dalam tanah. Meninggalkan dua parit saat dia terseret mundur.

“Gwaaaargh!”

Entah bagaimana, dia tetap mencengkeram pedangnya, tapi perih menyebar ke seluruh tubuhnya. Baik itu otot atau uratnya, setiap bagian dari dirinya merasa sakit karena stres yang dia rasakan.

Gazef sulit bernafas, dan menatap ke arah tubuh raksasa yang melewatinya.

Tidak jauh dari Gazef, salah satu Dark Young akhirnya berdiri di tempat seakan menolak berlarian dengan liar.

Salah satu tentakelnya telah menjadi kabur.

Sebuah hawa dingin yang bukan berasal dari suhu udara memenuhi seluruh tubuhnya. Gazef mengangkat pedangnya.

Dan dalam sekejap, sebuah benturan misterius terpancar dari pedang tersebut, lalu tubuhnya terbang ke langit.

Gazef tidak bisa melihat apapun, tapi dia menduga bahwa dia pasti sudah ditampar oleh tentakel itu. Tubuh Gazef terbang ke atas langit yang luas dan memanjang di atasnya.

Setelah menjelajahi udara untuk waktu yang sangat lama, tubuh Gazef akhirnya membentur bumi. Dia bergulung-gulung lalu bergulung-gulung lagi, tapi ini bukan karena jatuh seperti mayat yang terlempar. Itu adalah gerakan yang disengaja dari seorang manusia yang mencoba untuk mengurangi energi rotasi badannya.

Gazef perlahan berdiri, mendorong tubuhnya yang babak belur agar bisa bergerak. Dia menatap ke arah Dark Young di kejauhan.

Satu kali pukulan.

Lengan yang menerima serangan itu telah patah. Adalah sebuah keberuntungan pedangnya tidak patah pula.

Emosi di wajah Gazef menghilang.

Mengapa, mengapa dia selamat? Mengapa makhluk itu tidak mengejarnya?

Karena dia bukanlah lawan yang layak, mungkin saja. Kelihatannya itu adalah jawaban yang paling tepat.

Itu bahkan tidak bisa dianggap sebagai kekalahan total. Agar bisa dikalahkan, dia harus melawan, dan dia bahkan tidak sedikitpun ingin melawan.

Darah segar mengalir dari bibirnya yang tergigit.

Selanjutnya, Gazef menekan rasa perih yang amat terasa dan memenuhi tubuhnya lalu merangsek dengan seluruh tenaga.

Meskipun dia tidak bisa mengalahkan musuh, meskipun dia hanya bisa menerima satu kali pukulan lagi, meskipun begitu, dia masih harus melindungi sang raja.

Namun, langkah kakinya, yang dibuat dengan penuh tekad dan keyakinan, tersendat setelah beberapa langkah.

Dia melihat ke arah Dark Young yang berubah arah menuju ke arahnya – tidak ada yang salah disini – dan dia menyadari mengapa dia bisa selamat.

Di atas Dark Young itu, seseorang duduk di atas benda yang terlihat seperti sebuah singgasana yang terbuat dari tentakel-tentakel, postur tubuhnya megah, seperti seorang raja dalam pemerintahan. Tentu saja, wajah itu tidak biasa. Itu adalah wajah tengkorak, dan tidak diragukan lagi itu adalah seorang monster undead.

Dia tidak cukup bodoh tidak mengenali siapa raja itu.

“Ainz Ooal Gown...dono. Jadi anda memang bukan manusia sama sekali.”

Pasukan khusus Theocracy. Yang berharap saja tidak bisa dilakukan Gazef untuk mengalahkan mereka, namun mereka dengan mudah dihabisi. Tak ada manusia yang bisa melakukan itu, itu membuat kesadaran ini lebih mudah diterima.

Ya. Mengapa dia bahkan mengira orang sekuat itu adalah manusia sejak awal?

“Stronoff-sama!”

Bahkan sebelum dia melihat balik, dia tahu siapa itu dari seraknya suara tersebut. Sepasang orang yang terasa akrab berlari ke arah Gazef.

“Kalian berdua juga baik-baik saja.”

Climb dan Brain tidak terluka, dan Climb bahkan tidak terkena sedikitpun noda pada armor putih miliknya. Melihat dua orang itu tidak mencoba kabur sama sekali, itu bisa dianggap sebagai sebuah keberuntungan.

“Aku senang kamu selamat!”

“Aku tidak berpikir kamu akan mati, dan ternyata kamu tidak mati. Namun, ini masih belum selesai, ya kan?”

Dua orang itu menggabungkan pandangan mereka ke arah yang dilihat oleh Gazef.

“Itu adalah...”

“Hanya ada satu orang, Climb-kun. Monster yang menguasai monster-monster lain. Itu adalah Ainz Ooal Gown.”

“Itu...Itu... Bagaimana aku harus mengatakannya... Aku, aku minta maaf.”

Sekilas, tubuh Climb menggigil. Ekspresinya yang kaku dan terdiam mengkhianati kenyataan bahwa dia tidak gemetaran karena gembira atau mengharapkannya.

“Jangan khawatir, Climb-kun. Ini bukan hal yang memalukan. Atau lebih tepatnya, mau bagaimana lagi! Pihak ketiga yang kekuatannya melebihi segala akal sehat yang rasional! Apa jadinya hidupku sejak hari itu!”

Brain memancarkan sebuah hawa yang keji saat dia mengambil kuda-kuda. Gazef terkejut dengan ekspresi wajahnya, yang sangat terbiasa dan enteng dan tidak cocok dengan keadaan ini.

“Aku-Aku tidak akan lari!”

Climb dan Brain berdiri di samping Gazef.

Di tengah-tengah onggokan daging yang beterbangan, Dark Young itu berhenti di depan Gazef.

Teriakan dia kejauhan bergema hingga kemari, dan hanya tempat ini yang hening.

Seakan area ini sudah bukan lagi bagian dari dunia.

Pandangan Ainz berpindah dari Gazef, melewati Brain dengan tampang tidak senang, lalu berhenti kepada Climb. Dia mengangkat bahu, lalu melihat Gazef kembali.

“...Anda terlihat sangat hidup, Stronoff-dono.”

“Aku bisa mengatakan hal yang sama kepada anda, Gown-dono... huhu. Apakah itu masalah, bilang anda hidup? Lagipula, jika anda sudah berhenti menjadi seorang manusia setelah kita berpisah dahulu, maka itu sangat tidak sopan.”

“Hahahaha. Tidak, aku tidak berubah belakangan ini.”

Ainz yang tertawa melayang turun dari atas Dark Young itu. Dia pasti menggunakan semacam efek magic, karena dari cara dia yang melayang turun dengan perlahan berlawanan dengan gravitasi.

Meskipun dia mengira itu mungkin adalah mantra terkenal ‘Flight’, setelah memperhitungkan kenyataan bahwa Ainz Ooal Gown adalah magic caster yang sangat kuat, dia memutuskan bahwa itu pasti adalah versi lebih tinggi dari mantra itu – meskipun seberapa kuatnya mantra itu, atau mantra macam apa itu, Gazef tidak tahu.

“Sudah lama sekali, Stronoff-dono. Sejak desa Carne.”

“Memang benar, Gown-dono. Kalau begitu.. biarkan aku bertanya, mengapa anda mencari saya? Jangan-jangan anda menemukan sebuah wajah yang akrab di medan perang dan memutuskan untuk menemui saya?”

“Yah, memang benar. Aku tidak senang dengan omongan yang terlalu tinggi, dan memutar balik ucapan tidak tepat di tempat ini. Jadi... aku akan langsung saja.”

Ainz perlahan mengangkat sebuah tangan tulang belulang.

Tidak ada kebencian disini, tapi malahan, itu adalah sebuah isyarat persahabatan.

“Jadilah bawahanku.”

Dalam sekejap, mata Gazef melebar menjadi lingkaran.

Di waktu yang sama, terdengar Brain dan Climb menelan ludah dengan keras.

Siapa yang bisa menduga magic caster sekuat itu bisa mengatakan hal semacam itu kepadanya?

“Jika kamu menjadi bawahanku-“

Ainz menjentikkan jarinya. Bagaimana dia melakukan itu dengan jari-jari yang tinggal tulang belulang masih menjadi misteri.

Seakan ada sesuatu yang dilakukan olehnya, tubuh Gazef menggigil.

Namun, tidak ada perubahan pada otak dan tubuhnya. Dia tidak merasakan apapun.

“Lihat di sekitarmu.”

Gazef menolehkan matanya ke sekeliling. Semuanya-

“Ternyata begitu. Mereka semua berhenti.”

Dark Young tersebut telah berhenti bergerak, seakan terdiam di tempat. Dari cara tapak mereka yang berhenti di tengah-tengah proses menginjak layak menjadi pose sebuah patung.

“Ini hanya sementara. Apa yang terjadi setelah ini tergantung dengan keputusanmu. Jika kamu menolak, aku akan memberikan perintah kepada domba-domba ini sekali lagi. Aku yakin aku tidak perlu mengatakannya kepadamu apa perintah itu?”

Gazef menatap Ainz dengan tampang bodoh.

Meskipun dia mengambil Gazef sebagai bawahan dengan menggunakan sandera, ikatan itu akan kekurangan yang namanya loyalitas, dan itu akan memicu pengkhianatan dari dalam. Tentunya Ainz pasti sudah memperhitungkan semua ini sebelum membuat penawaran.

Lalu, pasti ada maksud lain dibalik ucapannya.

Tapi apa itu, Gazef tidak tahu.

Tetap saja, pasti ada alasan mengapa dia – seorang makhluk yang bisa menguasai sebuah pasukan seperti ini – secara pribadi mencari Gazef.

“Bagaimana? Gazef Stronoff, jadilah bawahanku.”

Ainz mengulurkan tangannya.

Jika dia mengambil tangan itu, dia akan menyelamatkan banyak nyawa.

Jantung Gazef bergetar hebat.

Dia diberikan kesempatan untuk bisa menyelamatkan nyawa dari orang-orang Kingdom.

Namun – Gazef tidak bisa menerima tangan itu.

Itu adalah keputusan yang buruk.

Pilihan itu hanya akan memuaskan egonya.

Ratusan dan ratusan orang akan mengutuk Gazef dengan sebuah orang yang bodoh.

Meskipun begitu, Gazef tidak bisa apa-apa yang membuatnya mengkhianati Kingdom.

Gazef menggelengkan kepala dengan kuat menolaknya.

“Saya menolak, Saya adalah pedang sang raja. Demi beliau saya akan dengan senang hati membuang nyawa ini. Untuk hal itu saya tidak bisa berkompromi.”

“Meskipun, pada akhirnya, pilihanmu harus dibayar dengan lebih banyak nyawa? Seorang pria pemberani mempertaruhkan nyawanya untuk menantang seorang lawan yang kuat di desa Carne. Apakah pria ini sekarang sedang membuang nyawa-nyawa orang lain yang bisa dia selamatkan?”

Jantung Gazef terasa seakan dikorek oleh sebuah belati.

Tapi meskipun begitu, Gazef Stronoff masihtidak bisa menerima tangan Ainz Ooal Gown.

Kapten Warrior Kingdom tidak bisa mengkhianati sang raja.

Itulah jangkauan kesetiaan dari Gazef.

Rasa jengkelnya tertumpuk di hadapan Gazef yang terdiam, Ainz mengangkat bahu.

“Benar-benar orang yang bodoh. Kalau begitu-“

Gazef tidak membiarkan Ainz menyelesaikan kalimatnya, tapi mengarahkan pedangnya ke arah Ainz.
“-Apa?”

Dia sudah terluka akibat Dark Young, dan meskipun kekuatan penyembuh dari jimat itu tidak bisa menyembuhkan tubuhnya secara penuh. Tetap saja, meskipun dalam keadaan ini, semangat tempur Gazef bersinar seperti matahari.

“Gown-dono. Mohon perkenankan orang yang menerima kebaikan anda menebus sikap kurang ajarnya.. Saya berharap untuk meminta duel satu lawan satu dengan anda.”

Wajah Ainz memang tengkorak yang tidak memiliki daging. Karena hal ini, tidak ada yang tahu ekspresi macam apa yang dia miliki, atau membedakan apa yang sedang dia pikirkan.

Namun, karena suatu alasan, dia kelihatannya tidak bisa berkata apapun. Itu adalah yang dipikirkan dua orang lainnya saat mereka melihat situasi tersebut setelah menerima kenyataan ini. Meskipun dia tetap terdiam, perasaan tidak enak itu bersinar menembus dengan jelas.

“...Apakah kamu serius?”

“Tentu saja.”

“..Kamu akan mati.”

“Tidak diragukan lagi hal itu.”

“Jika kamu sudah tahu, lalu mengapa kamu melakukannya? Aku tidak berniat membunuhmu sejak awal... apakah kamu ingin bunuh diri?”

“Saya kira tidak, Saya tidak ingin bunuh diri.”

“..Apa yang sedang kamu pikirkan? Aku tidak mengerti logikamu. Jika kamu yakin kamu bisa menang dan menantangku, aku bisa memahaminya. Jika kamu mengira ada sebuah peluang menang dalam keadaan tertentu, itu juga bisa menjadi alasan pula. Namun, kamu sangat yakin kamu akan kalah. Apakah kamu sudah membuang akal sehatmu?"”

“Musuh sang raja berdiri di depanku, dan dia berada di dalam jangkauan pedangku. Bukankah adalah hal yang wajar jika aku bisa memenggal kepala yang dipersembahkan dengan sendirinya?”

“Memang benar jarak kita secara fisik memang dekat. Namun, kelihatannya bagiku ada jarak yang luar biasa jauh diantara kita. Apakah aku salah?”

Dengan sebuah whoosh, tentakel Dark Young yang menggantung di belakang Ainz terhempas, mengangkat gumpalan debu dari tanah di samping Gazef.

Mata Gazef tidak bisa mengikuti gerakan dari tentakel tersebut yang menghempaskan tanah di sampingnya.

“Itu mungkin saja, Gown-dono.”

“Apakah kamu ingin menguji sampai mana keberuntunganmu karena aku sudah bilang aku tidak ingin membunuhmu?”

Gazef tertawa dari lubuk hatinya.

“Tentu saja tidak. Aku hanya berharap untuk melakukan apa yang aku, sebagai Kapten Warrior dari Kingdom, harus lakukan. Hanya itu saja yang kupikirkan.”

“...Jika aku menerima tantanganmu, kamu sadar aku akan membantaimu tanpa menahan diri? Hanya itu yang bisa diduga.”

“Memang benar.”

“Jadi memang begitu jadinya... meskipun aku sudah mengatakan semua ini, kamu menolak untuk merubah pemikiranmu. Sayang sekali. Berbicara sebagai seorang kolektor, sayang sekali harus menghancurkan spesimen yang langka.”

Gazef tidak ingin mundur.

Ini adalah sebuah keberuntungan yang luar biasa. Sejak awal, Ainz, yang dikelilingi dengan bawahan yang luar biasa, sekarang berdiri di depan dirinya tanpa satupun bodyguard.

Selain itu, harga dirinya sebagai individu yang kuat berarti bahwa dia tidak akan memerintahkan kepada Dark Young di belakangnya untuk bergerak.

Dia tidak akan mendapatkan sebuah peluang seperti ini lagi.

Musuhnya berdiri di tempat yang tidak bisa dia raih dengan kedua tangan. Namun, sekarang ini, dia memiliki sebuah peluang untuk menjembatani jarak di antara mereka.

Ketika bertemu lain kali, dia mungkin akan dikelilingi oleh sepuluh atau dua puluh lapis penjaga, cocok dengan seorang magic caster yang lemah dalam pertempuran jarak dekat. Gazef tidak akan bisa mendapakan Ainz dalam jangkauan pedangnya lagi. Karena itu, dia harus menantang Ainz untuk duel.

Dan ada alasan lain untuk duel ini.

Meskipun peluang yang dia percayai jauh terlalu tipis sebagai sebuah harapan, meskipun begitu-

Gazef mengeluarkan tantangannya secara resmi.

“Sorcerer King Ainz Ooal Gown-dono! Namaku adalah Gazef Stronoff, Kapten Warrior dari Kingdom Re-Estize! Secara resmi menantangmu untuk duel denganku!”

“Kapten Warrior...”

“Gazef!”

Tak mampu menahannya lebih lama lagi, Brain berteriak. Tapi Gazef melanjutkan tanpa ragu.

“Jika anda menganggapnya bisa diterima, Sorcerer King-dono, saya harap anda bisa menjadikan dua orang ini sebagai saksi pertempuran kita.”

Ainz mengangkat bahu.

Silahkan saja, kelihatannya berkata seperti itu. Ketika Gazef menyadari hal ini, dia mengangguk.

“Tunggu, tunggu sebentar! Tunggu dulu, Gazef! Aku bisa saja mati bersamamu! Jangan pergi sendirian! Tuanku Sorcerer-King! Tolong, aku mohon! Aku tahu ini sangat memalukan sekali, tapi ini adalah permintaan dengan sepenuh hati! Tolong izinkan kami berdua menghadapi anda! Aku tahu itu tidak akan membuat anda mengganggu anda sedikitpun!”

Saat dia mendengar permohonan Brain yang mencekik, Gazef berpikir, seperti yang kuduga...

Ekspresi yang pernah dia lihat di wajah Brain dulu adalah seorang warrior yang menerima takdirnya.

Itu adalah tekad bahwa dia akan terbunuh bersama Gazef, oleh Ainz Ooal Gown.

Namun, dia tidak menerimanya. Dia tidak menerima itu.

“Brain Unglaus! Apakah kamu ingin menodai tekadku sebagai seorang warrior?”

Wajah Brain adalah sebuah gambaran keterkejutan.

“-Itu tidak apa, Stronoff-dono. Aku tidak keberatan menghadapi kalian berdua sekaligus.”

“ Saya mohon jangan, Sorcerer King-dono. Duel ini adalah dengan saya. Saya harap anda bisa mengampuni dua orang ini.”

Titik kecil cahaya merah yang mengambang di dalam lubang mata tengkora Ainz bersinar semakin cerah.

“...Apa ini. Aku pernah melihat mata itu sebelumnya. Mata dari seorang pria yang menerima kematiannya dan berlari ke arah kematian itu. Mata yang tegas dan pantang menyerah. Sangat mengagumkan.”

Ainz berbicara seperti seorang manusia biasa.

“Baiklah. Aku terima permohonanmu. Aku akan mem-PvP secara Solo melawan Stronoff-dono.”

Brain jatuh berlutut, tak punya tenaga.

Wajahnya tidak terlihat, tapi tetesan hujam berhamburan di bumi yang merah di bawahnya.

Maafkan aku.

Gazef berkata Brain di dalam hatinya.

“Mayat akan dikembali setelah diperlakukan dengan baik. Itu akan memfasilitasi penggunaan magic resurrection-“

“-Itu tidak perlu.”

“Ucapan Gazef membuat musuh dan kedua temannya terdiam.

“Saya tidak ingin dihidupkan lagi. Anda boleh membuang tubuh saya disini jika anda menginginkannya.”

Bukan karena magic resurrection itu buruk. Namun, Gazef tidak suka saja.

Semua orang hanya memiliki satu nyawa.

Karena itu, keputusan untuk mempertaruhkan nyawa seseorang sangat berarti.

Dengan demikian, meskipun bagi Kingdom miliknya, dia tidak akan kembali dari kematian.

Jika Gazef tewas, maka sang raja bisa menyebarkan berita bahwa dia telah kehilangan bawahan yang penting. Dengan begitu, mungkin dia bisa melunakkan badai kebencian dan sakit hati yang lahir karena hilangnya begitu banyak nyawa rakyat Kingdom.

Ini adalah sikap loyalitas terakhir dari Kapten Warrior Kingdom, yang telah memilih untuk bersikap sesuai keinginannya sendiri.

Mengabaikan tatapan mengejutkan di sekitarnya, Gazef tersenyum ramah.

“Kalau begitu, mari kita mulai, aku harap kamu akan mau menjadi saksi pertarungan terakhirku.”

Climb tidak bisa membayangkan bahwa pria yang disebut Brain Unglaus bisa menunjukkan sisi dirinya yang lembut dan sensitif seperti itu.

Dia tahu Brain memang kuat, penuh semangat dan berkemauan bebas. Naun, pria yang sedang menunduk itu tidak terlihat seperti itu sama sekali. Bagaimanapun, meskipun dia seperti itu, dia terlihat lembut atau lemah sama sekali.

“Brain. Apakah kamu tidak akan memenuhi misimu?”

Gazef mengucapkan kalimat itu tanpa menoleh ke belakang.

Brain tidak bergerak. Dilihat dari tangannya yang menggaruk tanah telah menyampaikan kesedihannya kepada Climb. Meskipun begitu, Climb harus mengatakannya.

“..Ini adalah permintaan terakhir dari Stronoff-sama.”

Dia tidak berpikir Gazef Stronoff akan bisa menang sama sekali.

Itulah kenapa Climb dan Brain harus memenuhi permintaan Gazef yang terakhir.

Perlahan, Brain berdiri di atas kakinya.

Rasanya panas.

Panas itu membuat Climb ingin berbalik dan kabur.

Kelihatannya ada semacam udara panas yang mendorong Brain berdiri.

“...Aku sudah membuatmu melihat sisi diriku yang memalukan, Climb-kun. Tidak apa. Aku akan menorehkan wujud mulia Gazef di dalam mataku.”

“...Terima kasih.”

Hubungan macam apa yang dimiliki oleh Brain Unglaus dan Gazef Stronoff?

Climb tidak bisa mengerti ikatan diantara mereka, terutama di sisi Brain.

Setelah kalah dari Gazef, dia melakukan perjalanan untuk meningkatkan kemampuan berpedangnya. Ini adalah Brain yang dia tahu. Namun, dia merasa hal itu tidak sesederhana itu.

“Kalau begitu, Stronoff-dono. Bisakah kamu membiarkanku melihat pedang itu? Ada sesuatu yang ingin kutahu.”

Ainz membuat permintaan itu sepeti sedang bertanya tentang cuaca. Pedang yang ditambah dengan magic bisa memiliki segala macam kemampuan yang ditambahkan kedalamnya. Memeriksa pedang seseorang sama saja seperti menunjukkan strategi seseorang di dalam hati. Dengan akal sehat, tak ada siapapun yang akan pernah setuju terhadap permintaan itu.

Climb bukan hanya satu-satunya orang yang berpikir demikian, yang mana mengapa mata Brain juga melebar dengan apa yang terjadi selanjutnya.

Gazef memutar pedangnya 180 deraja dan menyerahkan gagang pedangnya kepada Ainz.

“Gazef! Apakah kamu sudah benar-benar menyerah dengan kemenangan?!”

“Brain! Jangan mengatakan hal yang memalukan seperti itu! Sorcerer King bukan orang semacam itu.”

Ainz memegang pedang itu lalu merapalkan mantra. Setelah itu, dia tertawa.

“Memang, pedang ini sangat menakjubkan.”

Ainz mengembalikan pedang itu kepada Gazef dengan gagang pedang terlebih dahulu, cara yang sama saat Gazef memberikan kepadanya.

“Stronoff-dono. Apakah anda tahu kekuatan dari pedang ini?”

“Saya mengerti sepenuhnya. Pedang ini memiliki ketajaman yang tidak biasa yang bahkan bisa memotong logam seperti kertas.”

“Sayang sekali. Itu hanya sebagian dari kekuatan pedang itu.”

“-Apa? Apa artinya itu, Sorcerer King-dono?”

“Yah, lebih singkatnya, pedang ini adalah sebuah senjata yang bisa membunuhku. Sesuatu yang seperti itu adalah kondisi minimum untuk duel PvP. Tanpa sebuah senjata yang bisa melukaiku, ini tidak lebih hanya akan menjadi panggung eksekusi. Maaf sudah membandingkan anda dengan tikus-tikus yang masuk ke dalam benteng saya” Ainz bergumam saat dia tiba-tiba saja mengeluarkan pedang pendek entah darimana.

Tanpa ragu, dia menggoreskan ujung belati yang luar biasa itu ke arah wajahnya dengan goresan yang kuat.

Belati itu tidak meninggalkan sedikitpun goresan.

“Obyek yang diberi magic lemah seperti ini tidak bisa melukai tubuhku. Sebagai referensi, pedang pendek ini telah ditambahi dengan data sebanyak – atau lebih tepatnya, mana sebanyak – pedang yang anda miliki, Stronoff-dono. Namun, pedang anda bisa melukaiku, sangat menyimpang jelas dengan apa yang kutahu memang benar. Bisakah aku meminta pedang itu sebagai trofi setelah aku menang?”

Gazef tersenyum tipis.

“Maafkan saya karena menolak, tapi pedang ini adalah harta karun negara.”

“Mm. Tidak ada hadian PVP kalau begitu? Baiklah. Aku akan menghargai permintaan itu.”

“Saya sangat berterima kasih, Sorcerer King-dono.”

Setelah mengembalikan pedang tersebut kepada Gazef, Ainz mengusap dagunya sambil berpikir. Dia mndur, melangkah satu demi satu, seakan memastikan jarak yang diatur diantara mereka.

“Kurasa ini seharusnya sekitar lima meter. Dan... karena tidak ada hitungan mundur, kita akan memerlukan sebuah tanda. Kamu, yang berarmor putih. Carilah sesuatu untuk memulainya.”

Setelah dipanggil dengan tiba-tiba, Climb gemetar.

“Tolong Climb.”

“Kalau begitu, saya memiliki lonceng magic disini. Saya akan membunyikannya, dan itu akan memberikan tanda awal.”

Dua orang itu mengangguk dengan lirih terhadap penawaran Climb.

Gazef mengangkat pedangnya, mengarahkan pedang itu ke arah mata lawannya.  Kekuatan menutpi setiap serat wujudnya. Di mata Climb yang berdiri di belakangnya, tubuh Gazef terlihat seakan bertambah besar di depan matanya.

Ini adalah aura pedang yang luar biasa. Dia tak pernah melihat tekanan sejati yang bisa dikeluarkan oleh Kapten Warrior Kingdom. Namun, tubuhnya seakan jauh dan samar, seperti sebuah fatamorgana.

“Stronoff-sama...”

Ini adalah terakhir kalinya dia bisa melihat Gazef dalam keadaan hidup.

“Itu tidak menjamin.”

“-Eh?”

Tiba-tiba saja, Brain mengeluarkan sebuah penolakan kepada Climb dari tempat dia berdiri, di samping dirinya.

“Tidak ada jaminan Gazef akan kalah. Peluangnya sanggat kecil, tapi masih ada peluang menang. Pria itu mempunyai Jurus mematikan tahukah kamu? Martial art yang dia gunakan sebagai kartu as?”

“Sixfold Slash of Light (Enam kali lipat tebasan cahaya)?”

Brain tersenyum dengan tenang.

“Bukan, itu adalah martial art terhebat yang jauh melebihi yang itu. Pria itu sudah mempelajarinya.”

“Apa, apa itu?!”

Saat Climb mempersiapkan loncengnya, dia melihat ke arah pedang yang terangkat, dan ke arah wajah Gazef, penuh dengan fokusnya yang seperti laser.

Wajah yang seperti baja dari pria yang dikenal sebagai Kapten Warrior, oleh seluruh negeri tetangga.

“Ah. Jurus itu berasal dari mantan petualang adamantite dari Kingdom. Itu adalah sebuah martial art yang diciptakan oleh Vestia Croft Di Lofan, tapi dia tidak bisa menggunakan itu karena usianya yang sudah senja. Jika jurus rahasiaku yang terhebat, ‘Nail Clipper’ adalah hasil dari menggunakan banyak martial art sekaligus, Jurus andalan mematikan milik Gazef adalah satu teknik yang terkuat. Siapa yang tahu, pukulan itu.... mungkin saja bisa mencapai Ainz Ooal Gown.”

Mungkin itulah kenapa dia meminta duel satu lawan satu, Brain berkata sambil matanya tidak sedikitpun teralihkan dari pemandangan yang ada di depannya.

Climb menelan ludah. Tangan yang sedang memegang lonceng terasa berat. Ketika dia membunyikannya, nasib Gazef akan ditentukan.

“Ingin gantian denganku?”

“...Terima kasih. Tapi... aku akan melakukannya.”

Apa, gumam Brain, tapi dia tidak berkata lagi.

Climb mengangkat lonceng itu. Dia hanya bisa berdoa agar kemenangan berpihak kepada Gazef.

Lalu – lebih keras dari yang diduga – lonceng itu berbunyi.

Kesadarannya terfokus hingga batas yang absolut, Gazef melangkah dengan kecepatan yang sulit dipercaya-

Tanpa melewatkan satupun momen, Brain dan Climb membuka mata mereka dan melihat-

-dan lebih cepat dari siapapun, dunia serasa hening.

“Seperti yang kubilang... pencegahan terhadap pemberhentian waktu adalah penting.”

Karena Ainz dengan cepat merapal “Silent Time Stop”, Gazef, pedangnya terangkat tinggi, berhenti di depan Ainz.

Tak ada serangan yang akan berjalan ketika waktu berhenti. Meskipun jika dia menggunakan serangan magic untuk membombardir Gazef, itu tidak akan melukainya. Karena itu, Ainz merapalkan sebuah mantra sambil sambil menjaga jalannya waktu.

“[Delay Magic :  True Death].”

In iadalah mantra tingkat sembilan.

Karena ‘Grasp Heart’ adalah mantra yang lebih praktis, dia tidak menggunakan yang satu itu dengan sering.

Jika tak ada mantra yang bisa memberikan efek kepada lawan ketika waktu berhenti, maka yang perlu dia lakukan adalah mendelay waktu aktivasi dari mantra itu hingga waktu dari ‘Time Stop’ berakhir. Meskipun itu adalah serangan kombinasi yang sederhana secara teori, triknya adalah bisa mendapatkan timing yang tepat, yang mana sangat sulit. Oleh karena itu, hanya 5% dari seluruh pengguna magic yang bisa menggunakannya.

Setelah banyak berlatih dan mempraktikkannya, Ainz berada dalam lingkaran yang 5% itu pula.

“...Selamat jalan, Gazef Stronoff. Aku tak pernah membencimu.”

Mantra itu berakhir, dan waktu kembali ke dunia.

Tepat setelah itu, mantra lainnya aktif sebelum yang lainnya.

-Gazef perlahan jatuh.

“Eh?”

“A-Apa?”

Climb dan Brain tidak tahu sama sekali apa yang terjadi.

Dalam sekejap Gazef bergerak menyerang, dia tiba-tiba saja sudah roboh.

Ainz melangkah maju untuk menangkap tubuh Gazef.

Pedangnya jatuh dari jari-jarinya yang lemas, lalu jatuh ke tanah.

Pertempuran itu sudah berakhir.

Namun, tak sedikitpun ada yang bisa memahaminya.

Tak ada yang tahu apa yang terjadi.

“Apa yang sebenarnya terjadi..?”

“Memangnya aku tahu!”

Brain mengeluarkan teriakan marah.

“Ada apa? Bangunlah! Gazef!”

Lalu harapan tulus Brain menjadi sirna sama sekali.

“Dia sudah mati.”

Dengan hormat, mungkin bahkan dengan sopan, Sorcerer King Ainz merebahkan Gazef ke atas tanah. Setelah itu, dia perlahan menutup mata pria itu yang terbuka lebar.

Sambil melihat ke arah wajah Gazef, dia berbicara kepada mereka berdua yang ada di dekat.

“...Melihat bagaimana dia menantangku tanpa ada satupun harapan menang mengingatkanku pada waktu itu. Sebagai peghormatan kepada Kapten Warrior, aku akan memerintahkan Dark Young untuk berhenti. Tubuhnya akan kukembalikan kepadamu.”

“...Tidak, itu tidak perlu. Kami akan membawa pulang Gazef. Tidak perlu menyusahkan anda.”

Climb menghela nafas dengan berat.

Apakah Brain akan menantang Ainz dalam pertempuran yang tak ada harapan? Dia penasaran, namun, itu tidak perlu.

“Begitukah,” balas Ainz sebelum bangkit kembali.

“Mantra kematian dalam sekejap yang aku gunakan, ‘True Death’, akan menolak magic resureksi tingkat yang lebih rendah. Katakan hal ini kepada orang-orang Kingdom. Katakan kepada mereka aku akan mengampuni siapapun yang pasrah dengan hormat.”

Ainz dengan entengnya mengambang di udara.

Meskipun mereka melihat punggungnya yang tanpa pertahanan, dua orang itu tahu mereka tidak bisa melakukan tindakan memalukan semacam itu seperti menyerang dari belakang.

Ainz duduk di atas tentakel Dark Young.

Itu benar-benar singgasana yang mengerikan.

“Serahkan E-Rantel dan area sekitarnya kepadaku dan domba-domba ini tidak akan bermain-main hingga ibukota kerajaan. Katakan kepada sang raja hal ini, ketika kamu bertemu dengannya lagi.”

Dark Young tersebut berputar dan pergi, dan empat Dark Young lainnya juga mulai kembali ke benteng Imperial.

“Climb-kun. Aku punya satu permintaan.. Bisakah aku membawa Gazef-dono pulang?”

“...Baiklah. Kalau begitu aku akan membwa pedang Stronoff-sama pulang.”

“Banyak orang yang mati.”

“Yeah, terlalu banyak untuk dihitung.”

“..Apa yang terjadi?”

“Entahlah. Tapi, jika orang seperti itu menyebut dirinya sebagai raja dan menguasai area ini...”

“Di masa depan, sebuah perang pasti akan terjadi. Dan siapa yang tahu, yang mati mungkin jumlahnya akan melebihi mayat-mayat yang ada disini hari ini.”

Berjalan di belakang Brain, yang sedang membawa Gazef di punggungnya, pikiran Climb terarah ke masa depan dari Kingdom, tertutup oleh awan.

Ucapan Brain pasti akan menjadi kenyataan. Yang penting adalah apa yang bisa dia lakukan, lalu, apa yang akan dia lakukan.

Dan yang terpenting adalah

-Aku harus melindungi Renner-sama.


Climb mengepalkan tangannya, lalu menguatkan diri. Setidaknya, dia haru melindungi tuannya, tak perduli bagaimana caranya.

25 comments:

attur dragnell said...

pertama

Mesa Abdilah said...

Mantap

Anonymous said...

“Di masa depan, sebuah perang pasti akan terjadi. Dan siapa yang tahu, yang mati mungkin jumlahnya akan melebihi mayat-mayat yang ada disini hari ini.”
Kisi-kisi chapter yang pasti akan datang entah di volume berapa ! Perang besar melawan Ainz:D
THANKS BUAT ADMIN ! SEMANGAT

Anonymous said...

RIP Gazef Stronoff

Renaldi Putra said...

keren nih chapter
trlihat, klo Ainz menghormati Gazef..

btw, Sankyu min :D

Muhammad Agung said...

Rip

Brian Torao said...

sankyu overlord vol.9 bab 4 bag.4

Muh AKbar Latifa Yoga P said...

Oke chapter terkeren

Yasin said...

Rip

Anonymous said...

si climb ini ga mau ngelindungin renner dengan cara apa ? dia cuma bodoh dan omongkosong

arul said...

Rip

Andy Qalfy Zaputra said...

RIP Gazef

Anonymous said...

Rip gazef
Tak kusangka pergi secepat ini

Deni Ganjar said...

Ni kalau dah di anime
Pasti seru abis ni pembataian

Kyu u said...

Gara2 s2 baca ln gk nyangka gazef matinya cepet bngt,respect ama gazef dono
Rip
Rip

Api 08 said...

Thanks min

Evan Smith97 said...

Thx min, seru bnget vol.9, btw translasi di sini sama yg pdf beda ya?

catren said...

Ketika manusai dilanda kehampaan

Anonymous said...

untung aja gazef bkn raja, kalau iya bisa2 hancur negara cuman karena keegoisan dan harga diri.. gazef b3g0 *pendapat shaja

alif alhafidh said...

Mampus akhir nya si bangsat gazef mati padahal gua brharap kematian yang lebih sadis lagi ... :))

alif alhafidh said...

Mampus akhir nya si bangsat gazef mati padahal gua brharap kematian yang lebih sadis lagi ... :))

Dhodhyz Francois Spencer Beach said...

Komentar baru, cerita lama

Ichi gaku said...

Yaps, me-review juga punya keasikan tersendiri

Nurdin Bahari said...

saya baru sadar kalau skill terkuat baru milik brain itu nail clipper (gunting kuku)

dan ketika saya paham saya ngakak

Unknown said...

Saya ngakak lihat comment diatas saya.
Mungkin kasih nama nail clipper karena bisa ngalahin 0,00000001 kekuatan shaltear berupa motong kuku jari terlemah (karena sering digunakan)

Powered by Blogger.